KABAR BIREUEN, Bireuen – Penjabat (Pj) Sekda Bireuen, Hanafiah S.P., CGCAE, menyebutkan, bantuan Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp4 miliar masih disimpan di rekening daerah dan tidak dipakai atau belum digunakan sama sekali.
“Uang tersebut bisa digunakan jika ada kebutuhan,” sebutnya saat audiensi dengan Gerakan Masyarakat Sipil di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRK Bireuen, Selasa (10/3/2026).
Dikatakan Hanafiah, jangankan uang yang Rp 4 miliar yang Rp 2 miliar saja Belanja Tidak Terduga/BTT) 2025 belum habis terpakai.
“Soe yang peurle jeut tasuet, mantong utuh peng nyan bak rekening daerah. Kalau tahun depan ada rencana mau dipakai, bisa digunakan,” kata Hanafiah.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Bireuen, Surya Dharma me,ngtakan, sepengetahuannya, memang uang Rp4 miliar bantuan presiden belum digunakan.
Mengenai uang Belanja Tak Terduga yang dianggarkan Rp2,3 miliar dalam APBK 2025, memang ada sisanya.
“Ada sisa anggaran akhir tahun dari Rp2,3 miliar itu ada sebesar Rp700 juta,” katanya.
Pernyataan Hanafiah tersebut membuat sejumlah aktivis merasa heran dan bertanya-tanya.
Mereka tak habis pikir, kenapa uang itu tidak dimanfaatkan dalam penanganan tanggap darurat dan pascabencana.
“Harusnya uang yang sudah diberikan dan diplotkan bisa digunakan untuk mengatasi sejumlah persoalan yang masih ada pascabencana, di antaranya penyediaan air bersih, sanitasi dan kesehatan, bantuan untuk perempuan dan anak terdampak banjir,” sebut seorang aktivis lingkungan.
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan dana bantuan darurat sebesar Rp4 miliar per kabupaten/kota untuk wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Desember 2025.
Kebijakan ini diambil karena menipisnya anggaran belanja tak terduga (BTT) daerah di akhir tahun.
Dana Rp4 miliar per kabupaten/kota ditujukan untuk kebutuhan mendesak masyarakat terdampak, khususnya kebutuhan perempuan dan bayi. (Ihkwati)











