KABAR BIREUEN, Bireuen — Wakil Ketua DPRA, ir. H. Saifuddin Muhammad, menegaskan, pentingnya kebersamaan dan komunikasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen dengan tujuh anggota DPRA asal daerah tersebut. Dia mengingatkan, tanpa sinergi yang kuat, Bireuen berpotensi mengalami kerugian besar dalam upaya pemulihan pascabencana.
Pernyataan itu disampaikan Saifuddin dalam sambutannya pada pembukaan Musrenbang RKPK Bireuen 2027 yang berlangsung di Aula Hotel Fajar Bireuen, Kamis (9/4/2026).
Dalam forum tersebut, Saifuddin menyebutkan, pesan kebersamaan ini juga telah disampaikannya kepada Wakil Bupati Bireuen, Razuardi. Mengingat, Bupati Bireuen, Mukhlis, tidak hadir dalam kegiatan tersebut.
“Inti yang perlu saya sampaikan, perlu kebersamaan. Ini saya sampaikan kepada Bapak Wakil Bupati karena hari ini tidak hadir Bapak Bupati, kebersamaan itu sangat penting,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, sejak awal dirinya telah meminta agar tujuh anggota DPRA dari Bireuen dilibatkan secara aktif dalam pembahasan pembangunan daerah. Menurutnya, forum diskusi bersama sangat diperlukan untuk merumuskan langkah strategis ke depan.
“Kami di DPR Aceh ada tujuh orang dari Bireuen. Dari awal sudah saya sampaikan kepada Bapak Bupati bahwa ketujuh anggota DPR Aceh ini perlu dipanggil, untuk kita duduk berdiskusi. Itu perlu,” kata Saifuddin.
BACA JUGA: Wabup Razuardi: Tingkat Kemiskinan di Bireuen 10,3 Persen, Turun 1,8 Persen
Politikus NasDem yang akrab disapa Yah Fud ini menilai, ketujuh anggota DPRA tersebur memiliki kapasitas dan potensi besar untuk membantu memikirkan kepentingan daerah, terutama dalam situasi Bireuen yang masih berjuang bangkit dari dampak banjir.
“Karena ketujuh kami dari Bireuen punya potensi untuk memikirkan kepentingan daerah,” tambahnya.
Yah Fud juga menyoroti posisi strategis perwakilan Bireuen di DPRA saat ini, yang dinilai menjadi peluang besar untuk memperkuat pembangunan daerah jika diiringi komunikasi yang baik.
“Apalagi posisi sekarang di DPR Aceh, Ketua DPR Aceh juga dari Bireuen. Wakil Ketua DPR Aceh juga Bireuen. Tapi kalau komunikasi tidak bisa kita lanjutkan, ini saya pikir rugi besar kita,” jelas pria asal Samalanga ini.
Dalam amatan Yah Fud, kondisi Bireuen pascabencana masih memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Karena itu, dia mengajak pemerintah setempat dan masyarakat untuk mengedepankan kekompakan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Menurutnya, pola pembangunan ke depan juga harus berubah. Jangan lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan berbasis kolaborasi dan kebersamaan.
“Sejak lama pola pembangunan masih pola lama. Semua persoalan dan polemik harus kita pahami dan selesaikan secara bersama,” pungkasnya. (Suryadi)











