KABAR BIREUEN-Lima puluh siswa/siswi perwakilan dari sekolah tingkat SMP sederajat di Kabupaten Bireuen, mengikuti kegiatan pelatihan Bengkel Sastra.
Kegiatan yang digelar Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Balai Bahasa Provinsi Aceh ini berlangsung selama tiga hari (27/2-1/3-2019)
Kegiatan dengan tema Proses Kreatif Penulisan Cerita Pendek Dan Puisi dibuka oleh Kadisdikpora Bireuen Drs Muhammad Nasir M.Pd. di Aula Disdikpora Bireuen, Rabu (27/2/2019).
Muhammad Nasir dalam inti arahannya mengatakan, Semoga semua siswa yang ikut bisa menyerap ilmu dari para pakar yang hadir dan kemudian menyebarkan kepada teman-teman yang lainnya.
Untuk mengembangkan Cipta Rasa dan Karsa, Cipta berbicara tentang nilai-nilai kebenaran kemudian Rasa nilai-nilai keindahan dan Karsa nilai-nilai kebaikan.
Kesemua itu akan dibentuk dalam bengkel ini. M Nasir yakin siswa SMP sederajat di Bireuen, punya potensi yang luar biasa, untuk itu perlu peran warga sekolah untuk mengembangkan Cipta Rasa dan Karsa.
Kepada para kepala sekolah diharapkan memberi kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini jika ada permintaan baik yang dilaksanakan dari provinsi ataupun dari pusat.
“Apresiasi kepada Balai Bahasa Aceh yang telah melakukan kegiatan bengkel sastra ini, di Kabupaten Bireuen,” ujar Muhammad Nasir.
Sebelumnya Kepala Balai Bahasa Aceh Drs Muhamnad Muis M.Hum dalam inti sambutannya menjelaskan Bengkel Sastra artinya tempat orang berlatih memperdalami atau melakukan segala sesuatu aktivitas sastra, apakah itu membaca cerpen, penulis membaca puisi, sastra dan lain lain.
Kegiatan kami yang bertajuk Bengkel Sastra ini untuk tahun sekarang, hanya kami lakukan di 4 kabupaten kota di seluruh Provinsi Aceh yaitu Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Barat, Lhokseumawe dan Bireuen.
Kegiatan ini, menjadi semacam percontohan kedepan dalam hal kreativitas siswanya untuk menjadi penulis baik dalam puisi cerpen dan berbagai kegiatan kesastraan yang baik.
Diharapkan, nanti akan muncul karya karya tulis yang terbaik yang bukan hanya membawa Aceh ke panggung Nasional tetapi juga membawa Indonesia ke Internasional.
“Semoga ini akan bermanfaat bagi siswa-siswi yang akan menjadi Tunas Indonesia di masa depan,” ujar Muhamnad Muis.
Acara itu dihadiri, Kabid Pembinaan SMP Zamzami S.Pd, para sastrawan dari Banda Aceh para pematri, Kepala Sekolah, guru pendamping dan Undangan lainnya. (Herman Suesilo)










