KABAR BIREUEN, Bireuen – Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan menjemput kembali 740 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Angkatan XXVIII Tahap II Tahun Akademik 2025/2026 setelah menuntaskan pengabdian di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen.
Mahasiswa yang ditempatkan di 26 gampong pada 12 kecamatan itu dijemput dalam prosesi yang dipusatkan di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Senin (9/2/2026).
Penyerahan kembali mahasiswa dilakukan oleh Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, yang ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan dari Rektor Umuslim, Dr. Marwan, M.Pd.
Bupati Bireuen, Mukhlis, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam membantu pemulihan masyarakat pascabencana. Ia menilai kehadiran mahasiswa memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.
“Melaksanakan KKM di daerah bencana bukan tugas yang ringan. Kehadiran mahasiswa membantu pemulihan sosial, memberikan edukasi, dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong masyarakat,” kata Mukhlis.
Ia menyebut pengabdian tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena membentuk karakter, empati, dan kepemimpinan generasi muda.

“Pengalaman mengabdi di daerah bencana adalah pelajaran berharga yang tidak akan diperoleh di ruang kuliah,” ujarnya.
Mukhlis juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk terus memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi, khususnya dalam penanganan dan pengurangan risiko bencana.
BACA JUGA: Mahasiswa KKM Umuslim Latih Kreativitas Anak Bugak Krueng Lewat Seni Daun Ramah Lingkungan
Sementara itu, Rektor Umuslim, Dr. Marwan, M.Pd, menyampaikan KKM merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, terutama pada masa pemulihan pascabencana.
“KKM bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi sarana pembentukan karakter mahasiswa agar memiliki empati dan kepedulian sosial terhadap persoalan riil masyarakat,” ujar Marwan.
Ia menjelaskan, pada KKM Tahap II sebanyak 740 mahasiswa diterjunkan ke 12 kecamatan di Kabupaten Bireuen. Sebelumnya, pada Tahap I, sebanyak 178 mahasiswa juga telah melaksanakan pengabdian serupa.

Selain program pengabdian langsung, Umuslim juga menjalankan lima program hibah tanggap darurat bencana tahun 2025, di antaranya rehabilitasi sanitasi dan penyediaan air bersih berbasis sumur bor IoT, distribusi logistik korban banjir, pendampingan psikososial dan trauma healing, penguatan ketahanan kesehatan dan gizi masyarakat, serta penanggulangan penyakit infeksi pascabencana.
Umuslim juga memperoleh dukungan Program Mahasiswa Berdampak 2026 yang mencakup penguatan sektor pertanian pascabencana melalui teknologi akuaponik dan hidroponik, penguatan ketahanan pangan, penyediaan filtrasi air minum portabel, pembangunan desa tangguh pangan, serta penguatan kesehatan ibu dan anak.
BACA JUGA: Mahasiswa KKM Umuslim Petakan Daerah Rawan Banjir di Aceh Tamiang
Selama pelaksanaan KKM Tahap II, mahasiswa mengimplementasikan enam program kerja utama, yakni rehabilitasi infrastruktur sederhana, edukasi mitigasi bencana, pendampingan UMKM, peningkatan kualitas lingkungan, optimalisasi sumber air bersih, serta program trauma healing bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Rektor Umuslim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKM, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.
“Pengalaman pengabdian ini diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” pungkasnya.(Hermanto)










