KABAR BIREUEN- Komunitas Kami Peduli Bireuen (KPB) bersama Lembaga Maitri Karuna Jaya Matangglumpangdua Peusangan melakukan bakti sosial, mengantar sembako dan memberikan pengobatan gratsi serta pemeriksaan kesehatan kepada keluarga miskin di pedalaman Buket Sudan, Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Rabu (25/12/2019).

Mawardi yang menetap di Dusun Alue Ie Cukoe, pedalaman Buket Sudah tersebut tinggal bersama dua orang Istri dan 9 anak. Dua diantaranya masih bayi, dan tinggal di dalam satu rumah yang sama.

Koordinator KPB, Deni Putra SE, MM menyebutkan, tujuan Tim KPB ke tempat tersebut selain mengantar sembako juga  untuk mengajak turun ke desa agar anak-anaknya dapat mendapat pendidikan yang layak.

“Kita sudah komunikasi dan bujuk Pak Mawardi, setelah tim berkomunikasi mereka tetap bersi keras tidak mau trn, alasannya tidak mempunyai tanah dan tempat tinggal. Pihak desa sedang mengupayakan tanah untuk bisa kita bangun rumah kepada keluarga ini,” ungkapnya.

KPB juga menyerahkan bantuan uang tunai yang dikumpulkan secara spontan dari sumbangan rombongan yang berjumlah lebih kurang 30 orang itu, yang turut juga didampingi Keuchik setempat, Afifuddin.

Sementara itu, Ketua Lembaga Maitri Karuna Jaya Matangglumpangdua, Elvi Suifong menyebutkan, apa yang dilakukan lembaganya merupakan wujud kepedulian dengan melaksanakan Bakti sosial kesSalah satu keluarga yang berada di pedalaman Buket Sudan tersebut.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Ketut Panji Budiawan, SH.,S.Ag.,M.M.

Ketut Pannji Budiawan pada kesempatan itu mengatakan, kegiatan yang dilakukan tersebut murni aksi sosial untuk membantu sesama.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa dilanjutkan di tempat yang lain dan semoga dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan,” harapnya.

Sebelumnya pada 1 Desember 2019 lalu, KPB juga telah menyerahkan sembako kepada keluarga tersebut, namun karena medan yang sulit dilalui saat itu karena cuaca yang tak mendukung serta baru saja hujan, hanya sampai ke desa saja dan bantuan diserahkan di desa Buket Sudan.

Keluarga tersebut tinggal di rumah tidak layak huni berjarak sekitar 30 kilometer arah selatan Meunasah Desa Buket Sudan atau hampir 50 km lebih dari Keude Matanggulumpang Dua, Peusangan.

Waktu yang ditempuh ke lokasi tersebut selama kurang lebih 3 jam, dengan medan yang sulit melewati bukit-bukit dan jalan menanjak di areal kebun sawit yang terbentang luas.

Keluarga tersebut bernama Mawardi (45) istri pertama bernama Agusmiati (45) dan istri kedua bernama Nurmasyitah (32).

Sembilan anaknya masing-masing berusia 12 tahun, 10 tahun, 8 tahun, 5 tahun 2 tahun, 6 bulan,  bayi berusia 15 hari serta seorang lagi adik dari Mawardi yaitu Anwar (35) mengalami gangguan jiwa.

Satu suami hidup bersama dua istri dalam satu rumah, ketujuh anaknya tidak bersekolah dan mendapat pendidikan, mereka sudah 8 tahun menetap di tempat itu untuk berkebun. (Ihkwati)

 

BAGIKAN