KABAR BIREUEN, Bireuen-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Bireuen melalui Bidang Perpustakaan menggelar Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Tahun 2025.
Ini guna meningkatkan pemahaman tentang konsep literasi informasi dan mengembangkan keterampilan dalam mengakses informasi,
Kegiatan Bimtek Literasi Informasi Tahun 2025 bagi Pustakawan, Guru dan Pegiat Literasi ini dibuka oleh Plt Kepala Disperpusip Bireuen, Dailami, S. Hut., M.Ling, di Ruang Baca Umum dinas setempat, Selasa 15 Juli 2025.
Dalam sambutannya, Dailami mengatakan, Bimtek Literasi Informasi ini sebagai upaya membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era digital.
Literasi informasi, atau kemampuan untuk mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif, menjadi semakin penting di era digital saat ini.
“Arus informasi yang begitu cepat dan masif menuntut kita untuk memiliki kemampuan literasi informasi yang mumpuni agar dapat menyaring informasi yang benar dan bermanfaat, serta menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam memilih informasi, mengkritisan, mengolah, mengevaluasi dan mendistribusikan informasi dengan efektif dan efisien.
Plt Kepala Disperpusip Bireuen ini berharap melalui pelatihan ini para pustakawan, guru dan pegiat literasi mampu menerapkan literasi informasi di lingkungan masyarakat, sehingga dapat memfasilitasi perkembangan keterampilan literasi yang lebih baik.
“Kita juga akan memiliki kemampuan untuk mengedukasi orang lain tentang pentingnya memilah informasi, menjaga kredibilitas sumber, dan menggunakan informasi untuk tujuan yang positif,” katanya.
Lanjutnya kegiatan ini juga diharapkan dapat menciptakan dampak yang lebih luas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi di masyarakat.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga bagi pustakawan, guru dan pegiat literasi dalam mengembangkan program literasi yang relevan dan berdampak nyata di lingkungan sekolah dan instansi masing-masing,” tutup Dailami.

Sebelumnya panitia pelaksanaan kegiatan Darliana, SE melaporkan, Bimtek ini dilaksanakan dengan tujuan agar perpustakaan benar-benar hadir dan bermanfaat bagi masyarakat.
Terutama dalam mendorong peningkatan kualitas hidup, pendidikan, ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi.
Dijelaskan anggaran kegiatan bimtek Literasi Informasi ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bidang Perpustakaan Tahun 2025, sebagai bagian dari program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.
“Bimtek ini melibatkan 50 peserta dari berbagai kalangan seperti pustakawan, guru dan pegiat literasi dalam Kabupaten Bireuen,” sebut Darliana yang juga sebagai Kabid Perpustakaan Disperpusip Bireuen.
Menurutnya tujuan utama dari Bimtek Literasi Informasi Tahun 2025 ini, yaitu meningkatkan pemahaman tentang konsep literasi informasi dan mengembangkan keterampilan dalam mengakses informasi.
Kemudian, meningkatkan kemampuan mengevaluasi informasi dan mendorong penggunaan informasi secara bijak dan bertanggung jawab.
Selanjutnya, memperkuat peran pustakawan, tenaga perpustakaan, guru, dan pegiat literasi serta membangun masyarakat yang melek informasi.
“Dengan demikian, Bimtek literasi informasi untuk pustakawan, guru dan pegiat literasi ini merupakan upaya penting untuk mempersiapkan individu dan masyarakat dalam menghadapi tantangan informasi di era digital, serta untuk membangun budaya literasi yang kuat,” jelasnya.
Dengan tema “Literasi Informasi: Telusuri, Evaluasi, Diseminasi,” Bimtek literasi informasi tahun 2025 ini dilaksanakan sehari, 15 Juli 2025, di Ruang Baca Umum Disperpusip Bireuen.
Ada tiga narasumber dari UIN Ar Raniry yang dihadirkan pada Bimtek ini, yaitu Zikrayanti, MLIS. Aditya Aziz Fikri. S.Tr.Kom., M.Kom dan Siti Alpiyah, S.IP.
Ketiga narasumber tersebut adalah aktivis pengamat perkembangan literasi, kepala pusat data informasi serta pustakawan sekolah, yang tentunya sudah menjalani tugas dengan sangat professional.
“Semoga nantinya materi yang dipaparkan para narasumber bisa menambah ilmu pengetahuan tentang literasi informasi,” harapnya. (Hermanto)












