Sabtu, 2 Mei 2026

Soroti Minimnya Perhatian terhadap Disabilitas dan Anak Korban Kekerasan, Ketua HWDI Aceh : Kami Sering Dibola-bolai

KABAR BIREUEN, Bireuen — Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Aceh, Yulidar menyampaikan keprihatinannya terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi penyandang disabilitas dan anak-anak korban kekerasan di daerah tersebut.

Menurutnya, penyandang disabilitas kerap kali hanya menjadi pelengkap dalam forum-forum seperti Musrenbang.

Tak hanya itu, dia juga merasa selama ini  penyandang disabilitas kesulitan dalam mengurus bantuan sosial (Bansos) dari Dinas Sosial karena sering kali dibola-bolain ke sana ke mari.

“Kami sering dibola-bola dari desa ke Dinas Sosial saat kami ke Dinsos diarahkan ke desa, begitu  bertanya pada aparatur desa katanya di Dinsos,” sebut Yuli kecewa, saat hearing yang digelar GeRAK dengan SKPK di Bireuen, Jumat (23/5/2025).

Jikapun kemudian keuchik memasukan nama penyandang disabilitas untuk menerima bantuan, ditaruh di list dibawah urutan sepuluh ke bawah.

“Akibatnya jika ada kebijakan yang diambil pemerintah, penerima bantuan hanya 10 orang, otomatis mereka gak dapat,” ungkapnya.

Yuli juga menyoroti aksebilitas untuk disabilitas yang dibuat tanpa melihatkan mereka. Tidak ada struktur pembangunan yang benar-benar berpihak pada disabilitas.

“Seperti yang dibuat di Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapul) Bireuen. Bahkan bagi yang non-disabilitas saja terasa curam, apalagi kami,” ujar Yuli.

Yuli juga mengkritisi pelaksanaan program Kabupaten Layak Anak, yang dinilainya masih jauh dari kenyataan. Ia mengungkapkan bahwa kasus pelecehan seksual terhadap anak di Bireuen tergolong tinggi, sementara pelaksanaan Qanun Perlindungan Anak (UUPPKS) masih berbenturan dengan qanun lain yang berlaku.

“Banyak anak-anak penyintas kekerasan, tapi tidak ada akomodasi yang memadai untuk menyembuhkan trauma mereka. Anggaran pun tidak ada. Penanganannya juga dibuat asal-asalan karena tidak serius,” tambahnya.

Dikatakan Yuli, setiap tahun penyandang disabilitas semakin bertambah, bisa akubat penyakit dan kecelakaan. Saat ini disabilitaa di Bireuen sebanyak 1.089 orang.

Ia mengharapkan Baitul Mal agar memplotkan dana yang dapat digunakan untuk penyintas disabilitas korban kekerasan, namun proses pendampingannya tidak singkat.

“Trauma itu tidak selesai dalam sehari dua hari. Kami dampingi, kadang berbulan-bulan,” katanya.

Yuli juga mencatat minimnya perhatian bagi anak-anak dengan autisme dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

“Anak-anak ini seharusnya bisa pulih dari traumanya dan berkembang, tapi tidak ada dukungan berarti. Bahkan bantuan dana fakir miskin pun tidak tepat sasaran,” ungkapnya.

Menyinggung kembali program Kabupaten Layak Anak, Yuli menggambarkan kondisi di lapangan seperti fenomena gunung es.

“Di permukaan tampak baik, tapi di bawahnya penuh permasalahan,” tutupnya.

Karena itu, dibutuhkan komitmen nyata, kebijakan yang inklusif, serta anggaran yang memadai untuk mewujudkan perlindungan sejati bagi kelompok rentan di Kabupaten Bireuen. (Ihkwati)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Dirjen LIP Apresiasi Anggota DPR TA Khalid Atas Percepatan Rehab Lahan Pertanian Paska Bencana

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Direktur Jenderal Lahan Dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementerian Pertanian RI Dr Ir Hermanto MP mengapresiasi Anggota Komisi IV DPR...

Gen Z Melek Investasi, BSI Hadirkan Cicil Emas lewat BYOND

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Tren kepemilikan emas menjadi salah satu alternatif masyarakat untuk berinvestasi dengan aman dan mudah dijangkau. Menjawab keinginan dan kebutuhan...

Jelang May Day 2026, Polda Aceh Simulasikan Pengamanan dan Pelayanan Humanis

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Polda Aceh menggelar simulasi Sistem Pengaman Kota (Sispamkota) sebagai bentuk kesiapan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pada peringatan Hari...

Momentum PID 2026, Pemkab Bireuen Beri Penghargaan kepada 50 Anak Berstatus Imunisasi Dasar Lengkap

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -  Sebanyak 50 anak dengan status Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bersama lima penanggung jawab program imunisasi menerima piagam penghargaan dari Pemerintah...

Pastikan Percepatan Pembangunan, Bupati Bireuen Tinjau Progres Empat Proyek Infrastruktur APBN

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, turun langsung ke lapangan meninjau progres empat proyek infrastruktur vital yang dibiayai APBN, Rabu (29/4/2026). Peninjauan...

KABAR POPULER

Sisa Uang Pengganti dari Terpidana Muslem Syamaun, Kajari Bireuen: Tunggu Jadwal Pelelangan KPKNL

0
KABAR BIREUEN,Bireuen- Terkait perkembangan Tindak Lanjut Uang Pengganti (UP) Terpidana Muslem Syamaun S.Sos dalam kasus penggelapan Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)...

Dedikasinya untuk Pendidikan, Dokter Athaillah A Latief Dianugerahi Penghargaan Sahabat PWI

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Atas dedikasi dan kontribusinya yang konsisten dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Bireuen, dr. Athaillah A. Latief, Sp.OG, dianugerahi penghargaan...

Jelang May Day 2026, Polda Aceh Simulasikan Pengamanan dan Pelayanan Humanis

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Polda Aceh menggelar simulasi Sistem Pengaman Kota (Sispamkota) sebagai bentuk kesiapan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pada peringatan Hari...

Momentum PID 2026, Pemkab Bireuen Beri Penghargaan kepada 50 Anak Berstatus Imunisasi Dasar Lengkap

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -  Sebanyak 50 anak dengan status Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bersama lima penanggung jawab program imunisasi menerima piagam penghargaan dari Pemerintah...

Rp22,1 Miliar Jadup untuk Korban Banjir di Bireuen Mulai Dicairkan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mulai menyalurkan bantuan jatah hidup (jadup) bagi korban banjir dan tanah longsor dengan total anggaran mencapai...