KABAR BIREUEN, Thailand — Tak hanya mengajar di ruang kelas, mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen yang sedang mengikuti Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional di Thailand, juga turut mengaktifkan pengajian bagi anak-anak pondok di Thailand Selatan.
Mahasiswa tersebut adalah M. Ihzam Naviri, mahasiswa tingkat akhir Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIKI Bireuen. Ia ditempatkan di Sekolah Al-Rahmanwitya, Tan Yong Mat, Narathiwat, Thailand Selatan, sebagai bagian dari program pengabdian internasional.
Selama berada di Thailand, Ihzam tidak hanya menjalankan tugas sebagai guru, tetapi juga mendampingi dan membina anak-anak pondok. Ia mengajar dua mata pelajaran, yakni Tauhid dan Bahasa Inggris.
BACA JUGA: Perluas Jejaring Global, UNIKI Berangkatkan Mahasiswa KKM dan PPL Internasional ke Thailand
“Selama di sini, saya menjadi guru dan menjaga anak-anak pondok. Saya mengajar dua mata pelajaran, yaitu Tauhid dan Bahasa Inggris. Di luar jam sekolah, pada sore dan malam hari, saya juga mengajar mengaji bagi anak-anak pondok,” ujar Ihzam melalui pesan WhatsApp (WA), Kamis (13/8/2026).
Pengajian tersebut tidak berhenti pada hari sekolah. Setiap Sabtu dan Minggu, Ihzam juga terlibat dalam program Tadika, yakni kegiatan pendidikan agama bagi anak-anak desa yang memiliki kemiripan dengan pengajian anak-anak di meunasah di Aceh.

Dalam program tersebut, ia mengajarkan Madah Al-Qur’an kepada anak-anak usia sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Menurut Ihzam, kesempatan mengabdi di Thailand Selatan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh selama kuliah, ia juga mendapatkan pengalaman baru dalam berinteraksi dan mengajar anak-anak di lingkungan pendidikan yang berbeda.
BACA JUGA: Ikut Semarakkan Sukan Warna di Thailand, Mahasiswi UNIKI Saksikan Perpaduan Olahraga dan Budaya
“Saya sangat senang bisa mengabdi kepada anak-anak sekolah di Thailand Selatan. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya sebagai salah seorang calon cek gu,” katanya.
Sebagai mahasiswa FKIP, Ihzam mengaku memperoleh banyak ilmu dan pengalaman selama mengikuti KKM dan PPL Internasional UNIKI di Thailand.

Ia berharap, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal ketika nantinya terjun menjalankan profesi sebagai pendidik.
“Semoga nantinya saya bisa mengaplikasikan pengalaman tersebut saat menjalankan profesi saya,” ungkap putra pasangan M. Ajis Fandila (Azis Bengkel) dan Raihan ini.
BACA JUGA: Setelah ke Thailand, UNIKI Kembali Kirim Dosen dan Mahasiswa Ikuti Benchmarking di Malaysia
Ihzam juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan sivitas akademika UNIKI Bireuen yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk mengikuti program internasional tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kepada pimpinan UNIKI Bireuen, mulai dari pembina, yayasan, rektorat, dekan, dan seluruh dosen yang telah memberi kesempatan kepada saya mengikuti program KKM dan PPL UNIKI di Thailand,” ucap M. Ihzam Naviri melalui pesan WA-nya. (Suryadi)













