Kamis, 21 Mei 2026

Progresnya Sudah Capai 90 Persen, Jembatan Bailey Teupin Reudeup–Awe Geutah Diperkirakan Rampung Jumat Ini

KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemasangan Jembatan Bailey Teupin Reudeup (Kecamatan Peusangan Selatan)–Awe Geutah (Kecamatan Peusangan Siblah Krueng), Kabupaten Bireuen, sebagai jalur alternatif penghubung Jalan Medan–Banda Aceh, hampir rampung.

Hingga kini, progres pekerjaan jembatan darurat tersebut telah mencapai sekitar 90 persen. Jika tidak ada kendala, ditargetkan jembatan ini rampung dan dapat digunakan pada Jumat ini (19/12/2025).

Jembatan bailey tersebut dibangun sebagai solusi sementara pengalihan akses Aceh-Medan di kawasan Kabupaten Bireuen, setelah putusnya Jembatan Kuta Blang akibat banjir bandang yang melanda wilayah Aceh pada 25 November lalu. Kehadiran jembatan ini sangat vital untuk memulihkan konektivitas dan kelancaran arus lalu lintas di jalur nasional tersebut.

Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, mengatakan, sebagian besar struktur utama jembatan sudah terpasang. Hal itu disampaikannya kepada Kabar Bireuen saat meninjau langsung progres pengerjaan jembatan darurat tersebut, Rabu (17/12/2025).

Bupati Bireuen, H. Mukhlis, sedang memantau pemasangan jembatan darurat Teupin Reudeup-Awe Geutah yang sedang dikebut pengerjaannya. (Foto: Suryadi/Kabar Bireuen)

“Struktur utama sudah terpasang, lantai jembatan dan oprit juga sudah siap. Saat ini tinggal tahap finishing. Kami mohon masyarakat bersabar karena faktor keselamatan jauh lebih penting,” ujar Mukhlis.

Menurutnya, apabila cuaca mendukung dan tidak muncul kendala teknis baru, jembatan bailey tersebut ditargetkan rampung pada Jumat, 19 Desember 2025.

Mukhlis menjelaskan, jembatan bailey ini memiliki panjang sekitar 36 meter dan disambungkan dengan sisa jembatan rangka baja lama. Namun, demi menjaga keamanan, jembatan ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan dengan bobot maksimal 12 ton.

Penampakan jembatan bailey Teupin Reudeup-Awe Geutah secara utuh yang telah tersambung dengan jembatan rangka baja. (Foto: Suryadi/Kabar Bireuen)

Dia juga mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi selama proses pemasangan jembatan tersebut, sehingga waktu pengerjaannya sedikit lebih lama dari perencanaan awal. Salah satunya, material jembatan berasal dari tiga jembatan bailey berbeda yang digabung menjadi satu konstruksi, sehingga menyulitkan pemasangannya.

“Selain itu, alat berat crane tidak memungkinkan untuk dibawa ke lokasi, sehingga banyak pekerjaan harus dilakukan secara manual. Faktor cuaca juga cukup memengaruhi, karena saat hujan pekerjaan yang membutuhkan listrik seperti pengelasan, terpaksa dihentikan,” jelasnya.

Bupati Mukhlis berharap, dengan segera difungsikannya jembatan darurat ini, distribusi logistik untuk para korban banjir melalui jalan nasional Medan–Banda Aceh tidak lagi terganggu. (Suryadi)

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Pelatihan Ekonomi Hijau, HMI MPO Bireuen Dorong Pemulihan Ekosistem Pascabencana

0
KABAR BIREUEN, Bireuen— Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Bireuen menggelar Pelatihan Ekonomi Hijau dan Pemulihan Ekosistem bertema “Strategi Rehabilitasi Lahan Basah Pascabencana bagi...

Pemkab Bireuen Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Terbakar Rumah dan Angin Kencang

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Sosial setempat bergerak cepat menyalurkan bantuan masa panik kepada warga terdampak musibah korban rumah...

Buka FLS3N SMP, Kadisdikbud Bireuen: Jadikan Ajang Ini Panggung yang Sportif

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Guna membentuk dan memperkuat karakter peserta didik melalui pengembangan potensi, bakat, serta kreativitas siswa di bidang seni dan sastra, Dinas Pendidikan dan...

Pemerintah Aceh Perkuat Layanan Dasar Pascabencana, Daerah Diminta Benahi Data SPM

0
KABAR BIREUEN, Lhokseumawe - Pemerintah Aceh memperkuat upaya pemenuhan layanan dasar bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi dengan menggelar Lokakarya dan Bimbingan Teknis Pendataan dan...

Bank Aceh Syariah Gandeng PosSaku : Kolaborasi Digital yang Siap Naikkan Level UMKM Aceh

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Transformasi digital UMKM di Aceh kembali mendapat dorongan baru. PT Bank Aceh Syariah(BAS)  resmi menjalin kerja sama strategis dengan...

KABAR POPULER

FLS3N SD Tingkat Kabupaten Bireuen Berakhir, Ini Juaranya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2026, berakhir sukses FLS3N yang digelar...

Ilham Sakubat Tolak Berdamai dengan Anderson, Proses Hukum Tetap Berlanjut

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial (medsos) yang menjerat Zarkasyi alias Anderson terus bergulir di Polres...

Lima Jabatan Tinggi Pratama dan 15 Administrator di Pemkab Bireuen Kosong, Ini Penyebabnya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Lima jabatan tinggi pratama (eselon II) dan 15 jabatan administrator (eselon III) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen saat ini...

Wakil Bupati Bireuen Buka Forum Konsultasi Publik Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bireuen, menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP). Kegiatan dalam rangka penyelenggaraan...

Sekda Aceh Apresiasi Universitas Almuslim, Tegaskan Mahasiswa Berorganisasi Tetap Bisa Berprestasi

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, S.IP, MPA, menghadiri sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Almuslim atas konsistensinya dalam...