KABAR BIREUEN, Bireuen – Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, meminta para pejabat yang baru dilantik untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Sebab, jabatan itu bukan sebagai bentuk hadiah, melainkan amanah yang harus diemban dengan dedikasi dan kinerja nyata demi kemaslahatan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Bupati Mukhlis dalam sambutannya usai melantik 81 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Pejabat Fungsional, dan Kepala Puskesmas, di Aula Lama Setdakab Bireuen, Jumat (17/10/2025) sore.
Dia menegaskan, pelantikan dan rotasi jabatan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian posisi, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan serta memperkuat komitmen kita bersama menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik,” sebut Bupati Mukhlis.

Menurutnya, rotasi dan mutasi dilakukan semata-mata untuk penyegaran, karena ada sejumlah pejabat telah menduduki posisi yang sama selama lima hingga enam tahun.
“Saya tidak pernah punya niat mengorbankan saudara-saudara semua. Namun, rotasi perlu dilakukan agar organisasi tetap dinamis,” ujarnya.
Bupati Mukhlis juga mengingatkan, jabatan yang diemban itu tidak bersifat kekal, karena akan terus dievaluasi sesuai kinerja dan tanggung jawab masing-masing.
BACA JUGA: Ini Pejabat Pemkab Bireuen yang Baru Dilantik
“Dalam penempatan pejabat ini, saya tidak minta seribu rupiah pun uang dari Anda. Saya tidak butuh uang dari Anda. Yang saya butuhkan adalah tanggung jawab, kemampuan dalam mengelola pemerintahan, dan dedikasi,” tegasnya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Selain itu, Mukhlis juga menekankan pentingnya regenerasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen. Masalahnya, selama ini ada pejabat yang terus berpindah dari satu posisi ke posisi lain tanpa diberi kesempatan kepada generasi baru.
“Saya ingin ada regenerasi. Jangan sampai ketika pejabat pensiun, tidak ada pengganti karena tidak pernah dipromosikan. Jangan sampai kita harus ‘impor’ pejabat dari luar. Tahun 2026 nanti banyak jabatan yang kosong karena sejumlah pejabat memasuki masa pensiun,” demikian disampaikan Bupati Mukhlis. (Suryadi)












