Selasa, 13 Januari 2026

Atasi Kesemrautan di Depan RSUD dr Fauziah Bireuen, Akan Dibangun Jalan Dua Jalur

KABAR BIREUEN – Kondisi semraut dan macet yang kerap terjadi di jalan depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen memang seolah tak pernah bisa teratasi.

Hampir setiap saat masyarakat dan pengendara yang melewati kawasan tersebut selalu mengeluh akan kesemrautan akibat kendaraan yang parkir sembarangan dan ditambah pedagang yang berjualan di lokasi tersebut.

Terkait kondisi itu, Kepala Dinas Perhubungan Bireuen, Mulyadi SE yang dikonfirmasi Kabar Bireuen, Senin (25/9/2017) di kantornya Kawasan Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, mengakui memang di lokasi tersebut agak semraut dan sering macet.

Namun, dia membantah jika pihaknya tak melakukan tugasnya untuk mengatasi hal tersebut. Petugas dari Dinas perhubungan seminggu dua kali  turun ke lapangan untuk kesemrautan tersebut. Kalau ada laporan, maka langsung turun ke lokasi.

“Kita hanya sebatas mengatur arus lalu lintas bila ada kemacetan, malah petugas ikut membantu mengangkat becak dan kendaraan yang parkir di lokasi itu jika sudah macet. Mengenai penertiban pedagang, itu bukan kewenangan kami. Petugas kami hanya mengatur arus lalu lintas agar lancar,” ungkapnya.

Untuk mengatasi agar di lokasi tersebut tak lagi semraut dan macet, maka pihaknya sudah mengusulkan pembangunan jalan dua jalur, yang rencananya akan dibangun pada 2018 nanti.

“Kita sudah surati PT. Kereta Api Indonesia (KAI) terkait hal itu, dan mereka sudah membalas surat kita dan menyetujuinya. Hanya saja, mereka meminta tanah yang tersisa bisa dibangun toko untuk pedagang berjualan, yang selama ini telah menyewanya pada PT KAI,” jelas Mulyadi.

Mengenai Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari parkir dan terminal, untuk tahun 2016 mengalami kenaikan dua kali lipat dari tahun sebelumnya, 2015 yang hanya Rp300 juta, pada tahun 2016 menjadi Rp601 juta. “Jadi tak benar kalau kami tak bekerja, buktinya PAD malah meningkat sejak saya menjabat Kadis Perhubungan,” tegasnya.

Masalah perparkiran, katanya, pihaknya melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengurus 80 titik parkir di Kota Bireuen. Dengan sistem kontrak itu, mereka menyetor ke Dinas Perhubungan antara Rp 26 – 27 juta per bulan.

Sementara disinggung bongkar muat barang di pinggir jalan, Mulyadi membenarkan hal itu memang terjadi. Itu dikarenakan tempat bongkar muat yang sebelumnya ada di kawasan Cureh, Geulanggang Gampong, Kota Juang sudah berubah fungsi jadi Pasar Induk.

“Karena tak ada pagar, maka kita tidak berani bertanggungjawab kalau tetap dilakukan bongkar muat di Cureh, takutnya ada barang yang hilang. Karena itu, kita cari solusi minta izin ke provinsi untuk menggunakan Terminal Terpadu Geulumpang Payong untuk lokasi bongkar muat nantinya,” sebut Mulyadi. (Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Bantuan Bencana Masih Menumpuk di Gudang, Dewan Bireuen Minta BPBD Percepat Distribusi

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sejumlah anggota DPRK Bireuen ke gudang logistik Pemerintah Kabupaten Bireuen, mengungkap fakta mengejutkan. Ternyata, bantuan...

Mengabdi di Pedalaman Aceh, Empat Mahasiswa UNIKI Jadi Relawan Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Komitmen generasi muda dalam memajukan pendidikan di daerah terpencil kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen. Sebanyak...

Galang Dana Secara Mandiri, SMPN 5 Juli Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli-Sebanyak 21 orang siswa siswi SMP Negeri 5 Juli dari Desa Simpang Jaya, Simpang Mulia, Alue Limeng, Salah Sirong dan Bivak yang...

Tembus Medan Ekstrem, Tim Medis PPNI RSU BMC dan Dompet Dhuafa Aceh Layani Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli - Di tengah medan yang sulit dan risiko perjalanan tinggi, DPK PPNI RSU BMC bersama Dompet Dhuafa Aceh tetap menunjukkan komitmen...

Anggaran TKD Aceh Rp1,7 Triliun Tak Jadi Dipotong, Wagub Apresiasi Keputusan Presiden

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Pemerintah Aceh memastikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026 senilai Rp1,7 triliun kembali utuh setelah sebelumnya sempat dipangkas...

KABAR POPULER

Bireuen Bangkit dari Reruntuhan Menuju Harapan

0
Oleh: M. Zubair, S.H.,M.H. Kadis Kominfo dan Persandian Kabupaten Bireuen TULISAN ini merupakan refleksi dari kegiatan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir...

Galang Dana Secara Mandiri, SMPN 5 Juli Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli-Sebanyak 21 orang siswa siswi SMP Negeri 5 Juli dari Desa Simpang Jaya, Simpang Mulia, Alue Limeng, Salah Sirong dan Bivak yang...

Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat untuk Korban Banjir di Pante Lhong

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Lazismu dan MDMC membangun 44 unit hunian darurat (hundar) untuk korban banjir dan tanah longsor...

Anggaran TKD Aceh Rp1,7 Triliun Tak Jadi Dipotong, Wagub Apresiasi Keputusan Presiden

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Pemerintah Aceh memastikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026 senilai Rp1,7 triliun kembali utuh setelah sebelumnya sempat dipangkas...

Tembus Medan Ekstrem, Tim Medis PPNI RSU BMC dan Dompet Dhuafa Aceh Layani Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli - Di tengah medan yang sulit dan risiko perjalanan tinggi, DPK PPNI RSU BMC bersama Dompet Dhuafa Aceh tetap menunjukkan komitmen...