KABAR BIREUEN – Bupati Bireuen, H. Saifannur, S.Sos, mengharapkan kepada masyarakat, agar dapat memahami andai kampus Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) tidak jadi dibangun di Bireuen.
Sebab, rencana pembangunan kampus IPDN di Bireuen, bukanlah ‘mimpi’ dirinya saja. Namun, itu keinginan dari seluruh masyarakat Kabupaten Bireuen.
Hal tersebut disampaikan Bupati Saifannur kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (17/9/2018).
“Ini bukan mimpi saya. Tapi, keinginan masyarakat Bireuen. Saya juga tidak bisa mendikte, IPDN harus dibangun di Bireuen karena itu ranah Mendagri dan IPDN,” tegas Saifannur.
Menurut dia, rencana pembangunan IPDN Regional Aceh di Bireuen disampaikan oleh Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf setelah dirinya dilantik sebagai Bupati Bireuen.
Saat itu, kata Saifannur, Irwandi menanyakan, apakah Pemerintah Kabupaten Bireuen sanggup menyediakan lahan untuk lokasi pembangunan kampus IPDN di Bireuen.
Harapan dari Gubernur Irwandi waktu itu, sebut Saifanur, kemudian dimusyawarahkan dengan pihak legislatif dan pihak terkait lainnya, agar sekolah pamong itu dapat berdiri di Bireuen.
“Pak Gubernur kita Irwandi Yusuf sedang tersandung masalah dan kita doakan cepat tuntas,” ujar Saifannur.
Seperti telah diberitakan Kabar Bireuen sebelumnya, melalui surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 892./6765 SJ yang ditujukan kepada Gubernur Aceh, pada poin 2 disebutkan, secara umum calon lokasi kampus IPDN di Kabupaten Bireuen, belum memenuhi kriteria untuk dibangun kampus IPDN Regional Aceh. (Rizanur)










