KABAR BIREUEN-Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bireuen gelar Kegiatan Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Kegiatan ini di buka oleh Bupati Bireuen diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdakab Bireuen Mursyid SP, di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen.Rabu, (25/9/2019) pagi.

Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Kesbangpol Bireuen, Zaldi AP S.Sos melaporkan kegiatan ini diadakan bertujuan, mengubah cara pandang, pola pikir, sikap, perilaku dan cara kerja yang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan.

Sehingga Indonesia menjadi bangsa besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain didunia.

Selain itu, membangkitkan kesadaran dan membangun sikap optimis dalam menatap masa depan Indonesia sebagai Negara dengan kekuatan besar untuk berpretasi tinggi. produkatif dan berpotensi menjadi bangsa maju dan modern dengan fondasi tiga pilar Trisakti

Mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian yang kuat melalui pembentukan manusia Indonesia baru yang unggul menerapkan nilai-nilai integritas, kerja keras, dan semangat gotong royong.

Disebutkan, peserta Kegiatan Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental ini berjumlah 80 orang, terdiri dari Unsur SKPK dalam Kabupaten Bireuen, Unsur Pendidikan, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat serta pelaku Usaha

Materi yang disampaikan, yaitu Peran Pemerintah Dalam membangun Karakter Bangsa sebagai wujud Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Peran Polres Dalam Penguatan Sinergisitas Gerakan Nasional Revolusi Mental Dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Peran Kodim Dalam lmplementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental dalam Menjaga Keutuhan NKRI

“Pemateri terdiri dari Unsur Pemerintah Kabupaten Bireuen Unsur Polres Bireuen dan Unsur Kodim 0111/Bireuen,” jelas Zaldi.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdakab Bireuen, Mursyid SP dalam sambutannya mengatakan, gerakan revolusi mental merupakan suatu gerakan seluruh masyarakat (pemerintah dan rakyat) dengan cara yang cepat untuk mengangkat kembali nilai-nilai strategis yang diperlukan oleh bangsa dan negara.

“Di tengah krisis yang mendera mental-kultural bangsa berupa korupsi, SARA, individualisme, isu kesenjangan, krisis sosial lainnya seperti hilangnya karakter, dan lunturnya nilai gotong royong, maka Revolusi Mental dinilai sangat perlu untuk dihidupkan kembali sebagai suatu terobosan menjawab segala krisis karakter bangsa,” jelasnya.

Gerakan Nasional Revolusi Mental harus dimulai dari diri sendiri dan diawali dari hal-hal yang kecil dan ringan, selanjutnya berkembang ke suatu yang besar dan menjadi gerakan sosial yang luas oleh segenap rakyat.

“Mari bersama mewujudkan Indonesia yang lebih baik, menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain,’ ujar Mursyid. (Herman Suesilo).

BAGIKAN