KABAR BIREUEN, Thailand – Mahasiswi Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan (FKIP) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Chintya Ayu, terlibat aktif dalam kegiatan Sukan Warna yang digelar di Pittyaphat School, Amphoe Ban Bang Sata, Yala, Thailand Selatan.
Kegiatan tersebut bukan sekadar pekan olahraga antarkelompok warna di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi ajang pencarian bakat atlet pelajar serta pesta budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Melayu dan seni lokal Thailand Selatan.
Chintya Ayu yang tengah menjalani Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional di Thailand mengatakan, Sukan Warna menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat olahraga sekaligus membangun semangat sportivitas dan kebersamaan.
“Selain ajang mencari bakat, kegiatan tersebut juga menjadi pesta budaya Melayu dengan menampilkan parade kostum tradisional Melayu dan seni lokal di wilayah Thailand Selatan,” tulis Chintya Ayu melalui pesan WhatsApp, Selasa (11/8/2026).
Menurut Chintya, Sukan Warna atau yang dalam bahasa Thailand disebut Kila Si, merupakan kegiatan yang lazim digelar di sekolah-sekolah Thailand Selatan. Kegiatan ini awalnya merupakan pekan olahraga internal sekolah, tetapi kini berkembang menjadi sebuah perhelatan yang memadukan olahraga, kreativitas, budaya, dan pencarian bakat.
BACA JUGA: Perluas Jejaring Global, UNIKI Berangkatkan Mahasiswa KKM dan PPL Internasional ke Thailand
Dalam pelaksanaannya, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan warna. Mereka kemudian mengikuti berbagai pertandingan olahraga sekaligus berkompetisi dalam aspek kreativitas dan kekompakan.
“Tujuan utamanya adalah melatih siswa berolahraga sesuai minat, menumbuhkan semangat sportivitas, serta mempererat kebersamaan dan kekeluargaan antar-peserta didik melalui pembagian kelompok warna,” jelasnya.

Menariknya, penilaian dalam Sukan Warna tidak hanya ditentukan dari prestasi olahraga. Kreativitas masing-masing kelompok juga menjadi bagian penting dalam menentukan pemenang.
Penilaian antara lain mencakup kreativitas dekorasi tenda, yel-yel, serta kekompakan para pemandu sorak atau cheerleaders. Setiap kelompok berupaya menampilkan konsep terbaik untuk mendapatkan nilai tertinggi.
BACA JUGA: Setelah ke Thailand, UNIKI Kembali Kirim Dosen dan Mahasiswa Ikuti Benchmarking di Malaysia
Chintya mengatakan, kemeriahan Sukan Warna sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Bahkan, kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan selama satu minggu dengan suasana sekolah yang berubah menjadi arena olahraga dan kreativitas siswa.
“Selama kegiatan berlangsung, pembelajaran di kelas diliburkan total,” tulis Chintya.
Bagi Chintya, keterlibatannya dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga selama mengikuti program KKM dan PPL Internasional di Thailand. Selain memberikan pengalaman dalam bidang pendidikan jasmani, kegiatan itu juga membuka kesempatan baginya untuk mengenal lebih dekat budaya masyarakat Melayu di Thailand Selatan.
Kegiatan Sukan Warna sekaligus memperlihatkan bagaimana olahraga di lingkungan sekolah dapat dikembangkan menjadi sarana pendidikan karakter, pengembangan bakat, serta penguatan kebersamaan dan pelestarian budaya. (Red)













