KABAR BIREUEN, Bireuen – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyerahkan bantuan untuk korban banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen.
Bantuan tersebut diserahkan melalui Posko Penanggulangan Bencana Muhammadiyah Bireuen di komplek Masjid Taqwa Muhammadiyah Bireuen, Minggu (7/12/2025).
Bantuan berupa beras, pakaian layak pakai, mie instan, air mineral, family kit dan sejumlah perlengkapan lainnya diserahkan oleh Sekretaris Umum Iluni UI Wilayah Aceh, Ichwanul Fitri, MKes dan diterima secara simbolis oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bireuen, dr Athaillah A Latief, SpOG.
Ichwanul Fitri menyebutkan, bantuan yang mereka bawa tersebut digalang dari alumni UI.
“Ini bantuan dari alumni UI dan ada juga dari MDMC,” kata Ichwanul yang turut didampingi Ketua Departemen Kesehatan Iluni UI Wilayah Aceh, Alafridsyah, MKes dan Wakil Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, Mirza Syeh Tawi, MKes yang juga lulusan UI.
Penyerahan bantuan itu turut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Ustadz A Malik Musa, SH MHum bersama sejumlah pengurus.
Pada kesempatan itu, A Malik Musa menyampaikan rasa duka atas musibah banjir dan tanah longsor.
“Muhammadiyah telah mengirim 40 relawan ke sejumlah daerah untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana,” sebut Ketua PWM Aceh.

Sementara Ketua PDM Bireuen, dr Athaillah A Latief memaparkan kondisi masyarakat Kabupaten Bireuen pasca banjir bandang.
Sebutnya, tidak sedikit warga Muhammadiyah di Kabupaten Bireuen yang menjadi korban.
“Banyak guru, dosen, karyawan serta mahasiswa yang menjadi korban. Selain itu, kampus UMMAH juga terendam banjir dan lumpur,” paparnya.
BACA JUGA: Edi Obama Terjun Langsung Antar Bantuan untuk Korban Banjir di Bireuen
Ia juga menyampaikan, tiga hari pasca banjir PDM Bireuen langsung menggerakkan personil yang tidak terdampak untuk membantu korban.
“Pergerakan kita waktu itu terkendala putusnya komunikasi dan putusnya beberapa jembatan juga menghambat konektivitas ke beberapa lokasi bencana,” terangnya.
Pada awal musibah banjir, lanjut dokter spesialis obgyn ini, PDM membuka dapur di komplek Masjid Taqwa Muhammadiyah Bireuen.
“Mulai hari kedua banjir kita sudah membuka dapur umum dengan menyediakan hampir 200 porsi makanan setiap hari,” pungkasnya. (Rizanur)








