KABAR BIREUEN- Tiga buah tenda penampungan darurat korban kebakaran Desa Pulo Ara Kecamatan Kota Juang Bireuen Rabu malam (25/3/2020) usai shalat magrib terendam air akibat diguyur hujan.
Sebanyak 19 KK (65 jiwa) korban kebakaran yang mnempati tiga buah tenda kalang kabut mengamankan tempat tidur dan perlengkapan mereka agar tidak terendam banjir curahan hujan.
Amatan Kabar Bireuen akibat banjir curahan hujan, ketiga buah tenda penampungan malam itu tidak bisa digunakan sebagai tempat tidur, pihak panitia dan warga setempat membantu mengurusi tempat tidur para korban ke beberapa rumah warga sekitar lokasi kebakaran dan Posko kebakaran desa Pulo Ara.
Para korban yang tertimpa musibah kebakaran uamh kehilangan tempat tinggal masing-masing Bukhari (50) penjual bakso, 5 orang tanggungan, Safwadi Harun,(43) sopir, 5 orang tanggungan, Zainal Abidin Harun (45) jualan, 7 orang tanggungan.
Ilyas (48), sopir tangungan 5 orang, Dayat (46) tukang tanggungan 4 orang, Janda Yusrawati, (44), penjahit tanggungan 2 orang, Janda Suryani,(42), jualan tanggungan 4 orang.
Janda Fitri, (39) jualan tanggungan 3 orang, Aminah (43) jualan tanggungan 3 orang, Nasruddin (56) jualan, tanggungan 7 orang, Nurbaiti (75) tanggungan 1 orang, Latifah AR (72) tanggungan 5 orang, Tgk H Ramadhan (36) pimpinan Balai Pengajian Tarbiyatul Huda tanggungan 2 orang, Cut Mardiana, (38) PNS tanggungan 5 orang dan Zulkarnain,(41) swasta tanggungan 5 orang.
Ke12 pemilik rumah dan balai pengajian yang tertimpa musibah kebakaran tergolong kurang mampu sangat berharap kepada Pemkab Bireuen dan Pemerintah Aceh agar berkenan membantu membangun kembali rumah sederhana layak huni bagi mereka yang dalam waktu dekat akan memasuki bulan suci Ramadhanm dapat melaksanakan ibadah dengan tenang, harap Tudan salah seorang korban kebakaran.
Pada Kamis (26/3/2020) sore, hujan kembali mengguyur Bireuen. (H.AR Djuli)









