KABAR BIREUEN, Aceh Timur – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD) menerima langsung usulan percepatan perbaikan ruas jalan Peunaron Baru–Sri Mulya melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD). Usulan tersebut diserahkan Anggota DPRK Aceh Timur dari Fraksi PKB, Muhammad Syuhada, saat kunjungan HRD ke Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (7/3/2026).
Syuhada mengatakan, usulan pembangunan jalan tersebut telah dilengkapi dengan Detail Engineering Design (DED) sehingga diharapkan dapat segera diproses dalam program pembangunan nasional melalui skema IJD.
“Alhamdulillah, usulan jalan melalui skema Inpres sudah siap dengan Detail Engineering Design (DED),” kata Syuhada di sela-sela pertemuan tersebut.
BACA JUGA: Hasil Perjuangan HRD, Jalan Sigli–Garot yang Rusak 25 Tahun Kini Mulus
Menurutnya, ruas jalan Peunaron Baru–Sri Mulya merupakan akses vital bagi masyarakat pedalaman Aceh Timur. Jalan tersebut selama ini menjadi jalur utama mobilitas warga, terutama untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.
Ia menjelaskan, aspirasi perbaikan jalan itu sering disampaikan masyarakat karena kondisi infrastruktur yang belum memadai, sementara aktivitas transportasi di kawasan tersebut cukup tinggi.
“Ruas jalan Peunaron Baru–Sri Mulya merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Jika akses jalan ini dalam kondisi baik, maka mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat akan berjalan lancar dan optimal,” ujarnya.
Selain mendukung aktivitas ekonomi, lanjut Syuhada, peningkatan jalan tersebut juga akan membuka keterisolasian sejumlah desa di wilayah pedalaman Aceh Timur. Ruas itu menghubungkan tiga kecamatan, yakni Kecamatan Peunaron, Kecamatan Simpang Jernih, dan Kecamatan Rantau Selamat.
Tak hanya itu, jalan tersebut juga menjadi akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi bagi anak-anak menuju sekolah.
Syuhada berharap, kunjungan HRD bersama pejabat Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, dapat mempercepat proses penganggaran dan realisasi pembangunan jalan melalui skema Instruksi Presiden.
“Kunjungan ini diharapkan menjadi bagian dari komitmen perjuangan untuk memastikan pembangunan infrastruktur yang merata, berkeadilan, dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman Aceh Timur,” demikian disampaikan Syuhada. (Suryadi)








