Senin, 29 Juni 2026

Transparansi di Baitul Mal Bireuen Menjadi Harga Mati

Oleh: Rizki Dasilva

Kepala SMAIT Entrepreneur Muhammadiyah Bireuen

ZAKAT, infak, dan sedekah (ZIS) bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga simbol solidaritas umat. Di Bireuen, Baitul Mal sebagai pengelola dana Zis memikul tanggung jawab besar: memastikan setiap rupiah sampai ke tangan yang tepat. Sayangnya, tanpa transparansi, kepercayaan masyarakat bisa terkikis.

Di era digital ini, publik menuntut akuntabilitas. Baitul Mal Bireuen harus menjadi garda terdepan dalam mengubah dana sosial menjadi program nyata, seperti bantuan pendidikan dan kesehatan, dengan prinsip open book.

Termasuk di dalamnya, bantuan modal usaha untuk pengusaha kecil dan bantuan rumah bagi fakir miskin harus dikawal ketat agar tak ada celah korupsi.

Transparansi adalah pilar kepercayaan. Saya menyarankan kedepan baitul mal bireuen setiap muzakki bisa melacak dana mereka secara real-time, seperti memantau paket online. Al-Qur’an tegas menyebut, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu” (QS Al-Anfal: 27).

Baitul Mal wajib merespons ayat ini dengan laporan keuangan terbuka, auditan independen, dan publikasi program secara rutin.

Khusus untuk bantuan modal usaha dan perbaikan rumah kaum dhuafa, transparansi harus menjadi harga mati. Jangan sampai ada “pemotongan” dana atau main DP atau alokasi fiktif yang merugikan penerima. Ini rejekinya orang fakir, sayangi mereka.

Sebenarnya , transparansi bisa mendongkrak partisipasi masyarakat. Ketika warga Bireuen yakin dana ZIS dikelola profesional, mereka akan berlomba memberi.

Contohnya, di Aceh Besar, Baitul Mal setempat berhasil meningkatkan penerimaan zakat 40% hanya dengan meluncurkan portal transparansi.

Mereka juga mencatatkan setiap penerima bantuan modal dan renovasi rumah dalam database publik, sehingga para muzakki bisa melihat langsung dampak sumbangan mereka.

Sebaliknya, ketidakjelasan aliran dana akan memicu skeptisisme. Jangan sampai Bireuen tertinggal hanya karena ragu membuka data! Apalagi kita penduduk kedua terbanyak di provinsi Aceh.

Kedepan baitul bireuen wajib ada web atau portal digital yang mendukung Akuntabilitas dan transparansi.

Harus ada Data base penerima zakat dan juga memiliki menu lengkap seperti (Bayar zakat online, kalkulator zakat, konsultasi zakat dll). Portal dan web ini juga menjadi tameng dari penyalahgunaan.

Dana ZIS adalah “darah” bagi mustahik; bocor sedikit saja, nyawa sosial bisa terancam. Bantuan modal usaha yang diselewengkan akan membunuh harapan pengangguran bangkit mandiri. Sedangkan korupsi dana bantuan rumah hanya memperpanjang nestapa fakir miskin.

Transparansi meminimalisir risiko korupsi, kolusi, atau kesalahan administrasi. Baitul Mal Bireuen perlu membentuk tim pengawas yang melibatkan tokoh agama, akademisi, dan masyarakat sipil, untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Misalnya, verifikasi penerima bantuan rumah harus melibatkan Geucyik Ketua Dusun dan lembaga independen, sementara pelatihan usaha wajib disertai laporan progres yang bisa diakses publik. Begitu setiap bantuan UMKM harus ada pendampingan.

Sudah saatnya Baitul Mal Bireuen menjadi pelopor perubahan. Langkah konkret seperti merilis laporan bulanan di website, mengadakan forum pertanggungjawaban publik, atau menggunakan blockchain untuk pencatatan dana bisa menjadi terobosan.

Dengan transparansi ekstra pada program bantuan produktif dan rumah layak huni, Bireuen bisa menjadi contoh daerah yang memutus mata rantai kemiskinan tanpa cela.

Dengan cara ini, Bireuen tak hanya memakmurkan ekonomi umat, tetapi juga mencontohkan tata kelola ZIS berintegritas. Mari dorong Baitul Mal Bireuen menjadi garda mengentaskan kemiskinan dan terbuka agar setiap rupiah ZIS menjadi investasi akhirat yang tak pernah rugi! [*]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Sekda Aceh dan PLN Pusat Bahas Prospek Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Aceh

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menghadiri pertemuan yang membahas prospek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Aceh bersama...

UNIKI dan Forum PLKP Jalin Kemitraan Strategis, Buka Peluang Magang dan Sertifikasi Kompetensi bagi...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (Forum PLKP) melalui...

Tenggelam Saat Mencari Tiram di Tambak Gampong Alue Kuta, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia

0
KABAR BIREUEN, Jangka–Seorang anak laki-laki berusia enam tahun, Muhammad Altaf, warga Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia setelah tenggelam tambak ikan...

Menaker: Standar Kerja Layak Era Digital akan Jadi Acuan Penguatan Regulasi Ketenagakerjaan

0
KABAR BIREUEN, Majalengka – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan Konvensi Internasional Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tentang kerja layak di era digital akan menjadi acuan dalam...

Menang Dramatis 4-3 atas Persas Sabang, PSSB Bireuen U-12 Raih Juara III Piala Presiden...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Tim PSSB Bireuen Junior Usia 12 Tahun (U-12) berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara ketiga pada Festival Sepak Bola...

KABAR POPULER

Lantik 173 Pejabat, Bupati Bireuen Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan, Kalau Ketahuan Dicopot

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 173 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Jumat (26/6/2026) sore di...

Sudah Dua Bulan Diproses, Polres Bireuen Belum Tetapkan Status Hukum Kasus Dugaan Penghinaan Wartawan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Zulfikar Muhammad, kuasa hukum M. Ilham bin Sakubat, wartawan wilayah liputan Bireuen, mendesak Polres Bireuen segera memberikan kepastian hukum atas...

Tenggelam Saat Mencari Tiram di Tambak Gampong Alue Kuta, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia

0
KABAR BIREUEN, Jangka–Seorang anak laki-laki berusia enam tahun, Muhammad Altaf, warga Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia setelah tenggelam tambak ikan...

Menang Dramatis 4-3 atas Persas Sabang, PSSB Bireuen U-12 Raih Juara III Piala Presiden...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Tim PSSB Bireuen Junior Usia 12 Tahun (U-12) berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara ketiga pada Festival Sepak Bola...

Desak Bahlil Batalkan PoD Blok Andaman, Warga Aceh Demo Kementerian ESDM

0
KABAR BIREUEN, Jakarta– Aksi damai ratusan warga Aceh dari paguyuban Taman Iskandar Muda (TIM) digelar depan Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta...