KABAR BIREUEN, Bireuen — Sejumlah wartawan liputan Kabupaten Bireuen yang terdampak bencana banjir dan longsor, menerima bantuan paket sembako dari Aliansi Dosen Akademik dan Kevokasian Seluruh Indonesia (ADAKSI).
Bantuan ini sebagai wujud empati dan kepedulian para dosen yang tergabung dalam ADAKSI kepada jurnalis terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Aceh.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua ADAKSI Aceh, Hamdani, SE., MSM, di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bireuen, Kamis (25/12/2025) sore.
Hamdani menyampaikan, para jurnalis memiliki peran penting dalam menyuarakan berbagai isu publik, termasuk perjuangan dosen dalam memperjuangkan hak tunjangan kinerja (tukin).
BACA JUGA: ADAKSI Aceh Resmi Terbentuk, Siap Perjuangkan Hak Tukin Dosen ASN
“Ini bentuk perhatian dan empati kami kepada rekan-rekan jurnalis yang selama ini juga banyak membantu perjuangan dosen, khususnya dalam pemberitaan terkait tukin,” ujar Hamdani yang juga dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL).
Dia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban para jurnalis yang terdampak, sekaligus mempererat hubungan antara insan pers dengan kalangan akademisi.
Sementara itu, perwakilan wartawan Bireuen, Suryadi, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan ADAKSI. Dia menilai, bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian yang sangat berarti di tengah situasi sulit pascabencana.
“Kami mengucapkan terima kasih atas empati dan kepedulian dari ADAKSI. Semoga silaturahmi antara wartawan dan dosen, khususnya yang tergabung dalam ADAKSI, terus terjaga dengan baik,” kata mantan Ketua PWI Bireuen dua periode itu.
BACA JUGA: HRD Desak Pemerintah Segera Bayar Tukin Dosen ASN Kemendiktisaintek
Adapun paket bantuan yang disalurkan berupa beras, telur, mie instan, dan minyak goreng. Sebanyak 12 wartawan liputan Bireuen terdampak bencana banjir, tercatat sebagai penerima bantuan tersebut.
Sebelumnya, ADAKSI DPW Aceh juga telah menyalurkan donasi dari dosen se-Indonesia ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, seperti Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe.
Penyaluran tahap akhir direncanakan menyasar wilayah Aceh Tamiang, salah satu daerah terdampak banjir terparah. Donasi masih dibuka hingga 31 Desember 2025. (Red)











