KABAR BIREUEN- Usai menjadi Inspektur Upacara HUT RI ke- 73 tahun 2018, Bupati Bireuen, H. Saifannur, S.Sos bersama Wakil Bupati Dr. H. Muzakkar A Gani, SH.,M.Si serta Sekda dan unsur Forkopimda mengunjungi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Bireuen.
Dalam kunjungan yang dirangkai dalam Upacara Pelaksanaan Pemberian Remisi Umum pada Napi Cabang Rutan Bireuen dalam rangka memperingati HUT RI 17 Agustus 2018, H. Saifannur sempat mendengar langsung permohonan dari warga binaan.
Suhelmi, salah seorang warga binaan, mewakili rekan-rekannya, mengharapkan agar bupati Bireuen memenuhi janji yang telah diucapkan setahun lalu saat kunjungan ke rutan pada 17 Agustus 2017 lalu.
“Pak Bupati tolong apa yang telah dijanjikan kepada kami saat kunjungan tahun lalu agar dipenuhi,” katanya.
Memang saat itu, permohonan mereka antara lain, rehab mushalla karena arah kiblatnya sudah berubah, sajadah, amplifier mushalla, kipas angin, sarana olahraga dan uang tunai Rp100 ribu per-orang.
Pada kesempatan itu, dia juga memohon agar dibantu sound system untuk mushalla Rutan karena sudah tak bagus lagi.
“Soundnya sudah jelek, kalau kita dengan suara yang keluar seperti suara tikus, sudah tak jelas. Kalau tak ada yang baru, yang bekas juga boleh,” pintanya.
Pada kesempatan itu, dia juga berharap agar para pejabat atu anggota DPRK mengunjungi mereka di dalam Rutan. Karena bagaimanpun , mereka tetap warga Bireuen yang harus mendapat perhatian, meski saat ini sedang berada di dalam penjara.
Diakuinya, para warga binaan tetap ingin menjadi orang baik dan sekelurnya dari Rutan bisa kembali dan diterima oleh masyarakat dan tak dianggap sebagai sampah.
“Kami sedih, saat Ramadhan kemarin, tak satupun pejabat maupun anggota dewan yang menjenguk maupun sekedar hadir. Padahal kantor dewan tak jauh dari Rutan. Kami bukan semata-mata mengharapkan bantuan. Paling tidak saat safari Ramadhan,ada yang datang memberikan tausiah, agar kami bisa menjadi orang yang lebih baik lagi,” harapnya.
Sebelumnya, Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Bireuen, Sofyan SH dalam laporannya menyebutkan, jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Bireuen, 349 orang, terdiri dari narapidana/tahanan, yang kapasitasnya 80 orang, maka hampir 80 orang WBP tidur di musala dan luar kamar. Karena sudah tak ada kamar yang bisa ditempati lagi.
Jumalah narapidana yang diusulkan remisi pada tahun 2018 sebanyak 246. Yang sudah ada SK remisi 242. Dan dua orang mendapatkan pembebasan bersyarat. (Ihkwati)









