KABAR BIREUEN– Satgas Opster TNI Ta.2018 sosialisasi penerimaan calon prajurit TNI-AD melalui jalur taruna-taruni Akademi Militer (Akmil), penerimaan Bintara dan Tamtama Prajurit karier.
Sosialisasi dilaksanakan di SMAN 1 Peusangan, SMAN 2 Peusangan, MAN Peusangan dan SMAN1 Gandapura, Kamis (19/7/2018).
Dalam sosialisasi ini, Kepala Ajudan Jendral (Ka Ajenrem ) Korem 011/Lilawangsa Mayor Caj Waryono yang didampingi, Letda Caj Erwinsyah Putra mengatakan, bagi adik-adik yang mempunyai cita-cita menjadi anggota TNI-AD, dalam penerimaan calon Prajurit TNI AD, baik dalam jenjang pendidikan apapun sama sekali tidak dipungut biaya,
“Oleh karena itu, kepada putra putri yang berminat menjadi anggota TNI agar berhati-hati dan tidak mudah percaya apabila ada oknum yang menjanjikan kelulusan dalam penerimaan calon Prajurit TNI AD dengan imbalan uang,” katanya.
Dalam Sosialisasi tersebut diputarkan juga video tentang rekrutmen calon Prajurit TNI mulai dari seleksi, pendidikan dasar, kemudian pendidikan kecabangan di lingkungan TNI AD.
Sosialisasi ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan pratriotisme siswa-siswi, serta untuk menarik minat para generasi muda tersebut untuk bergabung menjadi Prajurit TNI.
Disamping memutarkan video, selama sosialisasi tersebut juga dijelaskan tentang persyaratan umum yang harus dilengkapi saat mendaftar jadi prajurit TNI-AD.
Diantaranya harus Warga Negara Indonesia (WNI), beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45, berumur 18-22 tahun, tidak memiliki catatan kriminal dan sehat jasmani rohani. (REL)











