Rabu, 24 Juni 2026

KKJ Aceh Desak Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan Wartawan di Pidie Jaya

KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Aceh mengecam keras tindakan penganiayaan yang dilakukan seorang keuchik (kepala desa) terhadap wartawan di Kabupaten Pidie Jaya, Ismail M. Adam alias Ismed.

Insiden yang terjadi pada Jumat malam, 24 Januari 2025, ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia.

“Penganiayaan ini adalah serangan langsung terhadap kebebasan pers dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kami meminta agar pelaku diproses hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku,” ujar Koordinator KKJ Aceh, Rino Abonita, kepada wartawan di Banda Aceh, Senin, 27 Januari 2025.

Kronologi Kejadian

Penganiayaan bermula malam itu ketika Ismed yang bekerja sebagai kontributor CNNIndonesia TV di Kabupaten Pidie Jaya, sedang duduk minum kopi bersama istrinya di sebuah kios di Desa Sarah Mane, Kecamatan Meurah Dua, setelah pulang dari meliput di pusat kota Pidie Jaya.

Saat itu, seorang kepala desa berinisial Is, yang merupakan Keuchik Cot Seutui, Kecamatan Ulim, melintas dengan sepeda motor dinas. Begitu melihat Ismed, Is berbalik arah menuju kios tersebut.

Menurut pengakuan Ismed, Is langsung meraih lehernya dan mencoba memukul wajahnya. Meski sempat mengelak, Ismed tetap menjadi korban kekerasan fisik, termasuk ditarik paksa ke tengah jalan, dipukul, dan diinjak kakinya.

Peristiwa ini diduga berkaitan dengan pemberitaan Ismed mengenai kondisi Polindes di Desa Cot Seutui yang dibiarkan tidak terawat dan dipenuhi semak-belukar. Berita tersebut sempat memicu inspeksi mendadak oleh Kepala Dinas Kesehatan Pidie Jaya, Edi Azward, yang turut melibatkan Ismed.

Setelah menganiaya Ismed di kios tersebut, Is memaksanya menuju Polindes untuk menemui Mt, bidan desa yang pernah diwawancarainya.

Di lokasi, Is kembali melayangkan pukulan dan memaksa Ismed merekam permintaan maaf atas pemberitaan yang dianggapnya merugikan desa. Anak bidan desa tersebut bahkan mengancam Ismed dengan parang, namun berhasil dicegah oleh sang ibu.

Penganiayaan yang dilakukan Is terhadap Ismed di depan istrinya. Bahkan, Is sempat mengancam akan menceburkan istri Ismed ke dalam sumur, apabila dia berani merekam tindakan kekerasan yang dilakukannya.

Pada malam yang sama, Ismed melaporkan penganiayaan yang dialaminya itu ke polsek setempat. Info terakhir, polisi telah memanggil empat saksi terkait kasus ini.

Kecaman dari KKJ Aceh

KKJ Aceh menegaskan, tindakan penganiayaan terhadap jurnalis melanggar Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Pasal 8 UU Pers memberikan perlindungan hukum bagi jurnalis dalam menjalankan tugasnya, sementara Pasal 18 ayat 1 mengancam pidana maksimal dua tahun atau denda hingga Rp500 juta bagi siapa pun yang menghalangi kerja jurnalistik. Selain itu, tindakan Is juga melanggar hukum pidana sebagaimana diatur dalam KUHP.

Berkenaan dengan kasus ini, KKJ Aceh menyatakan:

  1. Mendesak kepolisian untuk memproses pelaku penganiayaan sesuai dengan UU Pers dan KUHP.
  2. Mengimbau masyarakat, aparatur pemerintahan, dan aparat penegak hukum agar menghormati kerja jurnalistik yang dilindungi UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
  3. Mengingatkan pihak-pihak yang keberatan dengan pemberitaan untuk menggunakan mekanisme hak jawab atau mengadukan ke Dewan Pers sesuai UU Pers.
  4. Mengutuk segala bentuk tindakan yang menghalangi kerja jurnalistik.
  5. Mengimbau jurnalis untuk senantiasa mematuhi Kode Etik Jurnalistik.
  6. Mendorong jurnalis yang menjadi korban kekerasan untuk melaporkan insiden yang dialami.

Perlindungan terhadap Jurnalis

Dalam menjalankan tugasnya, jurnalis memiliki hak untuk mencari, memperoleh, mengolah, dan menyebarluaskan informasi sebagaimana diatur dalam Pasal 4 UU Pers. KKJ Aceh menyerukan pentingnya penghormatan terhadap kemerdekaan pers sebagai pilar demokrasi.

“Kami juga mengingatkan, mekanisme hak jawab dan koreksi telah diatur oleh UU Pers untuk menyelesaikan sengketa pemberitaan secara adil. Kekerasan bukanlah solusi dan hanya akan merusak prinsip demokrasi serta melanggar hukum,” jelas Rino Abonita.

KKJ Aceh, yang didirikan pada 14 September 2024, beranggotakan empat organisasi profesi jurnalis (AJI Banda Aceh, PWI Aceh, IJTI Pengda Aceh, dan PFI Aceh) serta tiga organisasi masyarakat sipil (LBH Banda Aceh, KontraS Aceh, dan MaTA). Organisasi ini berkomitmen untuk melindungi dan memperjuangkan keselamatan jurnalis di Aceh.

Kasus kekerasan terhadap Ismed menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan hukum bagi jurnalis di Indonesia. KKJ Aceh berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan pelaku kekerasan diproses sesuai hukum yang berlaku. (Red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Pemerintah Aceh Raih Opini WTP ke-11 Kali dari BPK

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Pemerintah Aceh kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan...

Pemkab Bireuen Sosialisasi Pelaksanaan PBJ dan Bimtek Metode Pemilihan secara E-Purchasing

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dan Bimbingan Teknis Metode Pemilihan secara E-Purchasing Tahun 2026. Kegiatan dibuka Wakil...

Sekda Aceh Muhammad Nasir Ditetapkan Sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026-2030

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, ditetapkan sebagai Komisaris Utama PT Bank Aceh Syariah untuk masa jabatan 2026–2030 dalam Rapat...

Siapkan SDM Digital, Himaif Fikom Umuslim Gelar Pelatihan Web Developer

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Himpunan Mahasiswa Informatika (Himaif) Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan menggelar pelatihan Web Developer untuk membekali mahasiswa keterampilan...

Bhayangkara Fest 2026 Polda Aceh Hadirkan 85 Ribuan Pengunjung dan Perputaran Ekonomi Rp9,2 Miliar

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Bhayangkara Fest 2026 yang diselenggarakan Polda Aceh dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 berhasil menarik antusiasme masyarakat dalam jumlah...

KABAR POPULER

Digelar, Evaluasi Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Pemerintahan Gampong

0
KABAR BIREUEN, Bireuen, - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Bagian Hukum Setdakab Bireuen menggelar Evaluasi Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Pemerintahan...

Bupati Bireuen Serahkan Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan Rp267 Juta, Anak Pekerja Meninggal Dapat Beasiswa...

0
KABAR BIREUEN, Juli – Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan senilai total Rp267 juta kepada ahli waris...

Cegah Penyimpangan, Pengurus Koperasi Desa Merah Putih di Bireuen Dilatih Kelola Usaha Secara Transparan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Sebanyak 200 pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bireuen mengikuti pelatihan tata kelola dan manajemen koperasi yang digelar Dinas Perdagangan,...

Berbekal Dukungan Dermawan Lokal, PSSB Bireuen U-12 Siap Berlaga di Piala Presiden Regional Aceh

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Tim PSSB Bireuen U-12 mendapat suntikan dukungan menjelang tampil pada Turnamen Sepak Bola Piala Presiden Regional Aceh yang digelar Asosiasi...

Bupati Mukhlis Ajak Aktifkan 619 Posyandu, Jadikan Garda Terdepan Cegah Stunting di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengaktifkan kembali 619 Posyandu yang tersebar di 609 gampong...