Pulihkan Semangat Anak Pascabencana, Himpunan Mahasiswa Prodi Hukum UNIKI Gelar Festival Permainan Tradisional di Balee Panah

KABAR BIREUEN, Juli – Permainan tradisional tak sekadar menjadi ajang perlombaan bagi anak-anak di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Festival permainan tradisional yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Sabtu (15/8/2026), juga menjadi ruang bermain sekaligus pemulihan psikososial bagi anak-anak terdampak banjir.

Mengusung tema “Bermain untuk Pulih, Berbudaya untuk Bangkit”, kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Desa Balee Panah itu menghadirkan suasana ceria bagi anak-anak dan masyarakat setempat.

Ketua Panitia, Ismatur Rahmi, mengatakan, festival tersebut tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga menjadi sarana membantu anak-anak korban bencana memulihkan semangat melalui aktivitas bermain.

“Festival ini bertujuan sebagai sarana pemulihan psikososial melalui permainan tradisional bagi anak-anak korban bencana banjir meteorologi yang melanda Aceh,” kata Ismatur Rahmi.

Menurutnya, permainan tradisional dipilih karena mampu menghadirkan suasana menyenangkan sekaligus mengenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda.

“Kami ingin menghadirkan ruang bermain yang menyenangkan sekaligus mengenalkan kembali budaya permainan tradisional kepada anak-anak,” ujarnya.

Ia berharap permainan tradisional kembali diminati anak-anak sehingga tidak semakin tergerus perkembangan teknologi dan perubahan pola bermain.

Festival tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UNIKI, Dr. H. Kamaruddin, M.M., yang membuka kegiatan, mengapresiasi inisiatif mahasiswa Program Studi Hukum UNIKI.

Menurutnya, permainan tradisional memiliki nilai edukasi dan sosial yang penting bagi tumbuh kembang anak, terutama dalam membangun kebersamaan, interaksi sosial, sportivitas, dan kreativitas.

“Permainan tradisional saat ini sudah hampir hilang di tengah perkembangan zaman. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menghidupkan kembali permainan tradisional di tengah masyarakat,” kata Kamaruddin.

Sementara itu, Keuchik Balee Panah, Tgk. Muntazar, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa UNIKI yang telah memilih desanya sebagai lokasi pelaksanaan festival.

Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi anak-anak sekaligus masyarakat Desa Balee Panah.

Bangkitkan Semangat Anak Pascabencana

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi bertema “Membangkitkan Semangat Pascabencana” yang disampaikan Rahmat Hidayat, S.P., M.Pd., dari bidang Kemahasiswaan UNIKI.

Materi dikemas secara interaktif melalui permainan tebak-tebakan yang membuat anak-anak antusias dan terhibur. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya menciptakan suasana positif untuk membangun kembali semangat anak-anak setelah menghadapi situasi bencana.

Rahmat juga mengenalkan berbagai permainan tradisional kepada peserta. Ia menekankan pentingnya mengenalkan permainan tersebut sejak dini karena tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan kerja sama, kebersamaan, sportivitas, kreativitas, dan nilai-nilai budaya.

“Anak-anak harus mulai mengenal berbagai jenis permainan tradisional. Selain menyenangkan, permainan tradisional juga mengajarkan kebersamaan, kerja sama, sportivitas, kreativitas, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh generasi sebelumnya,” jelasnya.

Dalam festival itu, sejumlah permainan tradisional diperlombakan, yakni Terompah Panyang, Galah Kandang, Silop Bruek, Layangan, Tarek Situek, dan Sye (Klep).

Kegiatan berlangsung meriah. Anak-anak dan masyarakat Desa Balee Panah tampak antusias mengikuti maupun menyaksikan perlombaan.

Selain menjadi hiburan, festival tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan generasi muda sekaligus memperkuat semangat anak-anak pascabencana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Penata Layanan Operasional Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen Irnawati, S.Pd., perangkat Desa Balee Panah, Dosen Pembimbing Imam Taufik Harahap, S.H., M.Si. dan Dian Eriani, S.H., M.H., Finalis Agam Inong Bireuen 2026, serta masyarakat setempat. (Red) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Di Hadapan DPD RI, Bupati Mukhlis Ungkap Beratnya Pemulihan Bireuen Pascabencana

0
KABAR BIREUEN, Batam – Pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Bireuen masih menghadapi persoalan serius. Dari sekitar 15.000 hektare lahan sawah yang terdampak, saat ini...

Kawal Pembenahan Stasiun Bogor, HRD Tegaskan Keselamatan Penumpang Harus Diprioritaskan

0
KABAR BIREUEN, Bogor – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD), menegaskan akan mengawal pembenahan sarana dan prasarana perkeretaapian agar...

Kapolres Bireuen Buka Pelatihan Kehumasan, Tekankan Personel Miliki Kemampuan Komunikasi Publik

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Guna mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat secara cepat, tepat, akurat, transparan, dan bertanggung jawab, Kepolisian Resor (Polres) Bireuen mengadakan Pelatihan...

Kapolda Aceh Pimpin Sertijab Dua PJU dan Lima Kapolres Jajaran

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sebanyak dua pejabat utama (PJU) dan lima kapolres resmi mengemban amanah baru setelah mengikuti upacara serah terima jabatan (sertijab)...

Bukan Sekadar Menulis: Saatnya Mahasiswa Jadi Penjaga Kebenaran di Era Digital

0
Oleh: Ismatur Rahmi Sekretaris UKM LENSA PERS UNIKI DI ERA derasnya arus informasi digital, setiap orang kini dapat menjadi penyebar berita. Hanya dengan sebuah telepon genggam,...

KABAR POPULER

BGN Wacanakan MBG Dikelola Kantin Sekolah, Relawan SPPG: Jangan Biarkan Kami Kembali Jadi Pengangguran

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Wacana Badan Gizi Nasional (BGN) melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai reaksi pihak Satuan Pelayanan...

SPPG Keude Matang Glumpang Dua: Wacana Kantin MBG Perlu Dikaji dengan Memperhatikan Standar Gizi...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Keude Matang Glumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, menolak wacana menjadikan kantin sekolah sebagai fungsi...

Perbaikan Penutup Saluran Sepanjang 223 Meter di Pasar Cureh Dikerjakan 2027, Sementara Dipasang Papan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop) Kabupaten Bireuen memastikan penutup saluran di kawasan Pasar Ikan Cureh di Pasar Induk Bireuen, Desa...

Di Hadapan DPD RI, Bupati Mukhlis Ungkap Beratnya Pemulihan Bireuen Pascabencana

0
KABAR BIREUEN, Batam – Pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Bireuen masih menghadapi persoalan serius. Dari sekitar 15.000 hektare lahan sawah yang terdampak, saat ini...

Jaksa Masuk Dayah, Santri Pesantren Mahasiswa Jamiah Kebangsaan Bireuen Dibekali Literasi Hukum dan Keuangan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Ratusan santri dan santriwati Pesantren Mahasiswa Jamiah Kebangsaan Indonesia Bireuen mendapat pembekalan tentang hukum dan literasi keuangan perbankan syariah. Edukasi...