KABAR BIREUEN, Bireuen-Banjir yang terjadi akibat meluapnya sejumlah aliran sungai di Kabupaten Bireuen pada akhir tahun 2025 lalu mengakibatkan rumah warga di beberapa kecamatan dalam Kabupaten Bireuen terendam dan tergenang lumpur.
Dampak lanjutan dari bencana tersebut, sejumlah sumur milik warga tidak dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan air minum sehari-hari karena tercemar lumpur.
Untuk mengembalikan fungsi sumur, Rabithah Alawiyah Lhokseumawe Aceh Utara melakukan proses normalisasi pada 26 Januari 2026 sampai saat ini.
Puluhan sumur warga di Kecamatan Kuta Blang dan Kecamatan Peusangan Siblah Krueng dinormalisasi dengan menggunakan mesin pompa sedot lumpur berkapasitas besar.
Pengurus Rabithah Alawiyah Lhokseumawe Aceh Utara, Habib Ali Hasan Alattas, yang memimpin langsung kegiatan tersebut, Selasa (10/2/2026) menjelaskan, tim kita terdiri dari relawan muda setempat.
Dua personel diterjunkan di Kecamatan Kuta Blang, sementara dua lainnya di Peusangan Siblah Krueng melakukan pembersihan sumur warga.
“Tiap hari kami mengarahkan empat relawan menggunakan dua mesin untuk membantu warga terdampak banjir yang terjadi di Bireuen. Fokus utama kami adalah mengembalikan akses air bersih bagi masyarakat,” ujar Habib Ali.
Dalam aksi kemanusiaan tersebut, tim juga melakukan serangkaian kegiatan lainnya, mulai dari pembersihan pesantren, hingga menyalurkan alat untuk bersih bersih seperti sekop, cangkul, kereta sorong, paket sembako dan menyalurkan kitab suci Alquran.
Habib Ali menegaskan, pembersihan sumur menjadi prioritas utama di Bireuen pascabanjir untuk mencegah munculnya penyakit berbasis air (water borne diseases), seperti diare dan penyakit kulit.
“Kami berupaya secepat mungkin mengembalikan fungsi sumur warga. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda, terutama setelah rumah-rumah warga terdampak genangan banjir guna untuk menyambut Ramadhan bersih,” pungkas Habib Ali. (Red)











