KABAR BIREUEN, Bireuen-Ratusan warga dari berbagai pelosok desa setiap kecamatan di wilayah Kabupaten Bireuen diperkirakan akan berangkat menuju Kota Banda Aceh untuk mengikuti zikir dan doa bersama yang digelar di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026 ini.
Hal itu dikatakan Panitia Koordinator Wilayah (Korwil) Bireuen, Iskandar yang akrab disapa Tuih Alkhair kepada Kabar Bireuen, Rabu (12/8/2026).
Tuih menyebutkan kesiapan masyarakat Bireuen untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Namun, sebutnya, keberangkatan warga tidak dilakukan melalui mobilisasi rombongan secara terpusat.
“Dari laporan diperkirakan ada ratusan yang akan berangkat. Namun rombongan tidak kita mobilisasi atau konvoi, mereka berangkat masing-masing ke Banda Aceh,” sebut Tuih.
Tuih juga mengimbau masyarakat yang berangkat agar menjaga ketertiban berlalu lintas dan keamanan, baik selama perjalanan maupun ketika mengikuti acara zikir.
“Kegiatan ini digagas oleh guru-guru kita dan didukung oleh para ulama untuk kemaslahatan seluruh rakyat Aceh. Tentu hal yang sangat baik dan wajib kita dukung bersama,” ujarnya.
Menurut Tuih, zikir bersama tersebut dapat menjadi sarana untuk mempererat persatuan dan kerukunan seluruh elemen masyarakat Aceh.
Namun, ia mengingatkan peserta agar tetap waspada serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berpotensi mengganggu jalannya kegiatan.
“Yang terpenting kita semua menjaga ketertiban dan keamanan. Jangan ada pihak yang berusaha memprovokasi, apalagi membawa barang-barang yang dilarang seperti senjata tajam maupun bendera Bintang Bulan. Mari kita antisipasi bersama agar acara berjalan lancar, aman, dan sukses,” tegas aktivis muda kelahiran Peusangan ini.
Dirinya juga menanggapi beredarnya pernyataan di media sosial dari Tgk Fajri Krueng yang disebut menyatakan dukungan sekaligus mengaitkan kegiatan tersebut dengan perjuangan Aceh Merdeka.
Ia menegaskan kegiatan zikir dan doa bersama tersebut tidak berkaitan dengan pernyataan tersebut.
“Kegiatan zikir dan doa bersama ini murni digagas dan diselenggarakan oleh para ulama. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan pernyataan pihak luar tersebut. Kita berkumpul di Masjid Raya Baiturrahman hanya untuk berdoa dan berzikir bersama demi kebaikan Aceh,” kata Tuih Alkhair.
Dengan adanya imbauan tersebut, masyarakat yang mengikuti kegiatan diharapkan dapat menjaga keamanan, ketertiban, serta menghormati seluruh rangkaian acara agar zikir dan doa bersama berlangsung aman dan kondusif.
Tuih juga meminta kepada semua pihak baik dari unsur intelijen negara, maupun TNI/Polri untuk sama-sama menjaga dan mendukung kegiatan suci ini demi kebaikan negara agar Allah jadikan negara ini menjadi negara yang rahmatan lil’alamin.
“Pemerintah (negara) jangan takut dengan bersatunya ulama dan rakyat dalam melakukan doa serta zikir akbar pada 15 Agustus ini, karena yang dilakukan ini adalah kegiatan suci agar selalu mendapatkan pertolongan Allah SWT. Semoga Aceh dijauhkan dari pemimpin zhalim, korupsi, nepostisme. Semoga dengan zikir dan doa bersama, Allah jadikan negara ini menjadi negara Rahmatan lil’alamin khususnya untuk rakyat Aceh,” pungkas Tuih Alkhair. (Ihkwati)













