KABAR BIREUEN-Pengajian rutin Tastafi setiap hari Rabu yang merupakan pengajian penutup menjelang bulan suci Ramadhan berlangsung di Balee Al-Bakri Samalanga membuat masyarakat sangat antusias datang dari berbagai kabupaten untuk mengikuti pengajian yang diasuh oleh Al-Mukarram Syekh H. Hasanoel Basri HG (Abu Mudi), Rabu, (2/5/2018).
Abu Mudi dalam pengajian tersebut sangat banyak menguraikan untaian ilmu dan nasehat Tastafi (Tasawuf, Tauhid dan Fiqh) sebagai mutiara kehidupan. Abu menyebutkan ada tiga akhlak yang paling baik dimiliki oleh ahli dunia dan akhirat.
“Akhlak yang paling baik ahli dunia dan akhirat adalah menyambung hubungan dengan orang yang telah memutuskannya, memberi kepada orang yang telah mengharamkannya, memaafkan orang yang mendhaliminya,” papar Al-Mursyid tarekat Naqsyabandiah itu.
Sang Al-Mujaddid abad modern itu juga menambahkan sesama kita untuk saling mengedepan memaafkan dan menjadi penyantun (al-hilmi).
“Salah satu sikap yang baik sebagaimana diungkapkan oleh Ibnu Mas’ud saat dicuri hartanya, beliau mendoakan apabila harta tersebut dicuri untuk suatu hajat (kebutuhan) agar harta itu diberkahi dan apabila untuk dosa, maka agar dijadikan sebagai dosa terakhir untuk sang pencuri tersebut,” ulas ulama kharismatik Aceh dengan paparan menyentuh.
Abu dengan nada tegas bahkan kerap kali dalam pengajian menyindir yang membid’ahkan dan menyesatkan perbuatan sempena (peusijuek) dengan alasan mubazir.
“Kelompok yang menyesatkan dan membid’ahkan peusijuek dengan alasan mubazir, mereka tidak memahami esensi mubazir. Dalam kitab Tuhfah Al-Muhtaj (jilid 3 gal. 213) disebutkan bahwa katagori haram menyiakan harta apabila tidak ada gardhu (tujuan) sama sekali, namun peusijuek dengan beras, padi dan beberapa macam lainnya itu tujuannya untuk tafaul (sempena). Maka peusijuek itu tidak haram,” tegas Abu dengan nada menghardik dan menyesalkan fatwa sesat kelompok tersebut.
Pengajin yang dihiasi juga tanya jawab dan sesekali tawa dan senyum lepas oleh Abu juga mewarnai pengajian penutup Tastafi bahkan Al-Mukarram dalam pengembangan pengajian Tastafi kedepan akan menerobos kampus Unsyiah dan ini setelah pihak Rektor Unsyiah melakukan silaturrahmi dan pertemuan beberapa hari yang lalu.
“Kedepan pengajian Tastafi akan menggema juga di Univeritas Syiah Kuala, ini setelah dilakukan pendekatan dan pertemuan oleh pihak Rektor sendiri di Banda Aceh beberapa hari yang lama. Selanjutnya Rektor juga akan melakukan kunjungan dan silaturrahmi selanjutnya ke Dayah Mudi,” pungkas Abu dengan penuh semangat.
Pengajian Tastafi diakhiri dengan doa oleh Al-Mukarram Abu Mudi dan pihak panitia menyebutkan pengajian kembali aktif setelah puasa Syawal.
“Hari ini merupakan pengajian terakhir di Balee Al-Bakri dan kembali akan dilanjutkan sekitar Tanggok 13 Syawal, ” tutup Ayah Husnul Gampong Muluem dihadapan jamaah yang hadir dari berbagai penjuru daerah dan kabupaten di Aceh itu. (REL)









