Rabu, 15 April 2026

Aneh, Manajer Bireuen FC Jadi Tersangka dan Dijerat dengan KUHPidana

KABAR BIREUEN – Unit Pidum Sat Reskrim Polres Bireuen telah telah memanggil dan memintai keterangan, T. Iskandar, sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana penganiayaan terhadap Afdhalul Fikar (wasit sepak bola), Senin (28/8/2017) kemarin.

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto, SE, SH, melalui Kasat Reskrim, Iptu Riski Adrian, SIK, dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, terkait perkara tersebut, sebelumnya juga sudah dimintai keterangan dari korban selaku pelapor dan beberapa orang saksi.

“Nantinya, kami juga akan memintai keterangan dari pihak PSSI. Hal ini, untuk mengetahui apakah tersangka termasuk dalam offisial tim atau tidak,” sebut Riski Adrian.

Ditanya kenapa masalah ini bisa diproses hukum dengan KUHPidana, sedangkan masalah pelanggaran di lapangan biasanya diproses di internal PSSI sendiri. Menurut Riski Adrian, pelanggaran tersebut bisa digolongkan ke dalam tindak pidana penganiayaan, karena kejadiannya setelah wasit mengacungkan kartu kuning.

“Saat tersangka melakukan tindak pidana penganiayaan, korban (wasit) sudah mengeluarkan kartu,” ungkapnya.

Karena itu, menurut Riski, tersangka bisa dijerat dengan Pasal 351 KUHPidana, tentang tindak pidana penganiayaan.

Sementara T. Iskandar kepada wartawan mengatakan, dia merasa heran dengan penetapan dirinya langsung sebagai tersangka. Apalagi, ini baru pertama kali dirinya dipanggil untuk dimintai keterangan.

Yang juga mengherankannya, berdasarkan surat panggilan tersebut, di situ hanya dicantumkan namanya. Tidak disebutkan di surat itu bahwa dalam permasalahan ini, T. Iskandar dalam kapasitasnya sebagai manajer Bireuen FC.

“Padahal, dalam permasalahan ini saya bukan dalam kapasitas pribadi. Tapi, saya sebagai manajer Bireuen FC. Saya masuk ke lapangan dan memprotes wasit tersebut, karena tidak becus memimpin pertandingan dan telah merugikan Bireuen FC yang saya manajeri. Hal itulah sebagai pemicunya, sehingga saya emosi dan secara reflek menamparnya,” jelas T. Iskandar.

Menurut pria yang akrab disapa Tuih ini, lazimya masalah pelanggaran yang terjadi di lapangan sepak bola, ada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang menanganinya. Bukan ditangani polisi dengan membawa masalah tersebut ke ranah hukum (KUHPidana).

“Ini kejadiannya di lapangan saat masih berlangsungnya pertandingan. Kecuali, kejadiannya di luar lapangan saat pertandingan sudah usai. Ini sangat aneh dan belum pernah terjadi dalam dunia persepakbolaan di tanah air,” sesal Tuih.

Insiden penamparan wasit tersebut, terjadi saat pertandingan antara Bireuen FC melawan Aceh Utara FC dalam laga lanjutan Liga 3 Nusantara Regional Aceh Grup B di Stadion Cot Gapu, 27 Juli 2017.

Wasit Afdhalul Fikar yang memimpin pertandingan saat itu, dinilai tidak adil dan merugikan Bireuen FC. Akibatnya, memicu kericuhan dan berujung terjadinya insiden penamparan  Afdhalul Fikar yang dilakukan Tuih. (Suryadi)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Ponpes Al Zahrah Jadi Tuan Rumah Seleksi Calon Mahasiswa Al Azhar dari Aceh

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pondok Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen terpilih sebagai tuan rumah untuk seleksi calon mahasiswa Al Azhar untuk gelombang ke 2...

Fakultas Teknik Umuslim Siapkan Mahasiswa KIP Jadi Duta Kampus

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Fakultas Teknik Universitas Almuslim (Umuslim) menggelar coffee morning yang mempertemukan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan jajaran pimpinan...

Usai Kebakaran Aspol Lamteumen Kembali Dibangun, Kapolda Aceh Sebut Bagian dari Pemenuhan Hak Dasar...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menyebut bahwa pembangunan asrama polisi (aspol) Lamteumen merupakan bagian dari pemenuhan hak...

BSI-ANTAM Gas Pol Industri Bullion, Dorong Ekosistem Emas Nasional Naik Kelas

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) tancap gas memperkuat industri bullion emas...

Pasca Banjir Bank Aceh Cetak Performa Positif, Aset Kini Rp29,89 Triliun

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Bank Aceh menunjukkan resiliensi yang luar biasa dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan...

KABAR POPULER

Ponpes Al Zahrah Jadi Tuan Rumah Seleksi Calon Mahasiswa Al Azhar dari Aceh

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pondok Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen terpilih sebagai tuan rumah untuk seleksi calon mahasiswa Al Azhar untuk gelombang ke 2...

Pemulihan Sawah Tak Kunjung Datang, Petani Pulo Iboih Kehilangan Penghasilan

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Puluhan hektare lahan persawahan di Gampong Pulo Iboih, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, masih terbengkalai hingga Senin (13/4/2026), meski bencana banjir...

Peringatkan Ancaman Banjir dan Longsor Susulan, HRD Serukan Selamatkan Hutan Aceh

0
KABAR BIREUEN, Pidie — Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud (HRD), mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem hutan di Aceh sebagai langkah mendesak untuk...

Fakultas Teknik Umuslim Siapkan Mahasiswa KIP Jadi Duta Kampus

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Fakultas Teknik Universitas Almuslim (Umuslim) menggelar coffee morning yang mempertemukan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan jajaran pimpinan...

16 Dosen FKIP UNIKI Bireuen Lolos Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2026, Bukti Lonjakan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen. Sebanyak 16 dosen berhasil...