KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemasangan Jembatan Bailey Teupin Reudeup (Kecamatan Peusangan Selatan)–Awe Geutah (Kecamatan Peusangan Siblah Krueng), Kabupaten Bireuen, sebagai jalur alternatif penghubung Jalan Medan–Banda Aceh, hampir rampung.
Hingga kini, progres pekerjaan jembatan darurat tersebut telah mencapai sekitar 90 persen. Jika tidak ada kendala, ditargetkan jembatan ini rampung dan dapat digunakan pada Jumat ini (19/12/2025).
Jembatan bailey tersebut dibangun sebagai solusi sementara pengalihan akses Aceh-Medan di kawasan Kabupaten Bireuen, setelah putusnya Jembatan Kuta Blang akibat banjir bandang yang melanda wilayah Aceh pada 25 November lalu. Kehadiran jembatan ini sangat vital untuk memulihkan konektivitas dan kelancaran arus lalu lintas di jalur nasional tersebut.
Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, mengatakan, sebagian besar struktur utama jembatan sudah terpasang. Hal itu disampaikannya kepada Kabar Bireuen saat meninjau langsung progres pengerjaan jembatan darurat tersebut, Rabu (17/12/2025).

“Struktur utama sudah terpasang, lantai jembatan dan oprit juga sudah siap. Saat ini tinggal tahap finishing. Kami mohon masyarakat bersabar karena faktor keselamatan jauh lebih penting,” ujar Mukhlis.
Menurutnya, apabila cuaca mendukung dan tidak muncul kendala teknis baru, jembatan bailey tersebut ditargetkan rampung pada Jumat, 19 Desember 2025.
Mukhlis menjelaskan, jembatan bailey ini memiliki panjang sekitar 36 meter dan disambungkan dengan sisa jembatan rangka baja lama. Namun, demi menjaga keamanan, jembatan ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan dengan bobot maksimal 12 ton.

Dia juga mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi selama proses pemasangan jembatan tersebut, sehingga waktu pengerjaannya sedikit lebih lama dari perencanaan awal. Salah satunya, material jembatan berasal dari tiga jembatan bailey berbeda yang digabung menjadi satu konstruksi, sehingga menyulitkan pemasangannya.
“Selain itu, alat berat crane tidak memungkinkan untuk dibawa ke lokasi, sehingga banyak pekerjaan harus dilakukan secara manual. Faktor cuaca juga cukup memengaruhi, karena saat hujan pekerjaan yang membutuhkan listrik seperti pengelasan, terpaksa dihentikan,” jelasnya.
Bupati Mukhlis berharap, dengan segera difungsikannya jembatan darurat ini, distribusi logistik untuk para korban banjir melalui jalan nasional Medan–Banda Aceh tidak lagi terganggu. (Suryadi)










