Rabu, 20 Mei 2026

Merajut Sinergi untuk Pendidikan Indonesia yang Bermutu

Oleh: Ikrima Maulida

Akademisi Universitas Samudra 

PENDIDIKAN adalah jantung pembangunan peradaban. Ia tidak hanya mengajarkan keterampilan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga membentuk karakter, nilai, dan wawasan kebangsaan. Amanat mencerdaskan kehidupan bangsa termaktub jelas dalam Pembukaan UUD 1945 dan diperkuat oleh Pasal 31 yang menjamin hak pendidikan bagi setiap warga negara.

Pertanyaan penting kemudian muncul: siapa yang memikul tanggung jawab ini? Banyak pihak menganggap pendidikan sebagai urusan pemerintah pusat semata. Padahal, sistem pendidikan modern menuntut kerja sama lintas sektor dan lintas tingkat pemerintahan. Pendidikan berkualitas hanya lahir dari ekosistem sehat, di mana pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan bergerak selaras.

Fondasi Regulasi dan Pembagian Peran

Kerangka hukum nasional telah menetapkan pembagian peran secara jelas. Pemerintah pusat berperan sebagai perancang kebijakan, menetapkan standar nasional, merumuskan kurikulum inti, mengatur akreditasi, dan memastikan pemerataan mutu melalui evaluasi nasional. Pemerintah daerah bertindak sebagai pengelola operasional: mengatur sekolah, membina pendidik, membangun infrastruktur, serta mengadaptasi kurikulum nasional dengan muatan lokal.

Pembagian ini merupakan bentuk desentralisasi terarah, memungkinkan setiap daerah menyesuaikan pendidikan dengan potensi dan tantangan lokal. Daerah pesisir, misalnya, dapat mengembangkan kurikulum kelautan, sedangkan daerah agraris fokus pada pertanian berkelanjutan. Namun, ketidakseimbangan koordinasi dapat memunculkan masalah: dominasi pusat mengurangi fleksibilitas daerah, sedangkan kebebasan berlebihan tanpa pengawasan mutu memperlebar kesenjangan antarwilayah.

Pendidikan sebagai Ekosistem Sosial

Pendidikan tidak berlangsung dalam ruang hampa. Ia berdenyut dalam ekosistem sosial yang melibatkan guru, sekolah, keluarga, masyarakat, dan dunia usaha (UNESCO, 2021). Jika satu aktor abai, keseimbangan ekosistem terganggu dan hasil pendidikan menurun.

Guru berada di garis terdepan sebagai penerjemah kebijakan ke ruang kelas. Ia bukan sekadar pengajar, melainkan pembimbing, motivator, dan teladan moral. Sekolah mengorkestrasi seluruh upaya tersebut, memadukan visi nasional dengan kebutuhan lokal. Keterlibatan keluarga juga sangat menentukan. Penelitian menunjukkan dukungan orang tua, baik melalui pembelajaran di rumah maupun komunikasi dengan sekolah, berdampak positif pada prestasi akademik (Firdausi et al., 2019; Hedyanti et al., 2016). Peran orang tua mencakup motivasi, pengawasan, dan fasilitasi, termasuk menciptakan lingkungan belajar kondusif (Lilawati, 2020; Rahmawati et al., 2014).

Masyarakat yang mendukung budaya literasi, menyediakan ruang belajar publik, atau menginisiasi gerakan perpustakaan desa turut memperkaya proses belajar (OECD, 2020). Dunia usaha juga memegang peran strategis. Laporan World Economic Forum (2023) mengungkap 44% keterampilan kerja akan berubah dalam lima tahun ke depan. Tanpa sinergi lintas sektor, lulusan berisiko tertinggal dari tuntutan zaman. Program Sembari (Sekolah Berbasis Riset dan Inovasi) dari BRIN menjadi contoh kolaborasi produktif antara sekolah, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sektor swasta (Kompas, 2023). Keterlibatan aktor-aktor ini bukan hanya kewajiban moral, melainkan investasi nyata bagi kemajuan bangsa.

Pendidikan sebagai Investasi Kolektif

Pendidikan kerap dianggap beban anggaran. Padahal, secara jangka panjang, ia adalah investasi strategis yang membentuk generasi berdaya saing, memperkuat stabilitas sosial, dan meningkatkan ketahanan nasional.

Penelitian LIPI menemukan peningkatan rata-rata lama sekolah berkontribusi signifikan pada penurunan kemiskinan di berbagai provinsi. Bappenas memperkirakan tambahan satu tahun lama sekolah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga 0,35% per tahun. Lulusan SMA ke atas juga memiliki peluang kerja lebih besar dan stabil, sementara pemerintah memproyeksikan kebutuhan 17 juta tenaga kerja terampil untuk menopang industri 4.0 pada 2030.

Kesadaran bahwa pendidikan adalah investasi kolektif inilah yang menjadi dasar kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” menegaskan hak setiap anak Indonesia tanpa memandang kondisi fisik, ekonomi, atau geografis untuk memperoleh pendidikan berkualitas (Puslapdik Kemendikdasmen, 2024). Abdul Mu’ti mengedepankan konsep learning, bukan sekadar schooling: pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas formal. Anak yang terhambat secara geografis atau ekonomi, pemerintah mengembangkan rumah belajar, pendidikan jarak jauh, homeschooling, serta kemitraan dengan PKBM dan relawan pendidikan (Tempo, 2024). Program wajib belajar 13 tahun kini dimulai sejak PAUD, memperpanjang masa belajar dan mencegah putus sekolah dini.

Pendidikan fokus diarahkan pada literasi, numerasi, dan sains-teknologi sejak usia dini dalam rangkan meningkatkan mutu pendidikan. Program pembelajaran matematika dari tingkat TK disiapkan sebagai fondasi numerasi dan sains, menanggapi rendahnya skor PISA Indonesia di literasi dan matematika (Tempo, 2024).

Pendidikan adalah urusan semua pihak. Ia hanya akan berhasil jika dijalankan melalui sinergi kebijakan yang visioner, peran lokal yang kuat, dan partisipasi aktif masyarakat. Menjadikan pendidikan sebagai investasi bersama berarti menempatkannya sebagai prioritas utama pembangunan bangsa. Amanat mencerdaskan kehidupan bangsa bukan sekadar cita-cita konstitusi, melainkan tanggung jawab kolektif untuk menyiapkan masa depan Indonesia yang berdaya saing dan berkeadaban. [*]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Ilham Sakubat Tolak Berdamai dengan Anderson, Proses Hukum Tetap Berlanjut

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial (medsos) yang menjerat Zarkasyi alias Anderson terus bergulir di Polres...

11 Atlet Kempo Bireuen Lolos ke PORA XV Aceh Jaya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Sebanyak 11 atlet Kempo Bireuen sukses lolos ke Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV di Aceh Jaya. Keberhasilan tersebut setelah 11...

Warga Berharap Bupati Bireuen Alokasikan Anggaran untuk Peningkatan Jalan Akses ke Lapangan Paya Kareung

0
KABAR BIREUEN, Bireuen, Warga Kabupaten Bireuen, khususnya peminat olahraga, mengharapkan Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST mengalokasikan anggaran untuk peningkatan jalan akses ke lapangan...

Ratusan Peserta Didik Ikuti FLS3N SD Tingkat Kabupaten Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ratusan peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) unjuk talenta di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat...

PW APRI Aceh dan Humas Kemenag Aceh Gelar Webinar Penulisan Berita Online

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Guna memperkuat peran penghulu di bidang literasi, terutama penulisan berita di website organisasi, Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia...

KABAR POPULER

Lima Jabatan Tinggi Pratama dan 15 Administrator di Pemkab Bireuen Kosong, Ini Penyebabnya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Lima jabatan tinggi pratama (eselon II) dan 15 jabatan administrator (eselon III) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen saat ini...

Ilham Sakubat Tolak Berdamai dengan Anderson, Proses Hukum Tetap Berlanjut

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial (medsos) yang menjerat Zarkasyi alias Anderson terus bergulir di Polres...

Ratusan Peserta Didik Ikuti FLS3N SD Tingkat Kabupaten Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ratusan peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) unjuk talenta di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat...

Pemkab Bireuen Gelar Pasar Murah Jelang Idul Adha, Ini Jadwal dan Lokasinya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Pemerintah Aceh menggelar pasar murah di 11 kecamatan. Pasar murah tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Raya...

Polda Aceh Klarifikasi Informasi Dugaan Penetapan Al-Farlaky Jadi Tersangka dalam Kasus Korupsi Beasiswa 2017

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Polda Aceh melalui Kabid Humas ,Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, SIK, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di sejumlah media yang menyebutkan...