KABAR BIREUEN, Bireuen – Sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Bireuen berhasil bangkit pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda seluruh kecamatan beberapa waktu lalu. Pemerintah Kabupaten Bireuen memastikan proses pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah terdampak kini telah kembali berjalan normal setelah dilakukan berbagai langkah pemulihan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Dr. Muslim, M.Si, menyampaikan, aktivitas belajar mengajar di sekolah terdampak telah dimulai kembali sejak 5 Januari 2026. Menurutnya, pemerintah daerah bergerak cepat agar proses pendidikan tidak terhenti terlalu lama akibat bencana.
“Proses belajar mengajar di sekolah-sekolah yang terdampak kini telah kembali dilaksanakan secara tatap muka. Kami melakukan pendataan kerusakan, membersihkan ruang belajar, serta menyiapkan langkah darurat agar kegiatan belajar tetap berjalan,” ujar Muslim, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, satuan pendidikan yang terdampak bencana terdiri dari 132 unit Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/Taman Kanak-kanak (TK), 52 unit Sekolah Dasar (SD), dan 24 unit Sekolah Menengah Pertama (SMP).
BACA JUGA: Pulihkan Mental Guru Terdampak Bencana, Disdikbud Bireuen Gelar Trauma Healing Selama Tiga Hari
Sebagai langkah percepatan pemulihan, Pemkab Bireuen melalui Dinas Pendidikan telah melakukan pembersihan lingkungan sekolah, menyalurkan bantuan perlengkapan belajar, serta melakukan perbaikan ringan pada fasilitas yang rusak.
“Untuk sekolah dengan tingkat kerusakan berat, kegiatan belajar mengajar sementara dialihkan ke meunasah maupun tenda darurat,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Bireuen, Mukhlis, ST, menegaskan, sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana. Ia menekankan pentingnya memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan meski berada dalam situasi darurat.
“Anak-anak tidak boleh kehilangan masa depannya hanya karena bencana. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan pendidikan tetap berjalan dan fasilitas sekolah segera dipulihkan,” tegas Mukhlis.
Selain fokus pada pemulihan sarana fisik, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis peserta didik dan tenaga pendidik. Pendampingan trauma healing difasilitasi oleh guru, relawan, dan berbagai pihak terkait guna membantu siswa kembali bersemangat mengikuti proses pembelajaran.
Dalam upaya mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah terdampak, Pemkab Bireuen terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Pemerintah daerah juga telah mengirimkan data Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) sektor pendidikan kepada Pemerintah Provinsi Aceh untuk diteruskan ke pemerintah pusat.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap aktivitas pendidikan dapat pulih sepenuhnya dan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan sosial masyarakat pascabencana banjir dan tanah longsor. (Red)










