KABAR BIREUEN, Bireuen — Proses rehabilitasi sawah rusak sedang dan optimasi lahan sawah rusak ringan di Kabupaten Bireuen, telah selesai dilakukan. Proses pengerjaannya didanai melalui Kementerian Pertanian, dan pelaksanaan di lapangan dilakukan oleh kelompok tani.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E, MM, dalam keterangannya, Senin (13/7/2026), menyampaikan; proses rehabilitasi sawah rusak sedang seluas 677 hektare telah dimulai pada bulan Februari 2026. Sedangkan untuk optimasi lahan sawah rusak ringan seluas 1.323 hektare juga sudah selesai dilkerjakan.
BACA JUGA: 677 Hektare Sawah Rusak Sedang di Bireuen Mulai Direhabilitasi Pascabanjir
Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen juga sudah membagikan benih untuk seluruh petani yang lahannya masuk program rehabilitasi dan optimalisasi, pascabecana hidrometeorologi Sumatra.

Sementara itu, Bendungan Pante Lhong II yang berada di Gampong Teupin Mane, Kecamatan Juli, juga telah selesai dibangun secara darurat. Saat ini bendungan tersebut sudah fungsional. Hanya saja air belum bisa dialirkan ke jaringan irigasi karena masih menunggu selesainya perbaikan Aramco pada tiga titik di Gampong Gunci, Kecamatan Juli.
Bila tidak ada aral melintang, perbaikan Aramco yang sudah dimulai pada 11 Juli 2026, akan selesai tiga pekan kemudian.
BACA JUGA: 85 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Pulo Siron Telah Dipulihkan, Padi Gogo Ditanam Perdana
Adapun 1091 hektare sawah dengan kategori rusak berat yang diajukan Dinas Pertanian Bireuen, telah disetujui untuk direhabilitasi oleh Pemerintah Pusat.
Untuk sawah tanah hujan atau lahan sawah yang tidak optimal mendapatkan dukungan irigasi, telah difasilitasi dengan pembangunan 102 unit sumur bor dengan kedalaman 60 meter. Dari 102 unit yang dibangun di Bireuen, 20 unit belum dikerjakan. Seluruh proses pembangunan sumur bor dilakukan oleh kelompok tani. (Ihkwati)












