KABAR BIREUEN, Juli – Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., menghadiri peringatan Hari Santri di Pesantren Modern Al Zahrah, Gampong (Desa) Beunyot, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pesantren Modern Al Zahrah. Dr. Muchlis tiba di lokasi sekitar pukul 17.15 WIB bersama rombongan.
Kehadirannya disambut langsung oleh Pimpinan Pesantren, Dr. Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., bersama jajaran pimpinan dan Syaikh Al Zahrah, Syaikh Aiyub Al-Jazairi. Sebagai penghormatan, ia dikalungkan syal bermotif khas Aceh.
“Alhamdulillah, selamat datang di Pesantren Modern Al Zahrah,” sambut Dr. Fadhil seraya mempersilakan duduk di sofa terdepan.
Di hadapan santri dan majelis guru, Dr. Muchlis sempat bernostalgia mengenang masa nyantri di Pondok Modern Darussalam Gontor.
BACA JUGA:Wakil Bupati Razuardi Pembina Upacara Peringatan Hari Santri Nasional di Bireuen
“Wajah-wajah ceria seperti adik-adik ini mengingatkan saya pada sejarah empat puluh tahun silam,” ujar pria yang pernah menjabat Kepala Lajnah Al-Qur’an, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama itu.
Menurutnya, pendidikan pesantren telah membentuk karakter dan mewarnai perjalanan hidupnya hingga saat ini.
“Saya dibuang jauh-jauh dari kampung halaman untuk belajar di Gontor. Dengan suasana seperti itu harus menjadi diri sendiri yang terbaik, belajar mandiri. Itulah yang menjadi modal untuk masa depan,” ungkap penerjemah Raja Salman untuk Presiden RI di era Presiden Jokowi itu.
Menjadi santri, lanjutnya, adalah kesempatan berharga untuk belajar disiplin. Hal itu berbeda dengan anak-anak di luar pesantren yang cenderung mudah terpengaruh lingkungan.
Dalam momentum Hari Santri tersebut, Dr. Muchlis juga menyinggung kemuliaan menjadi seorang pendidik.
“Kami mengetahui, setingkat Grand Syaikh Al-Azhar saja masih berkeinginan kuat untuk mengajar jika masih ada kesempatan,” sebutnya.
Sementara itu, Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Dr. Fadhil Rahmi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Direktur Penais serta meminta bimbingan dan arahan untuk lembaga pesantren asuhannya.
“Merupakan sebuah kehormatan dan momentum sejarah bagi Al Zahrah dengan hadirnya tamu terhormat dan istimewa dari Jakarta. Walaupun sejenak, semoga dapat menambah semangat baru bagi santri dan pengajar. Mohon bimbingan dan arahannya untuk kami,” pintanya di hadapan Direktur Penais.
Turut hadir dalam peringatan Hari Santri tersebut Kabid Penais Zawa Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Dr. Zulfikar, M.Ag., sekretaris pesantren Pramono, S.Pd, Direktur Kepengasuhan Zainal Adha, S.Pd.I, Wakil Kepengasuhan Rizkiyani, S.Pd, Wakil Direktur KMI Hanif Abdullah, S.Pd, dan Ketua ALC Ikhwan Ramadhana. (Red)











