KABAR BIREUEN, Bireuen– Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, SE., MM., meninjau progres pekerjaan rehabilitasi sawah di sejumlah lokasi di Kabupaten Bireuen, Sabtu (24/10/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana sehingga petani dapat segera memulai aktivitas turun sawah sesuai target yang telah ditetapkan.
Adapun lokasi yang dikunjungi meliputi Gampong Bayu, Kecamatan Peusangan, serta Gampong Barat Lanyan, Gampong Kambuk, Pante Ranub, Bugak Krueng, dan Pulo Iboeh di Kecamatan Jangka.
Dalam peninjauan tersebut, Mulyadi melihat langsung berbagai pekerjaan rehabilitasi yang sedang dilaksanakan, diantaranya stripping atau pengupasan lahan, perbaikan saluran irigasi, pembangunan sumur bor, rehabilitasi saluran, serta pembersihan sedimentasi yang menghambat aliran air.
BACA JUGA: Kadistanbun Bireuen Hadiri Musyawarah Persiapan Khanduri Rakyat Jelang Musim Tanam Padi di Samalanga
“Program rehabilitasi ini mencakup total luas lahan sekitar 1.019 hektare. Pelaksanaannya menggunakan sistem swakelola Tipe 2 dengan melibatkan TNI sebagai pelaksana kegiatan,” sebutnya.
Mulyadi menegaskan, percepatan pekerjaan menjadi perhatian utama agar seluruh tahapan rehabilitasi dapat diselesaikan tepat waktu. Hal ini penting untuk mendukung kesiapan lahan dan jaringan irigasi sehingga petani dapat segera melaksanakan kegiatan turun sawah.
“Pekerjaan ini perlu dipercepat agar target awal November 2026 petani sudah dapat turun sawah bisa tercapai. Kesiapan lahan dan saluran air sangat menentukan kelancaran kegiatan pertanian,” menjadi penekanan dalam peninjauan tersebut.

Mulyadi menjelaskan, percepatan rehabilitasi juga berkaitan dengan rencana penutupan pintu air pada Januari 2027 untuk pelaksanaan perbaikan irigasi dan jaringan Pante Lhong II.
Karena itu, pekerjaan rehabilitasi perlu diselesaikan sesuai jadwal agar tidak mengganggu rencana tanam dan aktivitas pertanian masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen berharap rehabilitasi sawah dapat meningkatkan kesiapan lahan, memperlancar distribusi air irigasi, serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
“Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat petani diharapkan mampu mempercepat penyelesaian pekerjaan sehingga lahan pertanian yang direhabilitasi dapat segera dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
BACA JUGA:Rehabilitasi Sawah Rusak Sedang dan Ringan di Bireuen Rampung
Selain memantau progres fisik pekerjaan, Mulyadi juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para petani di Gampong Kambuk, Kecamatan Jangka, untuk menyerap aspirasi dan mengetahui berbagai kebutuhan serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Dialog tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan rehabilitasi benar-benar menjawab kebutuhan petani, khususnya terkait ketersediaan air, kondisi saluran irigasi, dan kesiapan lahan untuk musim tanam berikutnya.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Kadistanbun Bireuen turut didampingi Pasiter Kodim 0111/Bireuen, Babinsa, serta mitra TNI yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi. (Ihkwati)













