KABAR BIREUEN, Bireuen – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dr. Muh Ikhwan Ahada, SAg MA meresmikan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang di Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (19/9/2026).
Program yang diresmikan dan diserahterimakan oleh PWM DIY, rehabilitasi Gedung Dakwah Muhammadiyah Pidie Jaya/ Meunasah Malem Dagang di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Kemudian, Ketua PWM DIY didampingi Sekretaris PWM DIY, Arif Jamali Muis, SPd MPd, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bireuen, dr Athaillah A Latief, SpOG dan tiga Ketua PDM Wilayah DIY, menghadiri acara Tasyakuran dan Serah Terima Sarana Fisik Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen.
Acara tersebut dihadiri Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST yang diwakili Kepala Dinas Syariat Islam setempat, Munawar, SKM MKes dan Sekcam Peusangan, Rahmatsyah, SSos.
Selain itu, Ketua Lembaga Amil Zakat , Infak dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) dan Ketua MDMC PWM DIY, Indrayanto tampak mendampingi Ustad Ikhwan Ahada di Pidie Jaya dan Pante Lhong.
Ketua PWM DIY, Dr. Muh Ikhwan Ahada, SAg MA pada acara Tasyakuran dan Serah Terima Sarana Fisik Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Gampong (Desa) Pante Lhong mengatakan, PWM DIY melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) telah melaksanakan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya.
Di Pidie Jaya, sebut Ustadz Muh Ikhwan, pihaknya membantu rehabilitasi Gedung Dakwah Muhammadiyah. Untuk Kabupaten Bireuen, organisasi Islam tertua di Indonesia ini melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program revitalisasi Jeruk Bali varietas Giri Matang.
“Relawan MDMC PWM Daerah Istimewa Yogyakarta sudah melaksanakan program pemulihan pascabencana di Pante Lhong kurang lebih tiga bulan. Memang program yang dijalankan belum sempurna, namun harapan kami program ini dapat membantu masyarakat untuk bangkit kembali,” katanya.
Muhammadiyah, sebutnya, selalu hadir di daerah dilanda bencana, seperti Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan terakhir ke Flores Nusa Tenggara Timur.
“Prinsip Muhammadiyah itu, memberi tak mengharap kembali, seperti sang surya menyinari bumi,” kata Ketua PWM DIY ini yang juga Sekretaris Komisi Dakwah MUI DIY.
Sementara pada acara Tasyakuran dan Serah Terima Sarana Fisik Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Gampong Pante Lhong, Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Syariat Islam, Munawar, SKM MKes, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/ Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PWM DIY.
“Dedikasi, kepedulian dan aksi nyata saudara-saudara dalam mendampingi warga Gampong Pante Lhong hingga tahap pemulihan ini adalah bukti konkret persaudaraan dan solidaritas kebangsaan yang luar biasa,” sebutnya.
Kata Bupati Bireuen, pemulihan pascabencana bukanlah tugas yang bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.
“Hasil yang kita lihat hari ini, mulai dari pembangunan sarana fisik, pendampingan Desa Tangguh Bencana, hingga revitalisasi komoditas ekonomi lokal seperti Jeruk Bali, merupakan buah dari sinergi dan kerjasama yang solid,” katanya.

Lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Bireuen menyadari betul, bahwa ketangguhan daerah tidak dibangun oleh sekat-sekat birokrasi. Melainkan oleh gotong royong antara pemerintah, lembaga kemasyarakatan dan warga.
Pada kesempatan itu, kepada masyarakat Pante Lhong, Bupati Bireuen meminta warga untuk menjaga dan merawat sarana fisik yang diterima dari PWM DIY.
“Saya harapkan kepada keuchik (Keuchik Pante Lhong) dan seluruh warga untuk menjaga, merawat dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya demi kepentingan bersama,” pesan Bupati sebagaimana disampaikan Kadis Syariat Islam.
Lalu, ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan tangguh bencana. Status “Gampong Tangguh Bencana” bukan sekadar dokumen di atas kertas.
Pengetahuan, sistem, dan sarana, lanjutnya, yang ada harus dilatih dan diterapkan agar masyarakat kita siap merespon secara mandiri jika ancaman bencana sewaktu waktu kembali.
Orang nomor satu di Kabupaten Bireuen melalui Kadis Munawar mengharapkan warga Pante Lhong untuk memperkuat ekonomi lokal dengan produk pertanian andalan setempat.
“Program revitalisasi komoditas Jeruk Bali harus dijadikan momentum untuk membangkitkan kembali perekonomian Gampong Pante Lhong. Kelola dengan serius agar berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga di gampong ini,” ujarnya.
Terakhir, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap kerjasama PWM DIY dengan masyarakat Kabupaten Bireuen tidak berakhir dengan serah terima program ini.
“Pemerintah Kabupaten Bireuen berkomitmen untuk terus mendukung dan melanjutkan keberlanjutan program-program pemberdayaan seperti ini. Sekali lagi, terima kasih kepada tim LRD MDMC PWM Daerah Istimewa Yogyakarta serta seluruh pihak yang telah membantu masyarakat Kabupaten Bireuen pascabencana,” pungkasnya.
Usai sambutan Bupati, dilanjutkan serah terima peralatan penyelamatan bencana oleh Ketua PWM DIY kepada Keuchik Gampong Pante Lhong dan relawan Destana.
Sebelum menghadiri acara Tasyakuran di Pante Lhong, Rombongan PWM DIY melakukan pertemuan dengan PDM Bireuen di Masjid Taqwa Muhammadiyah Bireuen di Gampong Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang.
Pada kesempatan itu, hadir Ketua PDM Bireuen dr Athaillah A Latief, SpOG bersama Sekretaris, Mulyadi dan sejumlah Wakil Ketua. Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), Nursaadah juga tampak hadir di tempat pertemuan. (Rizanur)













