KABAR BIREUEN, Bireuen -Disaster Management Center Dompet Dhuafa menggelar Bimtek Teknis (Bimtek) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Lingkungan Kabupaten Bireuen, mulai 13 hingga 18 April 2026.
Bimtek yang diikuti puluhan peserta dari satuan Pendidikan di Bireuen, dibuka Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT, di Aula SPNF-SKB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Senin 13 April 2026.
Dalam arahannya Wakil Bupati Bireuen, Razuardi menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih kepada DMC Dompet Dhuafa atas inisiatif dalam menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) ini.
“Kita menyadari, Bireuen secara geografis memiliki potensi risiko bencana yang cukup tinggi. Banjir dan tanah longsor merupakan bencana yang sering dialami di Kabupaten Bireuen,” sebutnya.
Namun, fenomena perubahan iklim global saat ini membuat pola bencana menjadi sulit diprediksi dan lebih ekstrem.
Kondisi ini dituntut untuk tidak hanya waspada, tetapi harus selalu dalam kondisi siap siaga. Pengalaman bencana Bulan November 2025 yang lalu, menjadi pelajaran berharga, kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam meminimalkan dampak dan risiko yang ditimbulkan.
Dalam konteks tersebut, sektor pendidikan memegang peranan yang sangat strategis. Sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana.
“Oleh karena itu, tenaga pendidik memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah,” katanya.

Melalui kegiatan Bimtek Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) ini, dia berharap para tenaga pendidik dapat meningkatkan kapasitas dan pemahaman mengenai identifikasi potensi risiko bencana di lingkungan sekolah.
Lalu penyusunan rencana kesiapsiagaan dan prosedur evakuasi, pendidikan pengurangan risiko bencana kepada peserta didik dan pembentukan budaya sekolah yang tangguh dan responsif terhadap situasi darurat.
Dengan kompetensi tersebut, para guru tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat memastikan keselamatan peserta didik serta menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.
“Saya juga menegaskan komitmen Pemkab Bireuen untuk terus mendukung program-program pengurangan risiko bencana di sektor pendidikan, baik melalui kebijakan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, maupun penyediaan sarana dan prasarana pendukung,”
Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat merupakan langkah strategis dalam mewujudkan satuan pendidikan yang aman dari bencana.
Kepada para narasumber, Wabup Razuardi metitipkan para peserta ini agar dibekali ilmu dan keterampilan yang mumpuni.
“Dan kepada para peserta, saya minta ikutilah bimtek ini dengan serius dan disiplin hingga selesai,” pesannya. (Hermanto)











