KABAR BIREUEN, Pidie – Penantian panjang warga terhadap perbaikan ruas jalan Sigli–Garot di Kabupaten Pidie akhirnya terwujud setelah sekitar 25 tahun menunggu. Jalan itu yang sebelumnya rusak parah, kini telah mulus berkat program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang diperjuangkan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD) di tingkat pusat.
HRD meninjau langsung ruas jalan tersebut dalam kunjungan kerja resesnya di Aceh, Jumat (6/3/2026). Peninjauan dimulai dari Desa Barat hingga Desa Ulee Tutue Keulibeut, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu ruas jalan dengan kondisi paling rusak di wilayah tersebut.
Warga setempat sangat bersyukur karena untuk pertama kalinya mereka merasakan jalan yang benar-benar layak dilalui, setelah puluhan tahun mengalami kerusakan tanpa penanganan serius.
Anggota DPRK Pidie dari Fraksi PKB, Zulfadli, mengatakan, masyarakat sangat berterima kasih atas perjuangan HRD yang berhasil melobi pemerintah pusat, sehingga pembangunan jalan tersebut dapat direalisasikan.
“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada Pak HRD yang telah melobi pemerintah pusat dalam memperjuangkan berbagai infrastruktur di Kabupaten Pidie, salah satunya jalan Sigli–Garot,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Keuchik Gampong Aree, Kecamatan Delima, Roni. Ia menyebut, kepedulian HRD terhadap masyarakat Aceh, khususnya Pidie, sangat besar, meskipun Kabupaten Pidie bukan daerah pemilihannya.
“Kami masyarakat Pidie sangat berterima kasih kepada Pak HRD. Walaupun beliau dipilih dari daerah pemilihan Aceh II, kepeduliannya kepada masyarakat Aceh, khususnya Pidie, sangat luar biasa. Kami berharap beliau terus memperjuangkan aspirasi masyarakat,” kata Roni.
Kerja Sama yang Baik dengan Pemkab Pidie
Sementara itu, HRD mengatakan, pembangunan ruas jalan Sigli–Garot dapat terwujud berkat kerja sama dan komunikasi yang baik antara dirinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie serta pemerintah pusat.

Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah kabupaten harus mengupayakan dukungan dana dari APBN.
“Karena anggaran daerah sangat terbatas, Pak Bupati Pidie Sarjani Abdullah yang juga sahabat dekat saya sering memohon agar kami memperjuangkan dana APBN untuk pembangunan jalan Sigli–Garot dan infrastruktur lainnya. Alhamdulillah sekarang sudah terwujud dan masyarakat sudah bisa menikmatinya,” ujar HRD.
Ia juga mengungkapkan, aspirasi pembangunan jalan tersebut turut disampaikan langsung oleh tokoh masyarakat Pidie, Zainal Arifin M. Nur, yang datang ke Jakarta untuk meminta agar ruas jalan Sigli–Garot menjadi prioritas pembangunan.
Selain meninjau jalan, HRD bersama rombongan juga melihat langsung kondisi abrasi di beberapa titik Sungai Krueng Baro, seperti di Desa Raya Sanggeu dan Keulibeut. Kerusakan tebing sungai di lokasi tersebut cukup parah dan berpotensi mengancam keselamatan warga, rumah penduduk, dan akses jalan antar desa.
HRD menegaskan, penanganan erosi tebing sungai tersebut akan menjadi salah satu prioritas yang akan diperjuangkan melalui anggaran APBN pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sebelumnya pada tahun 2023, lewat perjuangannya di DPR RI, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, juga telah membangun tanggul tebing sungai di Desa Pulo Pisang, Kecamatan Pidie, yang rusak akibat banjir bandang.
Dalam kunjungan reses ini, HRD juga meninjau sejumlah ruas jalan lainnya di Kabupaten Pidie, seperti ruas jalan Masjid Beu’ah–Bukit Kurma di Kecamatan Delima serta jalan Gogo di Kecamatan Padang Tijie yang menghubungkan Kecamatan Batee.
Selain itu, ia juga diprioritaskan beberapa ruas jalan untuk diusulkan dalam program IJD tahun 2026 dan 2027, di antaranya ruas jalan Cot Tunong–Blang Mane di Kecamatan Simpang Tiga dan beberapa ruas jalan di Kecamatan Mutiara.
Namun, beberapa lokasi belum sempat ditinjau langsung karena keterbatasan waktu dan belum tersedianya dokumen Detail Engineering Design (DED).
“Kita berharap Pemkab Pidie dapat segera melengkapi DED-nya agar usulan pembangunan bisa segera diproses,” kata HRD. (Suryadi)








