Sabtu, 14 Maret 2026

Bangunan Liar di Atas Saluran Irigasi Milik Pemkab Bireuen Belum Dibongkar

KABAR BIREUEN – Empat unit bangunan permanen milik Pemkab Bireuen yang dibangun di atas saluran irigasi di Daerah Irigasi (DI) Pante Lhong, kawasan Kota Matangglumpangdua, Kecamatan Peusangan belum ditertibkan. Meskipun sudah sejak 2019 lalu janji dibongkar.

Amatan Kabar Bireuen, Jumat (19/5/2023) bangunan berkonstruksi permanen yang berhadapan dengan asrama putra Pesantren Almuslim tersebut saat ini ditempati pedagang daging unggas dan dijadikan Tempat Pemotongan Unggas.

Menurut informasi diperoleh dari berbagai sumber, bangunan berbentuk kios yang dibangun kurang lebih 10 tahun lalu, sebelum ada perintah bongkar masih disewakan ke pedagang dan biaya sewa disetorkan ke Kas Daerah.

“Tetapi setelah ada perintah bongkar dari Bupati Bireuen Almarhum Haji Saifannur, kami tidak lagi memungut biaya sewa, meskipun sampai saat ini kios itu masih digunakan pedagang untuk aktivitas pemotongan ayam,” ungkap sumber yang jati dirinya minta tidak ditulis.

Ditanya siapa yang memungut biaya sewa sekarang, sumber tersebut mengaku tidak tahu.

“Kalau sekarang saya tidak tahu. Apakah mereka (pedagang) masih bayar sewa atau tidak. Kalau bayar, kepada siapa mereka bayar juga saya tidak tahu,” ungkapnya.

Ratusan Bangunan Liar di Bireuen

Anggota Komisi Irigasi Aceh untuk Daerah Irigasi Pante Lhong, H. Yusri Abdullah tahun 2021 lalu pernah mengungkapkan jumlah bangunan liar di atas saluran irigasi di Kabupaten Bireuen mencapai ratusan unit.

Sebut H. Yusri Abdullah, di Kota Matangglumpangdua saja ada 51 unit, dan empat unit diantaranya adalah milik Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Selain itu dirincikan oleh H.Yusri Abdullah, di Balee Seutuy 35 unit, di Desa Bireuen Meunasah Reuleut Kota Juang sebanyak 15 unit, di Kecamatan Jeumpa 40 unit dan kawasan Pasar Induk Bireuen (Pasar Cureh) serta di atas saluran pelimpah yaitu 4 unit.

Amatan Kabar Bireuen Kamis (18/5/2023), di kawasan Pasar Induk Bireuen, bangunan di atas saluran pelimpah, yaitu jembatan beton yang dibangun oleh pedagang sebagian telah dibongkar.

Camat Peusangan Mengaku Kewalahan

Sementara Camat Peusangan, Ibrahim yang dihubungi melalui telepon selularnya, terkait bangunan liar di atas saluran irigasi terus bertambah di wilayahnya, mengaku sangat kewalahan untuk menertibkan.

“Kami kewalahan melarang masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di atas saluran irigasi. Setiap kami tegur, ada saja alasan mereka (warga),” ungkap Ibrahim.

“Kenapa di sana (di tempat lain) boleh. Begitu selalu jawaban warga ketika kami larang,” imbuhnya.

Menurut Ibrahim, tanggung jawab penertiban tidak boleh dilimpahkan ke Camat, karena di Kecamatan tidak ada perangkat penertiban (Satpol PP).

“Tetapi harus dengan tim terpadu. Dan kami siap melaksanakannya,” kata Ibrahim. (Rizanur)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Refleksi Delapan Tahun Bertugas di Diskominsa: Langkah Sunyi, Dampak Besar; Delapan Tahun Mengawal Diskominsa...

0
Oleh: M. Zubair, S.H.,M.H. Kadis Kominsa Bireuen TERHITUNG sejak pelantikan sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Bireuen pada tanggal 13 Maret 2018 silam...

Operasi Ketupat Seulawah 2026 Dimulai, Amankan Mudik Idulfitri

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo, SIK, memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026 yang digelar di...

Bank Aceh Kembali Dipercaya sebagai Bank Penyalur Program BSPS Tahun 2026

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Bank Aceh kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga keuangan terpercaya dalam mendukung program-program strategis nasional. Untuk tahun anggaran 2026, Bank...

GeRAK Bireuen: Pernyataan Pj Sekda Tidak Sensitif Terhadap Penderitaan Korban Bencana

0
KABAR BIREUEN, Bireuen— LSM Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Bireuen mengecam keras pernyataan Penjabat  Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Bireuen Hanafiah.yang menyebut pengungsi banjir dapat...

Pj Sekda Bireuen: Kalau Nyaman Ditenda, Ya Sudah Biarkan Saja

0
KABAR BIREUEN-Bireuen- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Bireuen, Hanafiah, S.P., CGCAE, menyebutkan, kantor Bupati Bireuen bukan area pengungsian, melaikan area perkantoran. Jadi, bila pengungsi yang saat...

KABAR POPULER

Perkuat Fungsi Kehumasan, Bupati Tunjuk Muhajir Juli sebagai Juru Bicara Pemkab Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, menunjuk Muhajir Juli sebagai Juru Bicara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen. Penunjukan tersebut dituangkan dalam...

Pj Sekda Bireuen: Kalau Nyaman Ditenda, Ya Sudah Biarkan Saja

0
KABAR BIREUEN-Bireuen- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Bireuen, Hanafiah, S.P., CGCAE, menyebutkan, kantor Bupati Bireuen bukan area pengungsian, melaikan area perkantoran. Jadi, bila pengungsi yang saat...

Pengungsi Terus Bertambah Tempati Tenda di Halaman Kantor Bupati Bireuen, Tuntut Kepastian Huntara

0
KABAR BIREUEN, Bireuen –  Pengungsi korban banjir terus bertambah menempati tenda di  halaman Kantor Bupati Bireuen, Kamis (12/3/2026) malam. Mereka mendirikan tenda di samping...

Tuntut Huntara, Pengungsi Korban Banjir Dirikan Tenda di Halaman Kantor Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Sejumlah pengungsi korban banjir dari Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, mendirikan tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen (Kantor Pusat...

Belum Ada Kepastian Kapan Dibangun Huntara, Pengungsi di Kantor Bupati Bireuen Tolak Dipindahkan ke...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Para korban bencana yang menempati tenda darurat yang dipasang di halaman Kantor Bupati Bireuen, menolak dipindahkan ke rumah yang disediakan...