KABAR BIREUEN, Aceh Besar – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI), Sudaryono, melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Aceh periode 2026-2031 di Gampong Lamtui, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Selasa (13/10/2026).
Pengurus DPD HKTI Aceh yang dilantik, TA Khalid sebagai Ketua, Cut Huzaimah sebagai Sekretaris dan T Ali Devi sebagai Bendahara. Lalu ada Agussalim Chawari dipercayakan sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan.
Ketua Umum DPN HKTI, Sudaryono dalam arahannya, meminta kepada Pengurus HKTI Aceh yang baru dilantik, segera bekerja dan memberikan kontribusi nyata bagi petani.
“Saya berharap kepada pengurus yang sudah dilantik segera bekerja untuk masyarakat, sehingga kontribusinya bisa dirasakan langsung oleh para petani,” katanya.
Ia menyebut, Aceh sebagai salah satu lumbung pangan Indonesia. Untuk itu, dalam meningkatkan produktifitas pangan di Aceh pemerintah telah menyalurkan lebih dari 20.000 pompa air ke seluruh Aceh sejak dirinya menjabat Wakil Menteri Pertanian.
Sudaryono menegaskan ketersediaan air menjadi faktor utama agar petani tetap bisa menanam pada musim kemarau. Solusinya, menurut dia, dapat melalui perbaikan irigasi, pengeboran air tanah, maupun bantuan pompa jika terdapat sumber air permukaan seperti sungai dan danau.
Lebih lanjut, mengenai kekhawatiran terhadap cadangan pangan nasional akibat fenomena El Nino dan gagal panen di sejumlah daerah, Sudaryono memastikan kondisi pangan Indonesia masih cukup meyakinkan.
Menurutnya, penurunan produksi tidak signifikan karena wilayah berhasil panen lebih banyak dibandingkan daerah yang gagal panen.
“Jadi, kalau prediksi kita masih tetap surplus cukup besar karena kan kita panen besar kemarin di musim penghujan di awal tahun,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPD HKTI Aceh, TA Khalid menegaskan, HKTI harus berperan dalam mewujudkan kedaulatan pangan sebagaimana arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
TA Khalid yang juga Anggota Komisi IV DPR RI itu mengajak pengurus HKTI di 23 kabupaten/kota di Aceh memperkuat kerja sama agar organisasi tersebut mampu memperjuangkan kepentingan petani.

“Terkhusus kepada pengurus DPC 23 kabupaten/kota, pada forum yang berbahagia ini, saya memohon kepada teman-teman sekalian bahwa kekuatan bukanlah cuma pada kepintaran, kekuatan bukanlah cuma pada kekuasaan, tetapi kekuatan adalah dalam kebersamaan,” ujar politikus Partai Gerindra ini.
Pada kesempatan itu, ia menyinggung persoalan subsidi pupuk yang selama ini dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan petani. Menurutnya, kebijakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo yang menaikkan harga gabah sekaligus memberikan subsidi pupuk menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian.
Di sisi lain, TA Khalid menegaskan bahwa HKTI harus menjadi jembatan antara aspirasi petani dan pemerintah.
“Maka ini ikhtiar kita bersama, HKTI di seluruh kabupaten kota yang nantinya mungkin akan terbentuk sampai ke desa, bagaimana kita hadir memperjuangkan keinginan Pak Prabowo menjadi jembatan menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah,” pungkasnya.
Sebagai tambahan informasi, dalam struktur organisasi DPD HKTI Aceh diisi oleh sejumlah pejabat dan tokoh berpengaruh di Provinsi berjulukan Serambi Mekkah. Di antaranya, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem dinobatkan sebagai Ketua Dewan Pembina, Kajati Aceh Teuku Rahmatsyah sebagai Wakil Ketua, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Dedy Tabrani sebagai Sekretaris, serta Brigjen TNI Andrie Pitriko Mulia dan Zulkarnaini sebagai anggota.
Sementara itu, Dewan Penasihat HKTI Aceh diketuai Prof. Mirza Tabrani, dengan Dr. Nizarli sebagai wakil ketua dan Anwar Ahmad sebagai sekretaris.
BACA JUGA: TA Khalid: Masa Pemerintahan Presiden Prabowo Harga Pupuk Bersubsidi Paling Murah
Kemudian, Dewan Pengarah, Prof Marwan dipercaya sebagai ketua, Prof Taufiq Saidi sebagai wakil ketua. Posisi sekretaris dijabat Dr. Edwar M. Nur, sedangkan Thabrani sebagai anggota.
Berikut Dewan Pertimbangan diketuai Prof Rustam Efendi, Dr. Husnan sebagai wakil ketua, Dr. Rizwan Haji Ali sebagai sekretaris, serta Akbar Hikmi sebagai anggota.
Untuk Dewan Kehormatan, T. Asmoni Alwi menjabat ketua, Iskandar Zulkarnanen sebagai wakil ketua, dan Zulmahdi Hasan sebagai sekretaris. Dewan ini juga beranggotakan Ir. Alfian dan Syahrul Kamal.
Terakhir, Dewan Pakar HKTI Aceh diketuai Prof Agussabti, dengan Prof. Mukhlis Yunus sebagai wakil ketua dan T. M. Nurlif sebagai sekretaris. Ir. Masrul dan Irwan Yasin sebagai anggota.
Sementara Pengurus HKTI Kabupaten Bireuen, posisi Ketua dijabat oleh Mulyadi, SE MM, Sekretaris Agusni SP MSi dan Bendahara dipercayakan kepada Al Fadhal, SH. (Rizanur)











