KABAR BIREUEN – Timnas Indonesia sukses meraih kemenangan sekaligus mempermalukan tuan rumah Vietnam dengan skor 3-0 di Stadion My Dinh, Hanoi, Selasa (26/3/2024), dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 babak kedua grup F zona Asia.
Tiga gol kemenangan Indonesia dicetak oleh Jay Idzes pada menit ke-9, Ragnar Oratmangoen menit ke-23, dan Ramadhan Sananta menit ke-90+8′.
Pada laga ini jadi spesial bagi Thom Haye sekaligus Ragnar Oratmangoen, karena mereka menjalani debut bersama Timnas Indonesia. Bahkan, Ragnar mampu mencetak gol.
Dua pemain ini sebelumnya menjalani proses naturalisasi pada pekan lalu. Ragnar saat ini bermain untuk klub Fortuna Sittard dan Thom Haya di klub SC Heerenveen.
Kemenangan atas Vietnam disyukuri oleh Ragnar. Dia dan pemain lainnya sudah sepakat untuk terus saling bantu-membantu agar membuat skuad menjadi lebih baik lagi ke depannya.
“Hari ini adalah langkah yang baik dan juga pertandingan terakhir dengan hasil yang baik. Kami berusaha untuk membantu satu sama lain untuk berkembang ke level berikutnya,” kata Ragnar.
Ragnar Oratmangoen adalah pemain keturunan, berdarah campuran Indonoesia-Belanda Tidak lama setelah resmi jadi WNI, dia langsung menjelma jadi bintang dan tentu saja calon legenda Skuad Garuda.
Nah, selain kehebatannya di lapangan, Ragnar Oratmangoen juga memiliki kisah hidup yang sangat menarik.

Salah satu fakta menariknya adalah Ragnar Oratmangoen seorang mualaf. Dia terlahir sebagai Kristen namun kemudian yakin memeluk Islam saat remaja.
Ragnar yang lahir pada 21 Januari 1998 di Oss, Belanda, tidak pernah menyangka akan menjadi seorang muslim.
Kini, dia begitu menikmati momen sebagai seorang Muslim, bahkan menjadi warga negara Indonesia yang penduduknya mayoritas Muslim.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, penyerang Timnas Indonesia itu mengungkapkan, bahwa dia menemukan cahaya Islam saat tumbuh dewasa.
“Tidak. Saya tidak lahir sebagai seorang Muslim. Saya lahir, dibesarkan, sebagai orang Kristen. Tapi setelah saya tumbuh dewasa, saya menemukan jalan ke Islam,” tutur Ragnar.
Penyerang klub Fortuna Sittard itu pun mengisahkan awal pertemuannya dengan Islam.
Menurut dia, ketika remaja dia memiliki cukup banyak teman yang beragama Islam. Mereka sering mengajak Ragnar pergi ke masjid.

Dari situ lah dia mulai mendalami Islam. Dia mulai mengenal Tuhan dan agama yang dapat menuntun kehidupan manusia.
Seiring dengan waktu, dia semakin serius memperdalam Islam hingga akhirnya yakin untuk menjadi mualaf.
“Bagi saya, hal yang saya pelajari tentang Tuhan. Teman-teman saya ketika itu membawa saya ke masjid. Mereka mengajari saya tentang Tuhan dan agama, dan bagaimana agama bisa membantu kehidupan Anda. Itu menyentuh hati saya dan membuat saya memutuskan untuk menjadi seorang muslim,” jelasnya.
Sejak pertama mualaf pada usia 15 tahun, pencetak satu gol Indonesia lawan Vietnam itu mengaku sudah getol menjalankan ibadah di bulan Ramadan.
“Sejak usia 15 tahun, saya sudah menjalankan Ramadhan. Jadi sekarang saya sudah menjalaninya 10–11 tahun,” ungkap Ragnar.
Ragnar juga mengatakan, dirinya sangat terkesan dengan suasana Ramadan di Indonesia.
Seperti diketahui, Ragnar bergabung dengan Timnas di bulan Ramadan untuk kemudian menjalani debut di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. (pssi.org dan radarcirebon.com)











[…] SUMBER: https://kabarbireuen.com/kisah-mualaf-ragnar-oratmangoen-sering-diajak-ke-masjid-ketika-remaja/ […]