Kamis, 30 April 2026

Bireuen Belum Miliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja yang Representatif, Akses Sanitasi Aman Masih Rendah

KABAR BIREUEN, Bireuen -Pemerintah Aceh bersama Kelompok Kerja (Pokja) Perumahan dan Permukiman Aceh melakukan Rapat Koordinasi Advokasi Sanitasi Aman Kabupaten/Kota (Kluster 3) Tahun 2025, di Bireuen.

Kegiatan itu diikuti Pokja PKP Kluster 3 meliputi Pemerintah Kota Lhokseumawe, Pemkab Aceh Utara, Pemkab Pidie Jaya, Pemkab Gayo Lues dan Pemkab Aceh Tenggara dan Kabupaten Bireuen.

Rangkaian kegiatan dibuka Bupati Bireuen, H, Mukhlis, ST diwakili oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Bireuen, Hanafiah, S.P.,CGCAE di Opproom Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Kamis (6/11/2025).

Pada kesempatan itu Hanafiah membacakan pidato tertulis Bupati Bireuen Mukhlis.

Disampaikannya, sanitasi aman adalah suatu kondisi yang memungkinkan masyarakat untuk memiliki akses ke fasilitas sanitasi yang memenuhi standar kesehatan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencegah penyebaran penyakit.

Jadi sanitasi bukan hanya urusan infrastruktur, tetapi juga merupakan bagian dari upaya besar dalam menjaga kesehatan masyarakat, melindungi lingkungan, dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-6, yaitu menjamin akses air minum dan sanitasi layak untuk semua.

“Kita patut bersyukur Kabupaten Bireuen telah mencapai 100 persen capaian rumah tangga dengan akses sanitasi layak dan 0 persen praktik buang air besar sembarangan (BABS). Artinya, Kabupaten Bireuen telah berstatus sebagai kota bebas BABS,” sebutnya.

Namun, pekerjaan belum selesai. Saat ini, Kabupaten Bireuen terus berupaya keras untuk mencapai target akses sanitasi aman pada tahun 2029 sebesar 30 persen.

Untuk saat ini capaian rumah tangga dengan sanitasi aman masih sangat rendah baru mencapai 2,85 persen.

Hal ini disebabkan Kabupaten Bireuen belum memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang representatif.

“Perlu kerja maksimal dengan melibatkan semua pihak dan pendanaan dari berbagai sumber anggaran tidak hanya bergantung pada APBK Bireuen dalam rangka pencapaian taget 30 persen,” katanya.

Selain pembangunan IPLT,  juga perlu memperkuat Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) secara terencana, aman, dan partisipatif.

Maka dari itu, dalam RPJM Kabupaten Bireuen 2025-2029, pengelolaan sanitasi masuk dalam pilar meningkatnya kualitas pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Ada empat strategi utama yang sejalan dengan kegiatan ini, yaitu peningkatan akses air minum dan sanitasi aman, target 100% akses sanitasi layak dan 30% akses aman pada 2029.

Pembangunan dan optimalisasi IPAL serta IPLT menjadi prioritas. Pembangunan berbasis lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Program kabupaten sehat dan bersih berfokus pada drainase, pengelolaan limbah, dan edukasi PHBS di sekolah dan gampong, kota kolaborasi yang religius dan tangguh

Sanitasi juga mencerminkan nilai keislaman, karena kebersihan adalah bagian dari iman.

Ketua Pokja PKP Bireuen, Dailami, S.Hut., M. Ling saat melaporkan pelaksanaan Rapat Koordinasi Advokasi Sanitasi Aman Kabupaten/Kota (Kluster 3), di Opproom Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Kamis (6/11/2025).(Foto: Hermanto/Kabar Bireuen)

Masyarakat harus terlibat aktif menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab sosial.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen telah memulai beberapa langkah konkret, di antaranya, program revitalisasi septic tank aman, bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat, private sektor dan perguruan tinggi.

Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat dalam rangka pembangunan Tempat Pemilahan Sampah Terpadu (TPST) dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja).

Gerakan sanitasi aman dari rumah bersama kader PKK dan sanitarian di seluruh puskesmas.

Pembinaan sekolah adiwiyata dan gampong proklim, untuk membentuk perilaku hidup bersih sejak dini dan membangun karakter masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Langkah-langkah ini bukan proyek jangka pendek, tapi investasi jangka panjang untuk menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Pihaknya menyadari, masih banyak tantangan yang perlu dihadapi, baik dari sisi pembiayaan, teknis, maupun kesadaran masyarakat.

Namun dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Pokja PKP, lembaga mitra, dan masyarakat, dia yakin target sanitasi aman 33% pada tahun 2029 akan dapat  dicapai bersama.

Hanafiah mengucapkan terima kasih kepada Pokja PKP Provinsi Aceh atas inisiatif dan dukungannya, serta kepada seluruh peserta dari kabupaten/kota Cluster 3 atas partisipasi aktifnya.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dengan tidak ada lagi limbah rumah tangga yang mencemari air, tidak ada lagi sungai yang berbau, dan tidak ada lagi penyakit yang lahir dari lingkungan yang kotor,” ajaknya.

Semoga advokasi sanitasi aman yang dilaksanakan untuk seluruh Kabupaten/Kota Tahun 2025 ini, menjadi langkah penting menuju Aceh yang lebih sehat, lebih tangguh, dan lebih bermartabat.

Sebelumnya, Ketua Pokja PKP Bireuen, Dailami, S.Hut., M. Ling yang juga sebagai Kepala Bappeda Bireuen melaporkan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antar daerah serta meningkatkan komitmen pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan program sanitasi aman yang berkelanjutan.

Disebutkan, Kabupaten Bireuen ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan dan berperan sebagai tuan rumah dengan jumlah peserta sekitar 60 orang.

Peserta tersebut terdiri Pokja PKP dari 6 Kabupaten/Kota di Kluster 3, meliputi Kabupaten Bireuen, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tenggara.

Capaian dan Hasil yang diharapkan atas pelaksanaan acara pada hari ini, yaitu
terjalin komunikasi dan koordinasi yang baik antara Pokja PKP Provinsi dan kabupaten/kota dalam Kluster 3.

Kemudian, peserta memperoleh pemahaman umum terkait kebijakan dan strategi pencapaian sanitasi aman.

“Dan meningkatnya semangat kolaborasi lintas daerah dalam mewujudkan target sanitasi aman tahun 2025 dan target RPJMN pada tahun 2029 di Provinsi Aceh,” tutup Ketua Pokja PKP Bireuen. (Hermanto)

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Momentum PID 2026, Pemkab Bireuen Beri Penghargaan kepada 50 Anak Berstatus Imunisasi Dasar Lengkap

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -  Sebanyak 50 anak dengan status Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bersama lima penanggung jawab program imunisasi menerima piagam penghargaan dari Pemerintah...

Pastikan Percepatan Pembangunan, Bupati Bireuen Tinjau Progres Empat Proyek Infrastruktur APBN

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, turun langsung ke lapangan meninjau progres empat proyek infrastruktur vital yang dibiayai APBN, Rabu (29/4/2026). Peninjauan...

APRI Bireuen Gelar Raker, Kakan Kemenag Bireuen Harap Penghulu Harus Mampu Kuasai Teknologi Informasi 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Bireuen, menggelar rapat kerja dan evaluasi program kerja di Aula Kankemenag setempat,...

Kunker ke Sabang, HRD Harap Pemerintah Pusat Harus Serius Benahi Infrastruktur

0
KABAR BIREUEN, Sabang – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H. Ruslan M. Daud (HRD), mengharapkan adanya keterbukaan dan keseriusan...

Resmi Pimpin DPC PPP Bireuen, Edi Saputra: Saya Siap Wakafkan Diri untuk Kejayaan Ka’bah!

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Peta politik di Kabupaten Bireuen mulai bergerak. Musyawarah Cabang (Muscab) VI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bireuen resmi melahirkan kepemimpinan...

KABAR POPULER

Edi Saputra memberikan sambutan usai ditetapkan sebagai Ketua PPP Bireuen dalam Muscab VI Tahun 2026, Selasa (28/4/2026) malam di Aula Wisma Bireuen Jaya (Foto: Suryadi/Kabar Bireuen)

Ditetapkan Dalam Muscab VI, Edi Obama Ketuai PPP Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen– Edi Saputra SH MM yang akrab disapa Edi Obama resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP)...

Semarak Hardiknas 2026, Kankemenag Bireuen Luncurkan Madrasah Unggul dan Tanam Seribu Pohon Wakaf Produktif

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bireuen menggelar Semarak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan berbagai terobosan strategis, mulai dari...

Antisipasi Korban Berjatuhan, Jalan Rusak Leubu-Ulee Gle Makmur Mulai Diperbaiki

0
KABAR BIREUEN, Makmur – Ruas jalan utama di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, yang selama ini dikenal rawan kecelakaan akibat kerusakan parah dan berlubang, akhirnya...

Pastikan Percepatan Pembangunan, Bupati Bireuen Tinjau Progres Empat Proyek Infrastruktur APBN

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, turun langsung ke lapangan meninjau progres empat proyek infrastruktur vital yang dibiayai APBN, Rabu (29/4/2026). Peninjauan...

Kakanwil Kemenag Aceh Serahkan Penghargaan Kepada KUA Peusangan Selatan dan KUA Jeunieb pada Peringatan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - KUA Peusangan Selatan dan KUA Jeunieb menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diselenggarakan...