Soroti Minimnya Perhatian terhadap Disabilitas dan Anak Korban Kekerasan, Ketua HWDI Aceh : Kami Sering Dibola-bolai

KABAR BIREUEN, Bireuen — Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Aceh, Yulidar menyampaikan keprihatinannya terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi penyandang disabilitas dan anak-anak korban kekerasan di daerah tersebut.

Menurutnya, penyandang disabilitas kerap kali hanya menjadi pelengkap dalam forum-forum seperti Musrenbang.

Tak hanya itu, dia juga merasa selama ini  penyandang disabilitas kesulitan dalam mengurus bantuan sosial (Bansos) dari Dinas Sosial karena sering kali dibola-bolain ke sana ke mari.

“Kami sering dibola-bola dari desa ke Dinas Sosial saat kami ke Dinsos diarahkan ke desa, begitu  bertanya pada aparatur desa katanya di Dinsos,” sebut Yuli kecewa, saat hearing yang digelar GeRAK dengan SKPK di Bireuen, Jumat (23/5/2025).

Jikapun kemudian keuchik memasukan nama penyandang disabilitas untuk menerima bantuan, ditaruh di list dibawah urutan sepuluh ke bawah.

“Akibatnya jika ada kebijakan yang diambil pemerintah, penerima bantuan hanya 10 orang, otomatis mereka gak dapat,” ungkapnya.

Yuli juga menyoroti aksebilitas untuk disabilitas yang dibuat tanpa melihatkan mereka. Tidak ada struktur pembangunan yang benar-benar berpihak pada disabilitas.

“Seperti yang dibuat di Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapul) Bireuen. Bahkan bagi yang non-disabilitas saja terasa curam, apalagi kami,” ujar Yuli.

Yuli juga mengkritisi pelaksanaan program Kabupaten Layak Anak, yang dinilainya masih jauh dari kenyataan. Ia mengungkapkan bahwa kasus pelecehan seksual terhadap anak di Bireuen tergolong tinggi, sementara pelaksanaan Qanun Perlindungan Anak (UUPPKS) masih berbenturan dengan qanun lain yang berlaku.

“Banyak anak-anak penyintas kekerasan, tapi tidak ada akomodasi yang memadai untuk menyembuhkan trauma mereka. Anggaran pun tidak ada. Penanganannya juga dibuat asal-asalan karena tidak serius,” tambahnya.

Dikatakan Yuli, setiap tahun penyandang disabilitas semakin bertambah, bisa akubat penyakit dan kecelakaan. Saat ini disabilitaa di Bireuen sebanyak 1.089 orang.

Ia mengharapkan Baitul Mal agar memplotkan dana yang dapat digunakan untuk penyintas disabilitas korban kekerasan, namun proses pendampingannya tidak singkat.

“Trauma itu tidak selesai dalam sehari dua hari. Kami dampingi, kadang berbulan-bulan,” katanya.

Yuli juga mencatat minimnya perhatian bagi anak-anak dengan autisme dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

“Anak-anak ini seharusnya bisa pulih dari traumanya dan berkembang, tapi tidak ada dukungan berarti. Bahkan bantuan dana fakir miskin pun tidak tepat sasaran,” ungkapnya.

Menyinggung kembali program Kabupaten Layak Anak, Yuli menggambarkan kondisi di lapangan seperti fenomena gunung es.

“Di permukaan tampak baik, tapi di bawahnya penuh permasalahan,” tutupnya.

Karena itu, dibutuhkan komitmen nyata, kebijakan yang inklusif, serta anggaran yang memadai untuk mewujudkan perlindungan sejati bagi kelompok rentan di Kabupaten Bireuen. (Ihkwati)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Mahasiswa PAI FAI UNIKI Berprestasi di MQMN 2026, Raih Juara III Cabang Khat Dekorasi...

0
KABAR BIREUEN, Padang — Mudawali Al Khalidi, mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Islam Kebangsaan Indonesia...

Kapolri Tegaskan Penegakan Hukum dan Pemadaman Karhutla

0
KABAR BIREUEN, Jakarta — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan, Polri terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penegakan hukum, pemadaman...

Kalahkan Gandapura Lewat Adu Penalti, Jangka Juara Piala Bupati Bireuen 2026

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T, secara resmi menutup Kejuaraan Sepak Bola Antar Kecamatan Piala Bupati Bireuen 2026, dalam...

Jalan Meunasah Pulo – Matang Pasi Peudada Diaspal Tahun Ini

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen telah mengalokasikan anggaran Rp1,4 miliar pada APBK Perubahan Tahun Anggaran 2026 untuk pengaspalan Jalan Meunasah Pulo...

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Polres Bireuen Bersama TNI dan Instansi Terkait Latihan Penanggulangan Bencana Banjir

0
KABAR BIREUEN, Bireuen– Polres Bireuen bersama TNI dan instansi terkait menggelar latihan penanggulangan bencana alam banjir yang berlangsung di Makodim 0111/Bireuen dan Paya Santewan,...

KABAR POPULER

Tekuk Samalanga 3-1, Gandapura Hadapi Jangka di Final Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang-Tim Kecamatan Gandapura memastikan langkah ke final Kejuaraan Sepak Bola Antar Kecamatan Piala Bupati Bireuen 2026 setelah menyingkirkan Kecamatan Samalanga dalam laga...

Launching Program Integrasi Layanan Primer, Bupati Bireuen Tekankan Seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Terapkan...

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T melaunching program Integrasi Layanan Primer (ILP) Kabupaten Bireuen 2026, ditandai dengan penabuhan rapa'i...

Diikuti Santri dan Alumni Dayah, Bupati Bireuen Buka Pendidikan Kader Ulama 2026

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang -Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bireuen menggelar Pendidikan Kader Ulama (PKU) Tahun 2026. Pendidikan kader ulama bagi santri dan alumni dayah...

Ceulangiek Siap Perjuangkan Qanun Khusus, Masjid di Aceh Diusulkan Berada di Bawah DSI

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari daerah pemilihan Bireuen, Rusyidi Mukhtar atau yang akrab disapa Ceulangiek, menyatakan siap memperjuangkan...

Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja Lokal, HRD Berkolaborasi dengan BJKW Aceh Gelar Pelatihan Jasa...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ruslan M. Daud, S.E., M.A.P. (HRD), mendorong peningkatan kompetensi...