KABAR BIREUEN, Jangka – Suasana haru menyelimuti lokasi pengungsian korban banjir bandang dan tanah longsor di Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Selasa (17/2/2026). Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, turun langsung memasak dan menyantap daging meugang bersama warga pengungsi, menghadirkan kehangatan dan harapan baru menjelang bulan suci Ramadhan.
Kehadiran Bupati Mukhlis bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di lokasi pengungsian dalam komplek Dayah Istiqamatuddin Pasi Alue Kuta, bukan sekadar kunjungan seremonial. Mukhlis ikut membawa daging sapi yang telah dicincang dari Bireuen lengkap dengan bumbunya.
Suasana kebersamaan makin terasa saat warga dan Bupati Mukhlis bersama-sama memotong daging dan memasak kari dalam kuali besar, hingga memembagikannya epada pengungsi. Anak-anak pun terlihat ceria menikmati hidangan meugang yang menjadi tradisi menyambut Ramadhan di Aceh.
Bupati Mukhlis mengatakan, tradisi meugang bukan sekadar kebiasaan menyambut Ramadhan, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah dan solidaritas sosial, terutama bagi masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
BACA JUGA: Demi Pemerataan Daging Meugang Bantuan Presiden, Bupati Bireuen Beli 90 Ekor Lembu
“Meugang adalah budaya leluhur masyarakat Aceh. Hari ini kita ingin memastikan saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan longsor tetap bisa merasakan kebahagiaan menyambut Ramadhan. Pemerintah tidak boleh abai dan akan terus hadir di tengah masyarakat,” ujar Mukhlis.
Ia menegaskan, kehadirannya di Gampong Alue Kuta, merupakan bentuk empati sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, mulai dari pangan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan anak-anak.
Momentum meugang tahun ini terasa berbeda bagi warga pengungsi. Mereka harus menyambut Ramadhan dalam kondisi kehilangan rumah, lahan pertanian, dan sebagian harta benda akibat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bireuen, Sadriah, turut menyerahkan bantuan berupa 45 tabung gas elpiji beserta kompor untuk pengungsi yang kehilangan rumah serta lima unit tambahan bagi warga yang rumahnya rusak parah. Penyerahan bantuan itu disaksikan Camat Jangka, Muliyadi, serta aparatur Gampong Alue Kuta.
Sejumlah pengungsi mengaku terharu atas perhatian pemerintah daerah. Mereka merasa tetap diperhatikan meskipun masih berada di pengungsian yang menempati hunian darurat bantuan para donatur.
“Kami merasa diperhatikan. Walaupun masih di pengungsian, kami bisa masak dan makan meugang bersama Bupati. Ini memberi semangat baru bagi kami untuk bangkit,” ujar salah seorang warga.
Warga lainnya berharap, pemerintah segera merampungkan pembangunan hunian tetap yang saat ini sedang dipersiapkan di sekitar lokasi dayah. Mereka berharap, dapat segera kembali menjalani kehidupan yang normal.
BACA JUGA: 4.943 Hektare Tambak Rusak Akibat Bencana, Pemkab Bireuen Bergerak Pulihkan Sektor Perikanan
Menanggapi hal tersebut, Mukhlis menyebutkan, proses pendataan kerusakan rumah dan lahan telah dilakukan. Pemerintah kabupaten terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat proses rehabilitasi serta rekonstruksi.
Menjelang akhir kegiatan, Mukhlis mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum introspeksi dan kebangkitan bersama. Ia berharap, musibah tersebut dapat menjadi pelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sinergi dalam mitigasi bencana.
“Kita yakin, setelah kesulitan akan datang kemudahan. Mari sambut Ramadhan dengan hati bersih dan semangat baru untuk membangun kembali Bireuen yang lebih kuat,” ajaknya.
Meski masih berada di pengungsian, kebersamaan dalam tradisi meugang telah menghadirkan secercah kebahagiaan dan harapan baru bagi warga Alue Kuta. (Red)










