Wabup Razuardi: Tingkat Kemiskinan di Bireuen 10,3 Persen, Turun 1,8 Persen

KABAR BIREUEN, Bireuen – Wakil Bupati Bireuen, Ir, H. Razuardi, M.T, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Kabupaten Bireuen (RKPK) Bireuen Tahun 2027.

Musrenbang yang dilaksanakan Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bireuen, berlangsung di Ballroom Hotel Fajar Bireuen, Kamis 9 April 2026.

Wakil Bupati Razuardi dalam sambutannya  menyinggung kondisi yang sedang dihadapi saat ini.

Dia memahami bagi masyarakat yang terdampak, bencana ini bukan sekadar peristiwa alam. Ada rumah yang rusak, lahan pertanian yang gagal panen, aktivitas ekonomi yang terhenti, bahkan ada rasa cemas yang masih tersisa hingga hari ini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bireuen, saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam, sekaligus memastikan bahwa pemerintah hadir dan terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak,” sebutnya.

Musrenbang ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum ini adalah ruang untuk menyatukan arah, menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kemampuan daerah, serta memastikan setiap program yang dirancang benar-benar menjawab persoalan riil di lapangan.

“Kondisi ini memberikan pelajaran penting bagi kita semua perencanaan pembangunan ke depan tidak bisa lagi dilepaskan dari risiko bencana. Apa yang kita alami hari ini harus menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan,” sebutnya.

Oleh karena itu, melalui Musrenbang ini, Wabup Razuardi ingin menegaskan beberapa hal:

Pertama, penanganan pasca bencana harus menjadi prioritas bersama. Pemulihan infrastruktur dasar, bantuan bagi masyarakat terdampak, serta pemulihan ekonomi lokal harus  didorong secara terarah dan berkelanjutan, bukan hanya bersifat sementara.

Kedua, harus mulai memperkuat pendekatan mitigasi dalam setiap program pembangunan. Artinya, setiap usulan kegiatan baik di tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten harus mempertimbangkan potensi risiko bencana di wilayah masing-masing.

Ketiga, perhatian khusus perlu diberikan pada sektor pertanian dan ketahanan pangan. Karena, bencana hidrometeorologi paling besar dampaknya dirasakan oleh petani.

“Jika ini tidak kita tangani dengan baik, maka dampaknya bisa meluas pada ketersediaan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Keempat, dia mengajak seluruh perangkat daerah untuk memperkuat koordinasi dan kecepatan respons. Penanganan bencana tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat, mulai dari tahap pencegahan, penanganan darurat, hingga pemulihan.

Pada kesempatan itu, Wabup menyampaikan gambaran singkat mengenai capaian kinerja pembangunan daerah berdasarkan data statistik tahun 2025.

Pertama, dari sisi pertumbuhan ekonomi. Alhamdulillah, perekonomian Kabupaten Bireuen menunjukkan tren yang cukup positif. Pada tahun 2025, tingkat pertumbuhan ekonomi mencapai 3,26 persen, angka ini berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh.

Ini menunjukkan, aktivitas ekonomi masyarakat mulai bergerak dan perlahan mengalami penguatan.

Namun demikian,  tidak boleh cepat berpuas diri. Pertumbuhan ini masih perlu terus kita dorong agar lebih berkualitas, merata, dan mampu menciptakan lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat.

“Selanjutnya, terkait dengan tingkat kemiskinan. Kita patut bersyukur karena angka kemiskinan di Kabupaten Bireuen mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada tahun 2025, tingkat kemiskinan tercatat 10,3 persen, atau menurun sebesar 1,8 persen dibandingkan tahun 2024. Capaian ini juga menempatkan Kabupaten Bireuen lebih baik dibandingkan rata-rata Provinsi Aceh yang berada pada angka 12,33 persen,” jelasnya.

Ratusan peserta ikut Musrenbang RKPK Bireuen Tahun 2027, di Ballroom Hotel Fajar Bireuen, Kamis 9 April 2026. (Foto Hermanto/Kabar Bireuen).

Namun, harus diakui bersama, angka ini masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Artinya, pekerjaan rumah masih cukup besar, khususnya dalam menekan angka kemiskinan secara lebih cepat dan berkelanjutan.

Dari sisi ketenagakerjaan, kondisi juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Tingkat Pengangguran Terbuka pada tahun 2025 berada di angka 3,82 persen, yang berarti lebih rendah dibandingkan tingkat pengangguran Provinsi Aceh sebesar 5,64 persen maupun nasional sebesar 4,85 persen.

Ini menjadi indikasi peluang kerja di daerah  relatif lebih terbuka.

Namun ke depan, tantangannya bukan hanya menyediakan lapangan kerja, tetapi juga memastikan kualitas pekerjaan yang layak dan berkelanjutan.

Selanjutnya, untuk indikator pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Bireuen pada tahun 2025 menunjukkan capaian yang sangat baik yaitu sebesar 76,25, bahkan lebih tinggi dibandingkan IPM Provinsi Aceh yang sebesar 76,23 serta nasional sebesar 75,9.

Ini mencerminkan, upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat mulai menunjukkan hasil yang positif.

“Jika kita melihat seluruh capaian ini secara utuh, maka dapat kita simpulkan, arah pembangunan Kabupaten Bireuen sudah berada pada jalur yang cukup baik,” ujarnya.

Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan yang harus dilakukan bersama, terutama dalam meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi, menurunkan kemiskinan secara lebih signifikan, serta memastikan pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah.

Oleh karena itu, melalui forum Musrenbang ini, Wabup Razuardi mengajak semua untuk tidak hanya melihat angka-angka ini sebagai capaian, tetapi juga sebagai dasar pijakan untuk merumuskan langkah ke depan yang lebih tepat, terarah, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Berdasarkan kondisi tersebut, sesuai dengan kesepakatan pada saat konsultasi publik RKPK dalam Musrenbang, maka tema pembangunan Kabupaten Bireuen tahun 2027 yang kita angkat ini adalah, “Pengembangan SDM yang Cerdas dan Sehat, Perekonomian Daerah Unggul, Didukung Pelayanan Publik Bermutu dan Infrastruktur Wilayah yang Sesuai dengan Daya Dukung Lingkungan Hidup”.

Dia berharap, dari forum ini lahir komitmen bersama setiap rupiah anggaran yang direncanakan benar-benar diarahkan untuk kepentingan masyarakat, terutama mereka yang saat ini sedang membutuhkan perhatian.

“Selain itu, saya mengajak seluruh perangkat daerah untuk lebih meningkatkan sinergi. Jangan lagi berjalan sendiri-sendiri. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang terintegrasi, saling mendukung, dan memiliki tujuan yang sama yaitu membangun Kabupaten Bireuen menjadi Bireuen makmur, cerdas, damai dan islami,” ajaknya.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bireuen, Dailami, S.Hut., M. Ling dalam laporannya menyebutkan,  Musrenbang kabupaten merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.

Forum ini menjadi wadah untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan prioritas pembangunan daerah.

Musrenbang kabupaten ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Seperti tahapan paparan kepala bappeda bireuen terkait arah rancangan awal RKPK tahun 2027.

Penyampaian tentang paparan arah kebijakan Pembangunan Aceh tahun 2027 oleh Bappeda Aceh dan diskusi dan tanya jawab.

Kegiatan ini diikuti 230 peserta terdiri dari unsur Forkopimda, listas sektor, delegasi kecamatan, tokoh masyarkat, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. (Hermanto)

 

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Polda Aceh Siap Bersinergi Mengubah Kawasan Rawan Tanaman Terlarang Jadi Lahan Produktif

0
KABAR BREUEN, Aceh Besar — Polda Aceh bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan para pemangku kepentingan terkait terus memperkuat sinergi dalam menangani kawasan...

Ini Jawaban Bupati atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRK Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Wakil Bupati Bireuen Ir. Razuardi, MT membacakan jawaban Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRK Bireuen terhadap Rancangan...

Kalahkan Kecamatan Pandrah, Tim Kota Juang ke Perempat Final Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Tim Sepak Bola Kecamatan Kota Juang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan memastikan diri lolos ke babak 8 besar (perempat final) pada...

Siapkan Akuntan Kompeten, FEB UNIKI Jalin Kerja Sama dengan IAI Wilayah Aceh dan FEB...

0
KABAR BIREUEN, Aceh Utara — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) memperkuat upaya peningkatan kompetensi mahasiswa akuntansi melalui kerja sama...

Tim Surveior LARS DPH Akreditasi RSUD dr Fauziah, Wabup Bireuen: Pemkab Komit Dukung Peningkatan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Tim Surveior Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DPH) melaksanakan survey akreditasi di UPTD RSUD dr. Fauziah Bireuen, Selasa (29/9/2026). Kedatangan...

KABAR POPULER

Fraksi Golkar Pertanyakan Alasan Penurunan Target PAD di Raqan Perubahan APBK Bireuen 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Fraksi Partai Golkar DPRK Bireuen mempertanyakan alasan Pemkab Bireuen menurunkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sumber pajak daerah maupun...

Kalahkan Kecamatan Pandrah, Tim Kota Juang ke Perempat Final Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Tim Sepak Bola Kecamatan Kota Juang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan memastikan diri lolos ke babak 8 besar (perempat final) pada...

Wabup Bireuen Sampaikan Raqan APBK-P Tahun 2026, Pendapatan Bertambah Jadi Rp1,85 Triliun

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen menggelar Pembukaan Rapat Paripurna I Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 dalam rangka penyampaian dan pembahasan...

Ini Jawaban Bupati atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRK Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Wakil Bupati Bireuen Ir. Razuardi, MT membacakan jawaban Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRK Bireuen terhadap Rancangan...

Kalahkan Juara Bertahan, Mahasiswa UNIKI Yukai Prihatin Martin Rebut Sabuk Juara Kick Boxing KX1...

0
KABAR BIREUEN, Dumai — Prestasi membanggakan ditorehkan Yukai Prihatin Martin, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam...