KABAR BIREUEN, Kota Juang – Suasana semarak mewarnai Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Kota Juang, Selasa (21/10/2025) pagi, saat Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani, S.I.K., M.Med.Kom membuka secara resmi Liga Sepak Bola Mini jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) III se-Kabupaten Bireuen.
Ajang tersebut digelar Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bireuen dalam rangka menyambut Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 Tahun 2026.
Pembukaan ditandai dengan tendangan bola pertama oleh AKBP Tuschad Cipta Herdani yang didampingi Kepala Kankemenag Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd.
Dalam arahannya, Kapolres Bireuen mengapresiasi kegiatan olahraga antar siswa madrasah tersebut. Ia berharap ajang seperti ini dapat menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita berharap peserta didik dapat meningkatkan semangat juang, kedisiplinan, kejujuran, serta jiwa kompetitifnya,” ujar AKBP Tuschad.
Sementara itu, Kakankemenag Bireuen, Dr. H. Zulkifli menjelaskan bahwa Liga Sepak Bola Mini ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HAB ke-80 Kementerian Agama yang akan diperingati pada 3 Januari 2026.
“Tujuan utama kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi antar madrasah, saling mengenal, serta menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan siswa MI,” jelas Zulkifli.

Menurutnya, di Kabupaten Bireuen terdapat 55 Madrasah Ibtidaiyah, dan kegiatan ini terlaksana berkat dukungan bersama (meuripe-ripe) dari masing-masing madrasah.
“Melalui olahraga, peserta didik belajar disiplin, bekerja sama dalam tim, dan membangun semangat kebersamaan. Nilai-nilai itu akan tercermin di lapangan,” tutupnya.
Ketua panitia, Bukhari, S.Pd, didampingi Fauzan, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa Liga Sepak Bola Mini ini akan berlangsung selama tiga hari, 21–23 Oktober 2025, di RTH Cot Gapu.
Kegiatan ini diikuti 32 tim dari 7 gugus Madrasah Ibtidaiyah yang ada di Kabupaten Bireuen.
“Masing-masing tim terdiri dari 12 pemain. Gugus MI Gandapura, Bireuen, Jeunieb, dan Samalanga masing-masing menurunkan 5 tim, sedangkan Gugus Jangka, Peusangan I, dan Peusangan II menurunkan 4 tim,” jelas Fauzan.
Pertandingan digelar pagi dan sore hari, menggunakan dua lapangan mini di kawasan RTH Cot Gapu, dengan sistem gugur dan durasi pertandingan 2 x 10 menit. (Hermanto)












