KABAR BIREUEN, Bireuen – Ratusan peserta terdiri siswa dan guru dari sejumlah sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) dalam Kabupaten Bireuen, mengikut Pelatihan Anti Bullying atau Perundungan.
Pelatihan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, guna membekali siswa dan guru dengan pemahaman tentang dampak negatif dan pencegahan bullying atau perundungan.
Pelatihan itu dibuka Kepala Disdikbud Bireuen, Dr, Muslim, M.Si, diwakili Sekretaris Dinas, Zamzami, S.Pd., M.M, di Aula SPNF – SKB Disdikbud setempat, Selasa 28 Oktober 2025.
Dalam arahannya Zamzami menyampaikan, pelatihan pencegahan anti bullying atau perundungan ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi semua siswa.
Dengan upaya kolaboratif antara sekolah, siswa, guru, dan orang tua, bullying dapat dicegah, sehingga semua siswa bisa belajar dan berkembang tanpa merasa terancam.
Zamzami mengharapkan, disetiap sekolah jangan ada terjadinya bullying dan kepada para guru diharapkan untuk memberikan bimbingan dan konseling anti-bullying kepada siswa guna membangun lingkungan sekolah yang aman dan positif.
“Setiap siswa memiliki hak untuk merasa aman dan dihargai dan stop bullying,” tutup Zamzami.
Sebelumnya panitia kegiatan pelatihan, Dewi Sri Maharani, ST., MM melaporkan, kegiatan ini dilaksanakan berawal dari keprihatinan terhadap masih adanya perilaku perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

Baik itu dalam bentuk ejekan, kekerasan fisik, pengucilan terhadap teman sebaya maupun bentuk perbuatan bersifat negatif lainnya.
Untuk itu, Disdikbud Bireuen berinisiatif melaksanakan kegiatan pelatihan anti bullying ini, sebagai langkah preventif agar peserta didik memahami bahaya bullying dan mampu menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Selain itu, tujuan dari pelatihan anti bullying ini yaitu, memberikan pemahaman kepada siswa tentang apa itu bullying dan dampak negatifnya.
Kemudian, menumbuhkan rasa empati, saling menghormati, dan sikap tolong-menolong antar teman dan membentuk karakter siswa agar menjadi pelopor anti-bullying di lingkungan sekolah.
Disebutkan pelatihan anti bullying ini pesertanya adalah siswa dan guru dari sejumlah sekolah jenjang SD yang ada dalam Kabupaten Bireuen, berjumlah 300 peserta terdiri guru 100 orang dan siswa 200 orang
“Dari jumlah peserta tersebut mereka dibagi dalam dua ruangan, yaitu di Aula utama SPNF-SKB dan di Aula Disdikbud,” jelasnya.
Pelatihan anti bullying ini dilaksanakan selama dua hari 28-29 Oktober 2025, menghadirkan dua narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, yakni Raslina, M.Pd dan Wahyuni.
“Kedua narasumber tersebut memiliki pengalaman dalam bidang pendidikan karakter dan pencegahan kekerasan di sekolah,” pungkasnya. (Hermanto)












