KABAR BIREUEN, Jeumpa – Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST akan menyumbangkan uang pribadi untuk membangun satu unit rumah layak huni yang ditempati lima yatim piatu satu keluarga di Gampong Batee Timoh, Kecamatan Jeumpa.
Hal itu spontan diutarakan Bupati Mukhlis, setelah melihat langsung kondisi rumah yang ditempati lima yatim piatu di Batee Timoh itu, Selasa (28/10/2025).
Awalnya, Bupati Bireuen bersama Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Fadhli Abdullah, ST MSM beserta tim verifikasi rumah bantuan melakukan survei terhadap laporan masyarakat bahwa ada rumah tidak layak huni yang ditempati lima yatim piatu di Batee Timoh.
Tiba di lokasi, Bupati Mukhlis langsung melihat kondisi bangunan yang ditempati Dewi Auliana (23) bersama empat adik perempuannya yang masih kecil-kecil. Bahkan, adik bungsunya baru berusia empat tahun.
“Rumah ini biar dibangun dengan uang pribadi saya. Tidak perlu kita pakai uang negara biar bisa dibangun secepatnya. Kalau dibangun dengan APBK harus menunggu tahun depan. Tetapi rumah anak yatim ini akan saya bangun segera dalam minggu ini,” ucap Bupati Mukhlis yang membuat warga di lokasi terharu.
Mukhlis yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Bireuen ini mengatakan, rumah layak huni yang ajan dibangun untuk yatim piatu tersebut berkonstruksi permanen, persis seperti rumah bantuan pemerintah.
Katanya, rumah yang dibangun berukuran 6 X 6 meter lengkap dengan kamar mandi. “Kontruksinya sama dengan rumah bantuan dari Pemerintah. Bedanya, ini tidak perlu syarat dan tidak perlu menunggu tahun depan. Insya Allah mulai besok akan dipasok material,” ungkapnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Bireuen ini, turun ke Gampong Batee Timoh, selain didampingi Kadis Perkim, juga tampak Sekretaris Dinas Sosial, Dr Alfian, MPd, Camat Jeumpa, Rusli, SSos dan Kepala Pos Polisi Jeumpa, Ipda Abdullah.

Tiba di Batee Timoh, rombongan Bupati disambut Keuchik Gampong setempat, Anwar dan sejumlah tokoh masyarakat.
Keuchik Anwar kepada Bupati Bireuen menyampaikan, Dewi Auliana saat ini tinggal bersama empat adik perempuannya, setelah kedua orang tua mereka meninggal dunia.
“Ayahnya (Amirullah) meninggal dunia awal tahun 2025. Delapan bulan kemudian (27 Agustus 2025), meninggal ibunya (Zubaidah) yang mengidap sakit setelah ayah mereka meninggal,” katanya.
Untuk kebutuhan hari-hari, ungkap Keuchik Anwar, Dewi bersama adik adiknya berharap dari belas kasihan tetangga.
“Sekarang untuk biaya makan mereka berharap bantuan warga sekitar. Adiknya yang nomor dua sekarang membantu menjaga orang sakit di Pulo Kiton,” papar Keuchik Anwar.
Amatan Kabar Bireuen, Dewi Auliana bersama adik-adiknya saat ini menempati rumah konstruksi kayu berukuran 3 X 8 meter, tanpa kamar tidur dan dapur. Sementara atapnya di beberapa titik tampak bocor.
Dewi Auliana kepada media ini mengaku, hanya mengenyam pendidikan sampai SMP. Demikian juga dengan adik pertamanya. Sementara, adik kedua dan ketiganya, masih duduk di bangku sekolah dasar.
“Adik bungsu yang belum sekolah. Usianya baru empat tahun,” pungkasnya. (Rizanur)












