Sejumlah Keuchik di Jangka Serukan Transparansi Harta Wakaf dan Musyawarah Terbuka demi Masa Depan Yayasan Almuslim Peusangan

KABAR BIREUEN, Peusangan – Kepedulian terhadap masa depan Yayasan Almuslim Peusangan makin menguat. Sejumlah keuchik di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen mengharapkan proses pergantian kepemimpinan yayasan tersebut dilaksanakan secara terbuka, demokratis, dan bermartabat dengan melibatkan seluruh pemilik mandat dan suara sah dari empat kecamatan.

Aspirasi itu disampaikan Keuchik Alue Kuta, Habibullah, dan Keuchik Alue Buya Pasie, M. Diah, S.T., dalam pertemuan silaturahmi dengan tokoh muda Peusangan Raya, Edi Saputra alias Edi Obama, di Matangglumpangdua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis (22/10/2026).

Kedua mereka menegaskan, pergantian kepemimpinan Yayasan Almuslim Peusangan harus mengedepankan musyawarah, transparansi, dan kepatuhan terhadap aturan organisasi. Mereka juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah yayasan sebagai warisan perjuangan para ulama dan masyarakat yang harus terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

BACA JUGA: Edi Obama Ajak Sukseskan Muslim X 2026 dalam Suasana Sejuk, Dorong Transparansi Aset Wakaf dan Titip Harapan bagi Anak Kurang Mampu

“Pergantian kepemimpinan harus dilaksanakan secara terbuka, demokratis, dan bermartabat. Seluruh pemilik mandat dan suara sah perlu diberikan ruang yang adil untuk menyampaikan aspirasi sesuai aturan organisasi,” demikian aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Desak Pra-Musyawarah Segera Dilaksanakan

Menjelang berakhirnya masa kepengurusan saat ini, para keuchik mendorong pengurus Yayasan Almuslim Peusangan segera melaksanakan pra-musyawarah dengan melibatkan seluruh unsur pemilik mandat dan suara sah dari empat kecamatan, yakni Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, dan Jangka.

Unsur Tgk. Imum Mukim, Tgk. Imum Gampong, Tgk. Imum Chiek, para keuchik, serta tokoh masyarakat yang memiliki hak sesuai ketentuan organisasi diharapkan memperoleh ruang partisipasi yang adil dan terhormat.

Menurut mereka, pelibatan seluruh unsur tersebut penting untuk memastikan proses pergantian kepemimpinan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Musyawarah harus menjadi landasan utama dalam mengambil keputusan, bukan digantikan oleh keputusan sepihak yang berpotensi mengabaikan aspirasi pemilik suara sah.

BACA JUGA: Sayuti Abubakar Dukung Edi Obama Maju sebagai Calon Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan, Harap Musyawarah Berlangsung Demokratis dan Bermartabat

Mereka berharap pra-musyawarah dapat menjadi ruang untuk menyamakan pandangan, membangun kesepahaman, dan mempersiapkan proses pergantian kepemimpinan yang tertib serta dapat diterima oleh seluruh pihak.

Transparansi dan Akuntabilitas Harta Wakaf

Selain persoalan kepemimpinan, para keuchik juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset serta keuangan Yayasan Almuslim Peusangan.

Mereka mendorong penyampaian laporan pertanggungjawaban yang jelas, pendataan aset secara menyeluruh, serta keterbukaan mengenai penerimaan dan pengeluaran dana sesuai ketentuan hukum dan tata kelola yayasan.

Menurut mereka, keberadaan Yayasan Almuslim tidak dapat dipisahkan dari perjuangan para ulama, tanah wakaf, dan kontribusi masyarakat yang diwariskan untuk kepentingan pendidikan serta kemaslahatan umat.

BACA JUGA: Tokoh Peusangan Raya Pertanyakan Isu Aset Wakaf Yayasan Almuslim Jadi Jaminan Uang Rp5 Miliar

Karena itu, pengelolaan aset yayasan harus dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai peruntukannya. Keterbukaan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan aset yang diwariskan para pendiri tetap memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Para keuchik juga berharap manfaat pengelolaan yayasan semakin dirasakan masyarakat luas, terutama anak yatim, fakir miskin, dan keluarga kurang mampu yang membutuhkan kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas.

Mereka menegaskan bahwa harta wakaf merupakan amanah yang harus dijaga dan dikelola sesuai tujuan peruntukannya. Dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel, keberlanjutan perjuangan para pendiri diharapkan tetap terpelihara dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Aspirasi Kepemimpinan untuk Masa Depan Almuslim

Dalam menyampaikan aspirasi mengenai arah kepemimpinan ke depan, perwakilan keuchik turut menyatakan dukungan kepada Edi Obama sebagai Ketua Pembina dan Amiruddin Cut Hasan sebagai Ketua Yayasan Almuslim Peusangan untuk periode mendatang.

BACA JUGA: Beredar Isu, Proses Perubahan Akta Notaris Yayasan Almuslim Peusangan Tahun 2022 Kuras Biaya Rp460 Juta

Dukungan tersebut merupakan aspirasi yang diharapkan dapat dipertimbangkan melalui mekanisme organisasi yang sah, dengan tetap mengacu pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yayasan.

Mereka berharap kepemimpinan mendatang mampu memperkuat tata kelola organisasi secara profesional, menjunjung tinggi amanah, serta menempatkan kepentingan pendidikan dan kemaslahatan masyarakat sebagai prioritas utama.

Selain itu, kepemimpinan baru diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan aset yang bertanggung jawab, keterbukaan informasi, serta pelaksanaan program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.

Bagi mereka, dukungan terhadap calon pemimpin harus ditempatkan dalam kerangka aspirasi yang disampaikan secara demokratis. Keputusan akhir tetap perlu ditempuh melalui mekanisme organisasi yang berlaku agar hasilnya memiliki legitimasi dan dapat diterima bersama.

Menjaga Persatuan, Merawat Marwah Almuslim

Yayasan Almuslim Peusangan merupakan kebanggaan masyarakat Peusangan Raya. Menjaga marwah dan keberlanjutannya bukan hanya tanggung jawab satu orang atau kelompok, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat di empat kecamatan.

BACA JUGA: Tgk Munawar dan Rusyidi Mukhtar Terpilih Sebagai Pimpinan Yayasan Almuslim Peusangan

Momentum pergantian kepemimpinan diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan, membangun kembali kepercayaan, serta memastikan warisan perjuangan para ulama tetap memberikan manfaat bagi umat.

Para keuchik berharap seluruh pihak dapat mengedepankan kepentingan bersama dan menghindari langkah-langkah yang berpotensi memicu perpecahan. Perbedaan pandangan dalam menentukan kepemimpinan hendaknya diselesaikan melalui musyawarah dengan tetap menghormati aturan organisasi dan hak setiap pemilik suara yang sah.

“Yang terpenting bukan semata-mata siapa yang memimpin, melainkan bagaimana amanah dijalankan, aset dikelola secara bertanggung jawab, dan masa depan pendidikan Almuslim terus diperjuangkan demi generasi penerus Peusangan Raya,” demikian inti harapan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Dengan proses pergantian kepemimpinan yang terbuka, partisipatif, dan berlandaskan aturan, Yayasan Almuslim Peusangan diharapkan semakin kuat sebagai lembaga pendidikan sekaligus penjaga amanah sejarah, perjuangan, dan kepercayaan masyarakat. (Suryadi) 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat ‎

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat perannya dalam mendorong pengembangan wakaf produktif sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan...

Kunjungan Pasien RSUD dr Fauziah Bireuen Meningkat, Direktur: Semua Pasien Dilayani Sesuai Tingkat Kegawatdaruratan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Manajemen RSUD dr Fauziah Bireuen memastikan tidak ada pasien yang diabaikan atau ditelantarkan, meskipun saat ini sedang menghadapi peningkatan jumlah...

Wakil Bupati Razuardi Pembina Upacara Peringatan Hari Santri Nasional di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pendidikan Dayah (DPD) setempat, melaksanakan upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026, di halaman...

Brigjen Pol. Latif Usman Resmi Jabat Wakapolda Aceh

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan memimpin serah terima jabatan (sertijab) Wakapolda Aceh dari Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo...

Dek Fadh Bersama Wakil Ketua KPK Serahkan Penghargaan Desa Antikorupsi kepada 15 Gampong di...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Ibnu Basuki Widodo, menyerahkan...

KABAR POPULER

Arzuna Putra, Bilal Mesjid Besar Peusangan Raih Gelar Magister Pendidikan Agama Islam dengan Predikat...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Rektor Universitas Islam Aceh (UIA), Dr Nazaruddin, MA mengukuhkan 227 wisudawan di Kampus UIA, Paya Lipah Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen,...

Kunjungan Pasien RSUD dr Fauziah Bireuen Meningkat, Direktur: Semua Pasien Dilayani Sesuai Tingkat Kegawatdaruratan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Manajemen RSUD dr Fauziah Bireuen memastikan tidak ada pasien yang diabaikan atau ditelantarkan, meskipun saat ini sedang menghadapi peningkatan jumlah...

Kadistanbun Bireuen Hadiri Musyawarah Persiapan Khanduri Rakyat Jelang Musim Tanam Padi di Samalanga

0
KABAR BIREUEN, Samalanga–Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Bireuen,  Mulyadi, SE,. M.M menghadiri Musyawarah Rencana Khanduri Rakyat dalam rangka tradisi turun sawah di Balai...

Dengarkan Aspirasi dan Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas, Polres Bireuen Ngopi Bersama Masyarakat

0
KABAR BIREUEN, Peusangan–Polres Bireuen terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui "Polisi Kumpul Bersama Masyarakat" yang dilaksanakan di Ocean Coffee Peusangan, Kabupaten Bireuen, Rabu (21/10/2026). ‎Dalam...

Dek Fadh Bersama Wakil Ketua KPK Serahkan Penghargaan Desa Antikorupsi kepada 15 Gampong di...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Ibnu Basuki Widodo, menyerahkan...