KABAR BIREUEN-Bupati Bireuen H. Saifannur S.Sos menyebutkan, kegiatan Tanam Perdana Jagung Hibrida Program Grand Design Alternative Development (GDAD) sangat besar manfaatnya, khususnya bagi petani jagung.

Dimana para petani dapat memberdayakan atau memanfaatkan potensi lahan pertanian yang produktif untuk meningkatkan pendapatan dan kesejateraannya.

Hal itu dikatakan dalam sambutan pada kegiatan pengembangan jagung Hibrida tahun 2019di Bireuen, Kamis (24/10/2019) di Gampong Batee Raya Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.

Dikatakan Bupati Saifannur, jagung merupakan komoditas tanaman pangan yang memiliki peranan penting dan strategis dalam pembangunan nasional.

Saat ini tanaman jagung tidak hanya digunakan sebagai bahan pangan tetapi juga digunakan sebagai pakan ternak dan bahan industri serta bahan bakar alternatif.

“Upaya peningkatan luas tanam antara lain dilakukan dengan cara memanfaatkan lahan tidur (terlantar), lahan buka baru, lahan perkebunan dan lahan bekas tanaman ganja,” sebutnya.

Kabupaten Bireuen memiliki potensi lahan yang luas untuk pengembangan jagung hibrida. Hal ini sesuai dengan luas lahan tersedia yang telah diverikasi CP/CL oleh petugas Lapangan di Kabupaten Bireuen seluas 11.017 hektar yang tersebar di 16 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.

Tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Bireuen melaksanakan gerakan penanaman jagung hibrida yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional untuk mendukung Program Grand Design Alternative Development (GDAD).

Selain untuk mengembangkan komoditi unggulan alternatif sebagai pengganti tanaman ganja, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan mensejahterakan petani, mengurangi pengangguran, menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi tingkat kemiskinan di Kabupaten Bireuen

Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Kementerian Pertanian dan Badan Narkotika Nasional berupaya memberikan bantuan sarana produksi kepada petani jagung.

“Kami mengimbau agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai,”  harapnya.

Pemerintah Kabupaten Bireuen juga bekerjasama dengan PT. Indo Jaya dalam hal pembelian dan pemasaran jagung hasil produksi petani sehingga petani tidak dirugikan oleh tengkulak.

“Saya menghimbau kepada para petani agar dapat mentaati aturan yang diterapkan, baik tentang mekanisme bertanam Jagung ataupun ketentuan peraturan lain terkait pertanian,”  harapnya.

Khusus kepada para Camat, Bupati Saifannur berharap dapat memantau dan menggerakkan masyarakatnya melalui kelompok tani binaan BPP dan Mantri Tani serta Penyuluh di wilayah kerja masing-masing.

Program ini akan menjadi salah satu indikator kinerja Camat, dengan berkembangnya tanaman jagung di wilayahnya tentunya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Selanjutnya khusus kepada Bapak Dandim 0111/Bireuen, kami mohon kerjasama bantuan pengawalan dan pengawasan dilapangan tentunya melalui Danramil dan Babinsa-babinsa yang selama ini telah bekerja keras dan berpartisipasi aktif dalam mensukseskan program-program pertanian di gampong-gampong dalam Kabupaten Bireuen,” pungkasnya. (Ihkwati)