Humas dan Juru Bicara DPC APDESI Bireuen, Idris didampingi Ketua APDESI Kecamatan Kuala, M Isa saat memberi pernyataan terkait proses hukum terhadap pelaku dugaan pemerasaan terhadap keuchik

KABAR BIREUEN– Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bireuen meminta agar pelaku dugaan pemerasan terhadap keuchik oleh anggota Komunitas Pengawasan Korupsi (KPK) diproses secara hukum yang berlaku.

Hal itu dikatakan, Ketua APDESI Kabupaten Bireuen, Bahrul Fazal M Puteh melalui Humas dan Juru Bicaranya Kepada Kabar Bireuen, Idris, Senin (6/7/2020).

Dia mengharapkan tiga pelaku yang ditangkap Minggu (5/7/2020) malam di Kota Juang, Bireuen diproses hukum karena karena telah meresahkan. Sebab sebelumnya mereka juga diduga pernah meminta uang kepada sejumlah keuchik di Bireuen.

“Selain itu, proses hukum kepada pelaku harus dilakukan untuk menimbulkan efek jera agar tak ada oknum lainnya yang melakukan hal serupa,” harap Idris.

Diungkapkan Idris, APDESI selama ini banyak mendapat informasi ada oknum yang mengaku dari lembaga KPK, beralasan ingin mengaudit dana desa lalu meminta uang dari keuchik.

Selama ini pihaknya sudah kerap menerima laporan, terkait aksi sejumlah orang yang mengaku dari KPK, serta LSM yang menakut-nakuti perangkat desa. Seolah-olah mereka dari lembaga resmi, dan bertugas mengaudit pengelolaan dana desa. Kegiatan oknum tersebut, menimbulkan keresahan warga maupun perangkat desa.

Tiga pelaku dugaan pemerasan terhadap Keuchik di Bireuen

“Atas nama DPC APDESI Kabupaten Bireuen, kami tidak ingin aktifitas oknum LSM seperti ini, mengganggu pemerintahan gampong akibat ulah mereka yang bertindak seperti aparat penegak hukum,” katanya geram.

Oknum KPK atau LSM tersebut kerap menakut-nakuti perangkat desa. Hal ini menimbukan keresahan warga maupun perangkat desa.

“Karena itu, APDESI mengimbau seluruh keuchik jangan terpancing dengan pihak-pihak yang mengaku oknum KPK yang menakut-nakuti dan meminta uang. Kalau ada oknum seperti itu meminta uang kepada keuchik, segera koordinasi dengan APDESI kecamatan atau Kabupaten dan melaporkan ke Polsek setempat,” harap Idris yang didampingi Ketua APDESI Kecamatan Kuala, M Isa.

Sebelumnya, seperti dilansir Metro Aceh, tiga orang yang mengaku sebagai anggota lembaga KPK ditangkap di Kabupaten Bireuen, Aceh, karena diduga meminta uang kepada sejumlah kepala desa di Kabupaten Bireuen.

Setelah ditangkap, mereka kemudian diamankan ke Polsek Kota Juang.

Kapolsek Kota Juang, Bireuen, AKP Sufli menyebutkan, tiga oknum itu mengaku dari KPK, namun KPK yang dimaksud bukanlah Komisi Pemberantasan Korupsi, tetapi sebuah lembaga bernama Komunitas Pengawas Korupsi yang juga disingkat KPK.

Ketiga warga yang diamankan itu berinisial MZ (35), MM (45), ML (47), warga Aceh Utara. Menurut Sufli, ketiganya mengaku berasal dari lembaga KPK yang merupakan singkatan dari Komunitas Pengawas Korupsi.

Ketiganya diketahui berangkat dari Kota Lhokseumawe hendak menuju ke Kota Banda Aceh. Setiba di Bireuen, mereka menghubungi sejumlah keuchik untuk meminta uang membeli bahan bakar kendaraan.

“Masih kita selidiki, apakah ada unsur pidana atau tidak,” tuturnya.

Oknum tersebut mendatangi kediaman sejumlah keuchik di Kecamatan Juli. Selain menanyakan berbagai persoalan anggaran dana desa, mereka juga memintai uang dengan dalih bantuan BBM, untuk berangkat ke Kota Banda Aceh.

Keuchik Teupin Mane, Abdul Jalil (58)  mengaku, sejak Sabtu sore rumahnya didatangi oknum LSM KPK itu. Karena sedang berada di kebun, akhirnya mereka kembali malam hari dan menjambangi lagi kediamannya.

Semula, tiga orang yang dijamu layaknya seorang tamu, menanyakan persoalan BUMG yang katanya bermasalah. Lantas, menanyai penyaluran BLT dan berbagai masalah dana desa. Tapi ujung-ujungnya mereka meminta uang, untuk biaya beli BBM kendaraan karena hendak ke Kota Banda Aceh.

Menurut Abdul Jalil, ketiga oknum ini juga pernah mendatanginya, sebelum bulan puasa dan karena terus memintai uang, akhirnya diberikan Rp 300 ribu. Parahnya, ternyata kini mereka kembali lagi, menyasar dirinya lagi untuk meminta uang.

Informasi yang diperoleh, saat ini ketiga warga itu telah diamankan ke Mapolres Bireuen. Kepolisian telah meminta keterangan dari sejumlah keuchik.(Ihkwati)

 

BAGIKAN