KABAR BIREUEN-Dinas Sosial bersama Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Kabupaten Bireuen melaksanakan kegiatan pelatihan tenaga pelopor perdamaian.
Ketua BRA Kabupaten Bireuen Yusmadin, M. Basyah menyampaikan peserta kegiatan ini di ikuti oleh satker BRA Kabupaten Bireuen, mantan kombatan gam, mantan pasukan Inoeng Balee, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Kabupaten Bireuen berjumlah 100 org, yang diselenggarakan selama dua hari, mulai 14- 15 Mei 2018 di Hotel Graha Buana.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Drs Murdani menyampaikan dalam sambutannya, Dinsos bersama BRA Kabupaten Bireuen pada kesempatan ini mencoba membuat kegiatan untuk melatih tenaga pelopor perdamaian di kabupaten Bireuen.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga perdamaian di aceh. Karena perdamaian yang telah dirasakan saat ini adalah anugerah yang Allah SWT berikan kepada seluruh masyarakat aceh mulai tahun 2005 lalu. Semua Ini dicapai melalui hasil perjuangan panjang rakyat Aceh.
“Kesepakatan damai yang dilakukan pemerintah indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ditandatangani pada tanggal 15 Agustus 2005 di Helsinki merupakan refleksi kedua belah pihak memiliki niat dan itikat yang baik untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan di bumi Serambi Mekkah,” pungkas Murdani.
Ketua BRA Provinsi Aceh Fakrurrazi yusuf SE. M. Si menyampaikan, program BRA kedepan adalah penguatan kapasitas mantan kombatan melalui pemberdayaan ekonomi. Bantuan untuk anak yatim piatu, Tapol, Napol dan masyarakat korban konflik.
Maka dengan lahirnya pelopor perdamaian di kabupaten bireuen untuk dapat mensosialisakan perdamaian di tingkat kecamatan dan desa masing dalam wilayah Kabupaten Bireuen.
Turut hadir pada kegiatan ini Dewi Utami, S. Ag (Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Bireuen). (Ihkwati)











