KABAR BIREUEN, Bener Meriah — Di tengah lumpuhnya jaringan telekomunikasi akibat bencana longsor dan banjir, Bupati Bener Meriah, H. Tagore Abu Bakar, mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan Sekretaris Daerah agar segera menyediakan akses internet satelit Starlink khusus untuk wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bener Meriah.
Kebijakan ini diambil sebagai respons atas keluhan para jurnalis yang kesulitan mengirimkan berita karena jaringan seluler di banyak wilayah terdampak bencana tidak berfungsi. Bupati Tagore menegaskan, peran wartawan sangat vital dalam situasi krisis karena menjadi jembatan informasi antara daerah terdampak dan masyarakat luas.
“Wartawan harus bisa menyampaikan informasi agar diketahui orang luar. Karena itu, kami akan meminjamkan perangkat Starlink yang ada untuk para wartawan,” ujar Tagore, Selasa (9/12/2025).
Dia juga mempersilakan PWI membuka posko khusus bagi jurnalis. Selain meminjamkan perangkat Starlink, Pemkab Bener Meriah juga menyiapkan dukungan bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan genset.
“Silakan buka posko, kami pinjamkan Starlink dan juga kami bantu BBM untuk minyak genset,” sebut Bupati Tagore.
Dukungan BBM diberikan karena perangkat internet satelit membutuhkan pasokan listrik mandiri, sementara jaringan PLN di sejumlah titik masih belum stabil pascabencana.
Sebelumnya, Ketua PWI Bener Meriah, Mashuri, mengungkapkan, para wartawan menghadapi tantangan berat dalam menjalankan tugas jurnalistik. Selama beberapa hari terakhir, jaringan telekomunikasi, termasuk sinyal Telkomsel, tidak tersedia di banyak wilayah terdampak.
Akibatnya, wartawan terpaksa berpindah-pindah lokasi hanya untuk mencari sinyal internet. Bahkan, sebagian jurnalis harus mengikuti mobil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang menggunakan perangkat Starlink untuk kepentingan koordinasi lapangan.
“Kami terpaksa ikut mobil BPBD yang ada Starlink untuk mengirim berita. Kalau mobilnya pindah lokasi, kami harus ikut. Sangat tidak efektif,” kata Mashuri.
Kondisi tersebut membuat proses pengiriman berita menjadi lambat dan berdampak pada keterlambatan informasi yang dibutuhkan publik.
Dia juga menyoroti perangkat Starlink milik PMI dan pemerintah daerah, belum bisa diandalkan untuk kebutuhan jurnalistik karena digunakan secara bersamaan oleh banyak warga.
“Banyak warga numpang WiFi karena mereka juga butuh menghubungi keluarga. Akhirnya, jaringan jadi sangat lambat dan tidak bisa dipakai untuk unggah berita,” jelasnya.
Dengan keputusan Bupati Tagore yang memprioritaskan kebutuhan wartawan, PWI Bener Meriah berharap proses peliputan dan penyebaran informasi dapat kembali berjalan lancar. Akses internet yang stabil sangat dibutuhkan untuk mengirim foto, video, serta laporan harian yang menjadi rujukan masyarakat luas, termasuk lembaga kemanusiaan di luar daerah.
Langkah Bupati Tagore ini juga dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap profesionalisme dan keselamatan kerja insan pers yang berada di garis depan peliputan bencana. Selain memperlancar tugas wartawan, kebijakan tersebut berdampak positif pada transparansi informasi dan penguatan komunikasi publik pemerintah daerah.
Dengan dukungan ini, diharapkan perkembangan bencana, proses evakuasi, kondisi pengungsian, serta kebutuhan mendesak masyarakat dapat tersampaikan lebih cepat dan akurat, sehingga membantu percepatan penanganan di lapangan. (Rel)











