KABAR BIREUEN-Baitul Mal Bireuen menggelar kegiatan Sosialisasi Aplikasi Peningkatan, Penerimaan Zakat dan Infaq.

Kegiatan ini, berlangsung di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Rabu, (23/12/2020).

Kegiatan dihadiri Asisten Administrasi Umum Dailami S.Hut, mewakili Bupati Bireuen, Komisioner Baitul Mal Bireuen. Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Peserta Sosialisasi dan undangan lainnya.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita, mengingat sebagai umat Islam zakat adalah ibadah yang mengandung dua dimensi.

Zakat sebagai rukun Islam yang keempat apabila dikelola dengan baik akan dapat meningkatkan kualitas keimanan umat Islam, membersihkan dan mensucikan jiwa, serta harta yang dimiliki seorang muslim.

Dalam konteks penerapan Syariat Islam di Aceh, zakat merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Hal ini diatur dalam Undang-Undang Pemerintah Aceh Nomor 11 Tahun 2006 Pasal 180 dan Peraturan Bupati Bireuen Nomor 20 tahun 2013 tentang Mekanisme Pengelolaan Zakat, Infaq, Shadaqah dan Harta Agama lainnya beserta sejumlah aturan lainnya dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan zakat di Kabupaten Bireuen,” sebutnya.

Oleh karena itu, pada hari ini diselenggarakan sosialisasi Aplikasi Peningkatan, Penerimaan Zakat dan Infaq guna mengoptimalkan penyetoran, penerimaan Zakat dan Infaq tersebut.

“Kepada peserta, selamat mengikuti kegiatan ini dan terimakasih kepada panitia atas pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Aplikasi Peningkatan, Penerimaan Zakat dan Infaq di Kabupaten Bireuen,” ucap Bupati Bireuen melalui Asisten Administrasi Umum Dailami S.Hut.

Sebelumnya, Ketua BMK BireuenTgk Muhammad Hafiq, S.Sy mengatakan sangat mendukung kegiatan itu dan semua pihak terutama Pemkab Bireuen sehingga acara sosialisasi dapat terlaksana dengan baik.

Dijelaskan, Zakat merupakan kewajiban bagi muslim yang hartanya memenuhi nishab. Zakat merupakan kekuatan ekonomi bagi umat Islam dan salah satu cara memberdayakan umat.

“Bagi pembayar zakat akan mendapat keberkahan atas hartanya. Dan bagi penerima zakat dapat terberdayakan. Sosialisasi zakat adalah bagian dari amar makruf nahi mungkar,” katanya.

Sementara itu, pemateri Tri Wahyudi dari Banda Aceh, mengatakan, aplikasi yang ditawarkan sangat smart untuk memudahkan pembayar zakat dan infak secara online serta aplikasi lain yang dapat memudahkan masyarakat menyetorkan kewajiban seperti retribusi dan hal lainnya. (Herman Suesilo)